<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8111941679166693594</id><updated>2011-07-13T18:54:20.776-07:00</updated><category term='sejarah'/><category term='Buku'/><category term='Cerita Lucu'/><category term='Duit'/><category term='puisi'/><category term='cerpen'/><category term='partai'/><category term='Karya Buku'/><category term='Motivasi'/><category term='Tokoh'/><category term='Uang'/><category term='Esai'/><category term='Musik'/><category term='Kisah'/><category term='Lelucon'/><category term='Dewasa'/><title type='text'>jogja</title><subtitle type='html'>|| Biografi &amp;amp; Teknologi ||</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Noel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>70</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8111941679166693594.post-6250970079612968816</id><published>2010-03-17T03:23:00.001-07:00</published><updated>2010-03-17T03:23:54.068-07:00</updated><title type='text'>B/A</title><content type='html'>Biarkan saya bercerita tentang sebuah daerah nan subur nun jauh di sana. Kita sebut saja daerah itu B.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kota B. Adalah megapolitan yang maha indah. Tepat di kerajaan bernama Bumi. Banyak sekali daya tarik kota ini. Sebagian penduduknya merupakan bagian dari hasrat yang terpendam sewaktu berada di kota--sebut saja kota A. Namun, patut untuk dicatat bahwa kota B, adalah kota yang terdiri dari&lt;br /&gt;tembok-tembok batu yang menjulang tinggi sekali, jalan-jalan raya yang sudah diaspal sampai ke kampungnya, dan pendapatan per kapita yang tinggi--melebihi ongkos yang bisa dibayangkan oleh manusia. Namun, patut untuk dicatat bahwa di balik gemerlang cahaya yang ada di kota B, ada pula sisi gelap yang tak ingin didengar oleh sebagian penduduknya. Meskipun mencapai taraf kemajuan yang sangat berarti melebihi kota-kota lainnya, kota A menyimpan gang-gang sempit nan gelap, anak-anak yang bermain di gang-gang, sungai yang meluap tiap tahunnya, asap-asap yang mengudara setiap harinya, debu, cacian, makian, dan penderitaan yang entah tak pernah ingin didengar. Tak ada belas kasih di kota yang menamakan dirinya B.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu pengetahuanku tentang kota B. Meskipun pernah beredar selama beberapa tahun lamanya aku di sana. Tapi, kepindahanku dulu bukan tanpa alasan. Mungkin, ada sejuta alasan rasional yang diciptakan dan diputar oleh Sang Ilahi terhadapku. Dan sekarang aku tinggal di kota A, tentu saja penglihatanku akan kota B menjadi bias tak tentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, sebelum kulanjutkan, ada baiknya kalau kuceritakan kota A.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota A, bukanlah kota impian. Sebagian penduduknya terjerat rasa malas yang teramat sangat. Menukar kehidupan sukses mereka dengan segenggam mimpi untuk berleha-leha saja. Karena itu, di kota A terlalu banyak seniman, orang susah--jika dihitung dari sejumput emas yang bisa kita tuai dari perasan keringat kita--, orang santai--yang memandang hidup dari sudut 'untuk apa terburu-buru sementara jatah hidup berhasil adalah seperti ini, seperti keinginan mereka: sederhana--, sementara yang tidak bisa menerima kehidupan di kota ini pergi entah ke kota B--kota sejuta mimpi. Tapi, beberapa orang yang tetap bertahan di kota ini, aku yang melihatnya, cukup sukses juga. Setidaknya mereka telah membeli mimpi mereka dengan kenyataan kebahagiaan yang telah mereka jumput dari sumur kehidupan mereka sendiri. Rumah-rumah yang nyaman, meskipun terbuat dari rumput jerami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota A. Mungkin sebuah kota yang mungkin dianggap sebagian penduduk kota B, begitu kampungan. Ya... ya... mungkin itu benar. Tapi, kau kan belum pernah tinggal di kota ini, sementara  aku sudah pernah. Jadi pandanganmu terhadap kota ini pun menjadi bias dan rancu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B/A sama-sama bias, sama-sama rancu dalam memandang. Tetap harus ada yang mengalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini sepenggal cerita yang ingin kuceritakan. Tapi bukan untuk mengiming-imingi. Yang ingin kukatakan, aku masih berani mempertaruhkan sepenggal hidupku untuk sekadar mencicip madu itu. Tapi, jika permintaan dari pemberi naungan memintaku untuk tetap berada di jalur itu, apakah harus kupaksakan rel kereta lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8111941679166693594-6250970079612968816?l=lilihprilianaripranowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/feeds/6250970079612968816/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2010/03/ba.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/6250970079612968816'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/6250970079612968816'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2010/03/ba.html' title='B/A'/><author><name>Noel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8111941679166693594.post-2415590505535618875</id><published>2010-03-08T00:30:00.000-08:00</published><updated>2010-03-08T01:41:23.451-08:00</updated><title type='text'>Mahasiswa ATW Solo Ciptakan Mobil Tenaga Surya Rp 10 Juta</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Solo - Sebagai salah satu terobosan penghematan BBM, karya cipta enam mahasiswa Akademi Teknik Warga (ATW) Surakarta ini layak dibicarakan. Mereka membuat mobil mini yang digerakkan dengan sel tenaga panas matahari. Harga seluruh komponen hanya berkisar Rp 10 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mobil mini dengan panjang 180 cm, lebar 120 cm dan tinggi 150 cm tersebut lebih menyerupai mobil golf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun yang membedakan adalah atapnya berupa dua lempeng solar sel yang digunakan untuk penyerap panas matahari sebagai pengisi energi empat buah accu kering yang dipasang di depan jok tunggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mobil tersebut dirakit dua tahun lalu sebagai tugas akhir enam mahasiswa jurusan elektro ATW Surakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil kreasi mahasiswa itulah salah satu dari karya mahasiswa yang dipamerkan ATW dalam Education Expo di Solo Square, 4 hingga 8 Maret 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang dosen ATW yang ikut menjaga stand, Agung Prasetyo, memaparkan bahwa prinsip dan cara kerja mobil tersebut menyerupai cara kerja sepeda listrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka memodifikasi sepeda motor listrik menjadi mobil, agar dua keping solar sel penangkap sinar matahari dapat terpasang di bagian atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua keping solar sel yang masing-masing berdaya 24 watt mengirimkan listrik untuk empat accu kering yang memiliki tegangan listrik 12 volt. Dengan menempatkan lempeng solar sel di bagian atap maka sambil berjalan listrik akan terisi jika cuaca panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pertimbangan ini karena sejauh ini di Indonesia belum ada medan induksi elektrik di sepanjang jalan. Sebenarnya jika sudah medan induksi elektrik, pengisian energi akan lebih mudah dan hemat. Analoginya seperti HP dengan fasilitas WiFi bisa mengisi daya sendiri tanpa harus melalui charger manual," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena mobil tersebut masih sangat sederhana maka hanya bisa dinaiki satu orang saja, untuk menghemat energi. Pada kondisi energi aki penuh dengan satu penumpang, mobil tersebut bisa berjalan 15 kilometer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Semua komponen yang dibutuhkan untuk membuat mobil sederhana tersebut hanya dibutuhkan dana sekitar Rp 10 juta. Masih sangat mungkin jika memang akan dikembangkan lebih lanjut," ujar Agung. ( mbr / ddn )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: htttp://detik.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8111941679166693594-2415590505535618875?l=lilihprilianaripranowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/feeds/2415590505535618875/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2010/03/mahasiswa-atw-solo-ciptakan-mobil.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/2415590505535618875'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/2415590505535618875'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2010/03/mahasiswa-atw-solo-ciptakan-mobil.html' title='Mahasiswa ATW Solo Ciptakan Mobil Tenaga Surya Rp 10 Juta'/><author><name>Noel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8111941679166693594.post-2207501928121487733</id><published>2010-03-01T00:26:00.000-08:00</published><updated>2010-03-01T00:51:47.071-08:00</updated><title type='text'>Tradisi Obor-Oboran</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/S4t_7RJgIiI/AAAAAAAAAX8/x7SDaW0pT98/s1600-h/wakakkakaka.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 128px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/S4t_7RJgIiI/AAAAAAAAAX8/x7SDaW0pT98/s200/wakakkakaka.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443585230799643170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);font-family:arial;" &gt;Tegalsambi--Jepara&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Desa Tegalmbi Kecamatan Kota Jepara ada tradisi yang dilakukan secara turun-temurun dan cukup unik, namanya Tradisi Sedekah Bumi Obor-Oboran. Tentu saja, kalau merujuk namanya, tradisi ini bisa dikategorikan sebagai tradisi yang cukup berbahaya, karena tradisi ini menggunakan alat wajib berupa nyala api dari obor bambu yang diisi minyak tanah kemudian dibakar.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:arial;"&gt;Warga Desa Tegalsambi sendiri banyak yang menyebut tradisi ini dengan Perang Obor atau adu kesaktian dengan saling memukulkan obor api yang menyala ke tubuh para pelakunya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"   style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti umumnya Upacara Sedekah Bumi, Tradisi Obor-Oboran ini pun memiliki mitos yang masih dipercaya banyak orang. Konon, Tradisi Obor-Oboran mulai dilakukan akibat ulah Ki Gemblong, salah seorang penggembala ternak di Desa Tegalsambi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisahnya pada zaman dulu di Desa Tegalsambi ada seorang petani kaya raya bernama Mbah Babadan. Petani ini memiliki banyak sekali hewan ternak. Bahkan, saking banyaknya jumlah ternak yang dimiliki, Mbah Babada pun tak mampu memelihara hewan-hewannya itu seorang diri. Akhirnya, seorang warga bernama Ki Gemblong menawarkan diri untuk memelihara hewan-hewan ternak Mbah Babadan. Kesepakatan pun dilakukan dan Ki Gemblong mulai memelihara ternak Mbah Babadan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepandaian Ki Gemblong memelihara ternak ternyata membuahkan hasil. Dalam waktu singkat hewan ternak yang dipeliharanya jumlahnya bertambah banyak, bahkan boleh dikata berlipat-lipat dan badannya gemuk-gemuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat keberhasilan memelihara hewan ternak, Mbah Babadan pun sangat gembira. Ia terus-menerus berterimakasih dan memuji-muji Ki Gemblong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, Ki Gemblong menggembalakan hewan-hewan ternaknya di tepi sungai. Ki Gemblong tiba-tiba terkejut karena di sungai itu banyak sekali ikannya. Melihat saking banyaknya ikan di sungai yang jernih itu, perut Ki Gemblong pun tiba-tiba terasa melilit lapar. Ki Gemblong pun memakan ikan tersebut dengan cara dibakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu ikan bakar yang diambil dari sungai itu dikunyahnya, Ki Gemblong terkejut bukan kepalang. Sebab ikan yang dimakannya terasa enak sekali. Ki Gemblong pun ketagihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itu, tiap hari Ki Gemblng selalu menggiring ternaknya ke tepi sungai dan ia meninggalkan hewan ternaknya begitu saja. Ki Gemblong asyik menangkap, membakar dan memakan daging ikan, sementara hewan ternaknya benar-benar dilupakan. Hingga pada suatu hari, hewan-hewan ternak yang digembala Ki Gemblong menjadi kurus-kurus bahkan banyak sekali yang sakit dan kemudian mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa ini akhirnya terdengar Mbah Babadan, maka Ki Gemblong pun dipanggilnya untuk menghadap. Rupanya Mbah Babadan marah melihat ulah Ki Gemblong. Mbah Babadan pun segera mengambil seikat daun kelapa kering dan membakarnya menjadi obor. Dengan obor itulah Mbah Babadan berkali-kali memukul kepala Ki Gemblong. Karena merasa sakit, Ki Gemblong segera bangkit dan melawan dengan obor pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata percikan api obor yang dipukul-pukulkan kedua orang itu ada yang membakar jerami yang ada di kandang. Kandang ternak itu pun akhirnya terbakar dan hewan ternak milik Mbah Babadan yang sedang sakit dan kurus-kurus lari tunggang langgang ketakutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itulah, masyarakat Desa Tegalsambi yakin bahwa untuk mengusir penyakit perlu dilakukan Tradisi Obor-Oboran. Prosesi ini masih acap digelar menjadi rangkaian Upacara Sedekat Bumi Desa Tegalsambi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu syarat untuk menggelar Tradisi Obor-Oboran sebelum upacara dimulai terlebih dulu harus disembelih seekor kerbau jantan yang belum pernah dipakai untuk membajak sawah. Selain itu, empat pusaka sakti milik Desa Tegalsambi wajib disiapkan di suatu tempat dan diberi sesaji bunga setaman. Bunga setaman bekas dipakai sesaji ini nantinya akan ditumbuk halus dan digunakan untuk menjadi semacam obat olesan bagi pelaku Perang Obor yang terkena luka bakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Wahyana Giri MC, &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Sajen &amp;amp; Ritual Orang Jawa (Sajen, Upacara Traadisi, dan Ngalab Berkah Tinggalan Para Leluhur yang Unik)&lt;/span&gt;, Yogyakarta: Narasi, 2010.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8111941679166693594-2207501928121487733?l=lilihprilianaripranowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/feeds/2207501928121487733/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2010/03/tradisi-obor-oboran.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/2207501928121487733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/2207501928121487733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2010/03/tradisi-obor-oboran.html' title='Tradisi Obor-Oboran'/><author><name>Noel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/S4t_7RJgIiI/AAAAAAAAAX8/x7SDaW0pT98/s72-c/wakakkakaka.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8111941679166693594.post-3874313666364373240</id><published>2010-02-26T23:54:00.000-08:00</published><updated>2010-02-27T00:26:19.584-08:00</updated><title type='text'>Tradisi Kalang Obong</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/S4jV3Vb8glI/AAAAAAAAAX0/BKFW5tUDQ_4/s1600-h/mataram08-05.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 141px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/S4jV3Vb8glI/AAAAAAAAAX0/BKFW5tUDQ_4/s200/mataram08-05.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5442835296301122130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Yogyakarta--Jawa Tengah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi masyarakat keturunan Kalang, tentu tidak asing dengan Tradisi Kalang Obong. Konon, tradisi ini memang merupakan bagian ritual yang dijalani masyarakat keturunan Kalang. Prosesi Tradisi Kalang Obong berupa upacara membakar boneka mirip manusia disertai berbagai benda-benda tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh keturunan Kalang sendiri, tradisi ini dimaksudkan untuk selamatan atau kirim doa bagi arwah orang yang sudah meninggal. Makanya, pembakaran boneka selalu disertai dengan membakar benda-benda yang paling disukai milik orang yang sudah meninggal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost" style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;Tradisi Kalang Obong dilakukan bersamaan dengan upacara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nyewu&lt;/span&gt; atau selamatan seribu hari orang yang sudah meninggal. Sepintas Tradisi Kalang Obong memang mirip Ritual Ngaben di Balil. Hal ini sangat wajar sebab keberadaan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wong&lt;/span&gt; Kalang di Jawa Tengah dan Yogyakarta tidak bisa dipisahkan dengan sejarah masyarakat Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon, pada bab 17 banyak orang Bali yang dipekerjakan di Keraton Mataram sebagai ahli ukir dan pertukangan kayu. Tukang ukir dan kayu yang dipekerjakan ini kemudian membentuk kelompok sendiri yang kemudian terkenal dengan sebutan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wong&lt;/span&gt; Kalang (orang Kalang). Dan tempat mereka bermukim pun akirnya disebut Desa Kalangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wong&lt;/span&gt; Kalang pada zaman pemerintahan Sultan Agung terkenal sangat ulet dan gigih, hingga ketika Sultan Agung menyerang Batavia banyak wong Kalang yang diikutkan. Selain terkenal sebagai ahli ukir dan pertukangan kayu, di kalangan prajurit atau pasukan perang, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wong&lt;/span&gt; Kalang biasanya dipilih sebagai pasukan infanteri. Pilihan ini cukup beralasan sebab &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wong&lt;/span&gt; Kalang terkenal sangat tangguh dalam menghadapi medan tersulit sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cikal bakal &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wong&lt;/span&gt; Kalang di Yogyakarta berasal dari seorang tukang ukir kayu bernama Jaka Sana. Lelaki dari kasta Sudra itu pernah mendapat pekerjaan untuk membangun istana baru di Kedaton Pleret, Bantul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat menjalankan tugasnya membuat istana itulah Jaka Sana menjalin hubungan dengan putri Raja Mataram yang bernama Ambarluwung. Percintaan keduanya rupanya terlanjur dalam dan tak bisa dipisahkan. Jaka Sana pun akhirnya menghadap Sultan Agung untuk melamar Ambarluwung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di luar dugaan, lamaran lelaki Sudra itu ternyata diterima Sultan Agung hanya dengan syarat Jaka Sana harus masuk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaka Sana menerima syarqat itu dan mereka pun akhirnya mjenikah. Tetapi, Jaka Sana tetap menyadari bila dirinya berasal dari Kasta Sudra, maka ia pun enggan tinggal di istana. Mereka memilih menetap di daerah Petanahan Kebumen, Jawa Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah, kenapa Tradisi Kalang Obong mirip upacara Ngaben di Bali. Bedanya, jasad yang dibakar pada Tradisi Kalang Obong hanya berupa "puspa" atau boneka yang terbuat dari kayu jati dan doa-doa yang diucapkan pun, berupa doa-doa Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaji atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;uborampe&lt;/span&gt; Tradisi Kalang Obong cukup rumit, sedikitnya ada 16 mjacam sesaji yang harus disediakan. Sesaji itu antara lain jajan pasar, kembang setaman, aneka daun, ingkung ayam, 32 jenis nasi tumpeng ditambah dengan alat tukang kayu dan tenun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaji penting yang tidak boleh ditinggalkan adalah kerbau dan itik. Hewan ini dimaksudkan sebagai hewan tunggangan bagi roh orang yang sudah meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prosesi Tradisi Kalang Obong dimulai dengan doa-doa tahlil, baru kemudian dilanjutkan dengan Upacara Ngendhek-endheki, yakni seluruh cucu dan anggota keluarga berputar mengelilingi kerbau sesaji sebanyak 7 kali dengan membawa aneka sesaji dan "puspa".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prosesi dilanjutkan Upacara Nasi Kuku, yakni Sang Duku menjual nasi gurih dan harus dibeli oleh keluarga almarhum untuk diikutkan di-obong (dibakar). Prosesi diakhiri dengan Upacara Obong, yakni membakar "puspa" dan pancake. Abu hasil bakaran tersebut kemudian dilabuh ke sungai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diambil dari buku &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0); font-style: italic;"&gt;Sajen &amp;amp; Ritual Orang Jawa (Sajen, Upacara Tradisi, dan Ngalab Berkah Tinggalan Para Leluhur yang Unik)&lt;/span&gt;, Yogyakarta: Narasi, 2010, hlm. 65-67)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8111941679166693594-3874313666364373240?l=lilihprilianaripranowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/feeds/3874313666364373240/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2010/02/tradisi-kalang-obong.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/3874313666364373240'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/3874313666364373240'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2010/02/tradisi-kalang-obong.html' title='Tradisi Kalang Obong'/><author><name>Noel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/S4jV3Vb8glI/AAAAAAAAAX0/BKFW5tUDQ_4/s72-c/mataram08-05.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8111941679166693594.post-6233910955337775586</id><published>2009-12-31T19:06:00.000-08:00</published><updated>2009-12-31T19:26:43.773-08:00</updated><title type='text'>10 Cuaca Paling Aneh Di Dunia</title><content type='html'>&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Sea Monster or Spinning Water?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/Sz1qwLEmGMI/AAAAAAAAAWk/1fdvHLu8a2o/s1600-h/top10_weather_rain_fish.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/Sz1qxo0Pz3I/AAAAAAAAAXE/H13O69WUeYo/s1600-h/top10_weather_whirlwind.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 135px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/Sz1qxo0Pz3I/AAAAAAAAAXE/H13O69WUeYo/s200/top10_weather_whirlwind.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5421606927426637682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Monster Loch Ness mu&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;ngkin hanya pusaran air &lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;yang terlalu aktif. Angin puyuh&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; kecil, biasanya disebut water devi&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;l, bisa terbentuk diatas air hangat, membawa air ke atas dan membentuk semacam saluran di &lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;atas per&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;mukaan air.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Water devil ini bisa be&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;rputar-putar tak beraturan, kadang mengeluarkan suara&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; desis dan blekutuk blekutuk (ada yang ngerti blekutuk-blekutuk? Hehehe. Suara semacam buble gitu lah). Suara berisiknya&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; ini ditambah bentuk seperti leher yang panjang bisa memberi kesan orang yang melihat bahwa ada monster laut mulai muncul mau makan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Ice Fall / Bomb&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/Sz1oDDElEYI/AAAAAAAAAWc/198AODxqGIU/s1600-h/top10_weather_ice_fall.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 135px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/Sz1oDDElEYI/AAAAAAAAAWc/198AODxqGIU/s200/top10_weather_ice_fall.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5421603927997354370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Banyak orang yang pernah merasakan berada di tengah badai besar tahu mengena&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;i bongkah atau potongan es , bias&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;anya besarnya tidak lebih dari bola softball, yang berjatuhan dari awan badai. Tapi jarang yang menjumpai ukuran lebih besar dari bola softball (rekor seberat 80 pon) jatuh dari langit, &lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;membuat orang terkejut lalu hancur berkeping-keping waktu sampai ke tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih misterius bongkah raksasa&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; kadang jatuh padahal tidak ada awan di langit. Beberapa kejadian mungkin tercatat jatuh dari pesawat, tapi lebih banyak yang tidak diketahui apa penyebabnya&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. St. Elmo's fires&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/Sz1qw0OuQfI/AAAAAAAAAW0/sHehZI7hNjo/s1600-h/top10_weather_st_elmos_fire.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 156px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/Sz1qw0OuQfI/AAAAAAAAAW0/sHehZI7hNjo/s200/top10_weather_st_elmos_fire.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5421606913310605810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Selama terjadai badai petir, banyak orang melaporkan melihat bola-bola api, menari di atas kapal, galah panjang, tanduk sapi. Bola kecil, dan berkilauan ini disebut api St. Elmo. Lecutan listrik statis yang terjadi sepanjang badai petir dan menyambar obyek yang tinggi. Ini bisa terjadi sebelum petir menyambar.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Sprites, Jets and Elves, Oh My!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama bertahu&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/Sz1oB05RkUI/AAAAAAAAAWE/XdReE5tYIco/s1600-h/top10_weather_blue_jets.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 135px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/Sz1oB05RkUI/AAAAAAAAAWE/XdReE5tYIco/s200/top10_weather_blue_jets.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5421603907011973442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;n-tahun, para pilot telah melaporkan melihat kilatan cahaya berwarna aneh&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; dari puncak awan badai, biasanya banyak yang sangsi, tapi sekarang ilmuwan sudah menemukan bukti bahwa tipe petir aneh ini benar-benar ada. Peri merah (red sprites) adalah kilatan cahaya merah yang naik setinggi 50 mil &lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;di atas bumi, biasanya muncul berbarengan 2 atau lebih.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Sepupu mereka blu jet, adalah sinar kebiru-biruan berbentuk kerucut yang letaknya di atmosfir lebih rendah dari peri merah. Terjadi pada saat berbarengan dengan peri merah adalah elves, berben&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;tuk kue dadar yang menyala merah terbentuk dari panasnya petir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. Whirlwinds of Fire&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/Sz1oC3hTO0I/AAAAAAAAAWU/onnbsC8jqG0/s1600-h/top10_weather_dust_devil.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 153px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/Sz1oC3hTO0I/AAAAAAAAAWU/onnbsC8jqG0/s200/top10_weather_dust_devil.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5421603924896594754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Meski yang ini tidak seganas tornado, dust evil bisa keliatan serem. Angin beliung ini, adalah versi kecil dari tornado yan&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;g berasal dari panas yang ekstrem di tanah, dan menyebabkan udara di atasnya naik dan angin yang menyebabkan udara yang naik berputar.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Angin puting beliung ini akan membawa debu-debu di tanah, makanya dinamai dust evil. Sodaranya yang lebih ngeri adalah fire evil, yang terbentuk dari panas yang ekstrim dan membentuk putaran api yang menyala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6. Once in a Blue Moon&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/Sz1oCaFy5EI/AAAAAAAAAWM/GyxLahJXXVo/s1600-h/top10_weather_blue_moon.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 135px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/Sz1oCaFy5EI/AAAAAAAAAWM/GyxLahJXXVo/s200/top10_weather_blue_moon.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5421603916996600898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Pikirkan istilahnya, Bulan biru…Hmmm..biasanya sih merujuk pada kejadian dua setengah tahunan waktu purnama terjadi dua kali sebulan, jarang banget terjadi bulan keliatan biru. Kebakaran hutan dan letusan gunung bisa menyemburkan abu dan jelaga ke atmosfir dimana ini akan bercampur dengan tetesan air. Campuran ini bisa terbawa angin ribuan mil berkeliling dunia dan kadang-kadang membiaskan cahaya bulan dan membuatnya tampak kebiru-biruan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;7. Seeing Triple&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/Sz1qxcE24YI/AAAAAAAAAW8/L_VrZBmM3Hc/s1600-h/top10_weather_sundogs.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 135px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/Sz1qxcE24YI/AAAAAAAAAW8/L_VrZBmM3Hc/s200/top10_weather_sundogs.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5421606924006646146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Meski cuaca lagi cerah, mataharinya terang banget, langit bisa memberi kejutan, setidaknya untuk mata. Jika matahari dekat banget de&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;ngan horizon dan ada awan cirrus di langit, kadang matahari bisa muncul terpantul di kedua sisinya juga, sehingga memberi kesan tiga matahari muncul berbarengan di langit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawai, Matahari ‘hantu’ ini sebenarnya warna cerah dari titik cahaya yang diciptakan oleh matahari yang dibelokkan oleh kristal di awan yang tinggi. Fenomena pandangan mata yang umum tapi nggak selalu muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;8. The sky is bleeding&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/Sz1qwhLw1NI/AAAAAAAAAWs/LCa2EEzL93Q/s1600-h/top10_weather_red_rain.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 135px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/Sz1qwhLw1NI/AAAAAAAAAWs/LCa2EEzL93Q/s200/top10_weather_red_rain.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5421606908197917906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Darah menetes dari langit kedengarannya kok kayak film horor Hollywood yah? Tapi hujan berwarna merah tua dilaporkan sejak jaman ancient Roman. Meski hujan ini membuat ngeri orang-orang, hujan ini sebenarnya bukan darah. Ini disebabkan oleh debu atau pasir yang tertiup ke atmosfir dan terbawa oleh angin de&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;ngan jarak yang sangat jauh akhirnya bercampur dengan awan hujan dan memberi warna pada hujan itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Eropa hujan merah ini biasanya diwarnai oleh debu yang terbawa menyebrangi benua berasal dari badai pasir Sahara. Hujan berwarna yang lain bisa terjadi karena obyek-obyek lain (pollen bisa membuat hujan kuning, debu dari tambang batu bara bisa membuat hujan hitam, bahkan beberapa debu bisa membuat hujan susu putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;9. Greats Balls is Fire&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/Sz1oBvDQA-I/AAAAAAAAAV8/BV1S-9jJEVo/s1600-h/top10_weather_ball_lightning.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 135px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/Sz1oBvDQA-I/AAAAAAAAAV8/BV1S-9jJEVo/s200/top10_weather_ball_lightning.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5421603905443202018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Selama berabad-abad, orang-orang melaporkan keanehan listrik menyerang rumah mereka, biasanya selama badai petir. Bola api, ukurannya macam-macam bisa sebesar bola golf sampai bola sepak, kadang melayang selama badai , nggak diragukan lagi bakal mengejutkan orang yang mengalami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebut ball lightning, nggak berbau, nggak memancarkan panas, dan sedikit berisik. Ini biasanya menghilang dengan suara ‘pop’ kalau berbenturan dengan barang elektronik kayak TV misal, tapi kadang bisa meledak hebat dan menyebabkan kebakaran. Bukan saja membuat orang2 heran, ilmuwan pun juga, soalnya nggak ada penjelasan ilmiah gimana ini terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;10. Raining Fish and Frogs&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/Sz1qwLEmGMI/AAAAAAAAAWk/1fdvHLu8a2o/s1600-h/top10_weather_rain_fish.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 135px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/Sz1qwLEmGMI/AAAAAAAAAWk/1fdvHLu8a2o/s200/top10_weather_rain_fish.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5421606902262274242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Dari California ke England ke India, orang-orang secara berkala melaporkan adanya hujan aneh. Hujan binatang-binatang kecil semacem ikan, kodok, ular kadang-kadang terjadi tanpa diduga, bahkan jauh dari area perairan loh. Tornado di atas air bisa berputar dan membawa serta air, dan apapun yang ada didalamnya, ke atas awan. Angin yang kuat bisa membawa muatan ini ke jarak yang jauh sebelum membuangnya diatas orang-orang yang tidak terduga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(www.apakabardunia.com)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8111941679166693594-6233910955337775586?l=lilihprilianaripranowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/feeds/6233910955337775586/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/12/10-cuaca-paling-aneh-di-dunia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/6233910955337775586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/6233910955337775586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/12/10-cuaca-paling-aneh-di-dunia.html' title='10 Cuaca Paling Aneh Di Dunia'/><author><name>Noel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/Sz1qxo0Pz3I/AAAAAAAAAXE/H13O69WUeYo/s72-c/top10_weather_whirlwind.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8111941679166693594.post-4551113954261805267</id><published>2009-12-05T17:47:00.000-08:00</published><updated>2009-12-05T18:03:16.537-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><title type='text'>Saya Pasti Kembali Ke Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/SxsQxDyekdI/AAAAAAAAAVE/MC_3ny53GYk/s1600-h/ali+sucipto.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 148px; height: 198px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/SxsQxDyekdI/AAAAAAAAAVE/MC_3ny53GYk/s200/ali+sucipto.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411937812232442322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Lahir di Palembang tahun 1987, lelaki ini pernah mengharumkan bangsa Indonesia ketika memenangkan medali emas dalam Olimpiade Fisika Internasional 2005 dan Olimpiade Fisika Asia 2005.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam Olimpiade Fisika Internasional (nama resmi: International Phisics Olympiad atau IPhO) ke-36 di Salamanca, Spanyol pada 3-12 Juli 2005, Ali Sucipto berhasil meraih medali emas dengan nilai 46,80 (nilai sempurna 50). Dalam ajang kompetisi yang diikuti 340 peserta dari 76 negara tersebut, Tim Olimpiade Fisika Indonesia berhasil meraih 2 medali emas dan 3 perunggu. Medali emas diperoleh Ali Sucipto (SMA Xaverius 1 Palembang) dan Andhika Putra (SMA Sutomo 1 Medan), sedangkan medali perunggu diperoleh Purnawirman (SMA Negeri 1 Pekanbaru), Michael Adrian (SMA Regina Pacis Bogor), dan Ario Prabowo (SMU Taruna Nusantara Magelang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, Ali Sucipto juga berhasil meraih emas dalam Olimpiade Fisika Asia (nama resmi: Asian Phisics Olympiad atau APhO) ke-6 di Pekanbaru, Riau pada 26 April-1 Mei 2005. Tim Olimpiade Fisika Indonesia berhasil menyabet 4 medali emas, 1 perak, 2 perunggu, dan 1 honorable mention. Ali Sucipto (SMA Xaverius 1 Palembang), Andhika Putra (SMA Sutomo 1 Medan), Purnawirman (SMA Negeri 1 Pekanbaru), dan Michael Adrian (SMA Regina Pacis Bogor) memperoleh medali emas. Yongki Utama (SMA Dian Harapan Tangerang) memperoleh medali perak, serta Ario Prabowo (SMA Taruna Nusantara Magelang) dan Thomas Alfa Edison (SMA Negeri 3 Bandung) memperoleh medali perunggu. Prestasi ini menempatkan Indonesia pada peringkat dua, sedangkan juara umum berhasil direbut China dengan meraih 7 medali emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas prestasi yang dicapainya, Ali Sucipto memperoleh beasiswa di Universitas Teknologi Nanyang (Nanyang Technologica University), Singapura. Dan ini yang patut untuk dibanggakan. Ketika ia mendapat beasiswa kuliah ke luar negeri, ia berpesan, "Saya pasti kembali ke Indonesia." Yang pasti dari pernyataan itu, ia ingin kembali membangun Indonesia.&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Lilih Prilian Ari Pranowo&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8111941679166693594-4551113954261805267?l=lilihprilianaripranowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/feeds/4551113954261805267/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/12/saya-pasti-kembali-ke-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/4551113954261805267'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/4551113954261805267'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/12/saya-pasti-kembali-ke-indonesia.html' title='Saya Pasti Kembali Ke Indonesia'/><author><name>Noel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/SxsQxDyekdI/AAAAAAAAAVE/MC_3ny53GYk/s72-c/ali+sucipto.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8111941679166693594.post-6987277739435946829</id><published>2009-10-27T17:35:00.000-07:00</published><updated>2009-10-27T17:42:35.982-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Karya Buku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buku'/><title type='text'>Biografi Politik Susilo Bambang Yudhoyono</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/SueSkolIRhI/AAAAAAAAAU0/vMa_9hpjVaM/s1600-h/cover+biografi+politik+sby.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 128px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/SueSkolIRhI/AAAAAAAAAU0/vMa_9hpjVaM/s200/cover+biografi+politik+sby.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397443836492924434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;:: oleh &lt;a href="http://djokoawcollection.blogspot.com/2009/10/biografi-politik-susilo-bambang.html"&gt;Djoko Adi Waluyo&lt;/a&gt; ::&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Garda Maeswara, &lt;/span&gt;penulis buku ini, sengaja membentang biografi SBY dengan citarasa yang dekat dengan politik. Oleh karenanya buku yang dikreasi ini berjudul &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Biografi Politik&lt;/span&gt;. Ketika muda SBY diunggah tuntas oleh buku ini, juga romantika kehidupan politik yang dialami juga tidak luput tercermati. Hubungan yang kurang harmonis dengan Ibu Mega juga terbentang di buku ini. Entah merupakan suplement atau memang dirancang, buku ini juga menyertakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Partai Demokrat. Sebenarnya yang dibahas di buku ini bukan spesial yang terkait dengan politik, namun secara keseluruhan pribadi SBY.&lt;br /&gt;Bab yang dibahas dalam buku ini, antara lain: &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; *&lt;br /&gt;   Masa muda, Masa Pembentukan Karakter&lt;br /&gt; *&lt;br /&gt;   Karier Mentereng Sang "Thinking General"&lt;br /&gt; *&lt;br /&gt;   SBY Politik&lt;br /&gt; *&lt;br /&gt;   Karier Awal SBY di Kancah Politik Indonesia&lt;br /&gt; *&lt;br /&gt;   Digandeng Megawati Duduk di Kabinet Gotong Royong&lt;br /&gt; *&lt;br /&gt;   Konflik SBY-Megawati&lt;br /&gt; *&lt;br /&gt;   Maju dalam Pemiloihan Presiden 2004&lt;br /&gt; *&lt;br /&gt;   Bersama Kita Bisa&lt;br /&gt; *&lt;br /&gt;   Dan Pesta Rakyat pun Digelar&lt;br /&gt; *&lt;br /&gt;   Diserang Balik Menyerang&lt;br /&gt; *&lt;br /&gt;   Presiden Pertama Pilihan Rakyat&lt;br /&gt; *&lt;br /&gt;   Ujian Bagi Pemerintahan Presiden SBY&lt;br /&gt; *&lt;br /&gt;   Mewujudkan Perdamaian di Aceh&lt;br /&gt; *&lt;br /&gt;   BBM Melangit&lt;br /&gt; *&lt;br /&gt;   Undang-undang Kontroversial&lt;br /&gt; *&lt;br /&gt;   Sibuk Menampik Fitnah&lt;br /&gt; *&lt;br /&gt;   Saatnya Cerai dengan IMF dan CGI&lt;br /&gt; *&lt;br /&gt;   Agenda Pemberantasan Korupsi&lt;br /&gt; *&lt;br /&gt;   Keretakan Duet SBY-JK&lt;br /&gt; *&lt;br /&gt;   Kontroversi Daftar "100 Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia 2009" Versi Time&lt;br /&gt; *&lt;br /&gt;   Pemilu 2009: Pagelaran Pesta Rakyat lagi&lt;br /&gt; *&lt;br /&gt;   Kenapa Boediono&lt;br /&gt; *&lt;br /&gt;   SBY, Boediono, dan Neo Liberal&lt;br /&gt; *&lt;br /&gt;   Melacak Kedekatan SBY ke "kanan": Jejak - Jejak Neoliberal di Indonesia&lt;br /&gt; *&lt;br /&gt;   Kebijakan-Kebijakan Neolib SBY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data buku&lt;br /&gt;JUDUL: Biografi Poltik Susilo Bambang Yudhoyono&lt;br /&gt;PENULIS: Garda Maeswara&lt;br /&gt;PENERBIT: Narasi Jl. Iraian Jaya D-24 Perum Nogotirto II, Yogyakarta 5592. Telp: 0274: 7103084. E-mail: penerbitnarasi@yahoo.com&lt;br /&gt;ISBN: 978-979-168-175-9&lt;br /&gt;TEBAL: 256 halaman; 15 x 23 cm&lt;br /&gt;CETAKAN: Pertama 2009.&lt;br /&gt;[LAMPIRAN]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; *&lt;br /&gt;   Keluarga SBY&lt;br /&gt; *&lt;br /&gt;   Keluarga Besan SBY&lt;br /&gt; *&lt;br /&gt;   Orang-orang Terdekat&lt;br /&gt; *&lt;br /&gt;   Visi Misi Partai Demokrat&lt;br /&gt; *&lt;br /&gt;   Anggaran Dasar Partai Demokrat&lt;br /&gt; *&lt;br /&gt;   Anggaran Rumah Tangga Partai Demokrat&lt;br /&gt; *&lt;br /&gt;   Surat Pengesahan Partai Demokrat&lt;br /&gt; *&lt;br /&gt;   Struktur Organisasi Partai Demokrat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;(Lilih Prilian Ari Pranowo)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8111941679166693594-6987277739435946829?l=lilihprilianaripranowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://djokoawcollection.blogspot.com/2009/10/biografi-politik-susilo-bambang.html' title='Biografi Politik Susilo Bambang Yudhoyono'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/feeds/6987277739435946829/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/10/biografi-politik-susilo-bambang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/6987277739435946829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/6987277739435946829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/10/biografi-politik-susilo-bambang.html' title='Biografi Politik Susilo Bambang Yudhoyono'/><author><name>Noel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/SueSkolIRhI/AAAAAAAAAU0/vMa_9hpjVaM/s72-c/cover+biografi+politik+sby.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8111941679166693594.post-2543483108357708132</id><published>2009-10-27T17:25:00.000-07:00</published><updated>2009-10-27T17:35:26.505-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Karya Buku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buku'/><title type='text'>Biografi Politik Susilo Bambang Yudhoyono</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/SueRblHoiGI/AAAAAAAAAUs/sw4vIbmdOxk/s1600-h/cover+biografi+politik+sby.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 128px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/SueRblHoiGI/AAAAAAAAAUs/sw4vIbmdOxk/s200/cover+biografi+politik+sby.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397442581433452642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Judul: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Biografi Politik Susilo Bambang Yudhoyono&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Garda Maeswara&lt;br /&gt;Penerbit: Narasi&lt;br /&gt;Tebal: 256 hal&lt;br /&gt;Harga: 60.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Pensiun dini dari TNI itu perasaan yang paling berat dalam hidup saya. Saya begitu mencintai TNI. Saya hidup dan tumbuh di militer. Istri saya waktu itu menangis. Batin saya berat sekali. Tapi itu sudah suratan nasib, dan saya terima."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;-&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Susilo Bambang Yudhoyono&lt;/span&gt;-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemunculan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Susilo Bambang Yudhoyono&lt;/span&gt; di kancah politik Indonesia memang sedikit serupa dengan kemunculan Soeharto ketika menggantikan Soekarno di tahun 1967. Ketika itu, tahun 1998, dua kubu yang saling bersaing memperebutkan pengaruh, yaitu &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Wiranto&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Prabowo&lt;/span&gt;. Bentrok antara keduanya memunculkan kesempatan bagi &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Susilo Bambang Yudhoyono&lt;/span&gt; untuk naik ke permukaan. Lahir sebagai anak dari pasangan R. Soekotjo dan Siti Habibah, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Susilo Bambang Yudhoyono&lt;/span&gt; masih memiliki trah keturunan dari Sultan Hamengkubuwono II dan garis silsilah dari Pakubuwono.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Namun, siapa menyangka di balik kisah kehebatannya, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Susilo Bambang Yudhoyono&lt;/span&gt; adalah anak hasil broken home. Kedua orangtuanya bercerai saat dia menginjak usia remaja. Meskipun besar sebagai anak broken home yang jauh dari kata kemewahan, namun dia mampu menepis semua itu dan membuktikannya dengan satu kata: berhasil. Terbukti, selama dasawarsa terakhir ini, karier politik &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Susilo Bambang Yudhoyono&lt;/span&gt; semakin cemerlang. Bahkan, dia adalah satu-satunya presiden yang dipilih langsung oleh rakyat periode 2004-2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama empat tahun, masa pemerintahannya diwarnai dinamika kehidupan berbangsa. Ada yang mencela dan mengkritik kebijakannya, ada pula yang senang padanya. Dan kini, ia terpilih kembali sebagai Presiden RI periode 2009-20014.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa sebenarnya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Susilo Bambang Yudhoyono&lt;/span&gt;? Bagaimana kiprah politiknya selama dasawarsa terakhir ini, terutama sejak ia menjabat sebagai Presiden RI periode 2004-2009? Apakah ia akan menerapkan kebijakan-kebijakan yang sama?&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;(Lilih Prilian Ari Pranowo)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8111941679166693594-2543483108357708132?l=lilihprilianaripranowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/feeds/2543483108357708132/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/10/judul-biografi-politik-susilo-bambang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/2543483108357708132'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/2543483108357708132'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/10/judul-biografi-politik-susilo-bambang.html' title='Biografi Politik Susilo Bambang Yudhoyono'/><author><name>Noel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/SueRblHoiGI/AAAAAAAAAUs/sw4vIbmdOxk/s72-c/cover+biografi+politik+sby.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8111941679166693594.post-6793649373552070422</id><published>2009-10-27T17:07:00.000-07:00</published><updated>2009-10-29T02:36:15.454-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Karya Buku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buku'/><title type='text'>30 Tokoh Penemu Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/SulhvXi7zeI/AAAAAAAAAU8/br5FUQUVNaE/s1600-h/30+tokoh+penemu+indonesia+revis+convert.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 129px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/SulhvXi7zeI/AAAAAAAAAU8/br5FUQUVNaE/s200/30+tokoh+penemu+indonesia+revis+convert.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397953094782537186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Judul: 30 Tokoh Penemu Indonesia&lt;br /&gt;Penulis: Lilih Prilian Ari Pranowo&lt;br /&gt;Penerbit: Narasi&lt;br /&gt;Tebal: 124 hal&lt;br /&gt;Harga: 28.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yeah, I can do something here. I can do something!"&lt;br /&gt;(Evvy Kartini, Penemu Penghantar Listrik Berbahan Gelas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal teknologi, banyak orang menilai bahwa Indonesia kalah dan ketinggalan dengan negara lain. Hal ini dikarenakan orang-orang Indonesia lebih suka memakai teknologi canggih temuan luar negeri, ketimbang harus pusing membuat temuan-temuan tandingan. Inilah yang menyebabkan citra bangsa ini sebagai bangsa konsumtif, yang suka sekali belanja.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Padahal, jika ditelisik lebih lanjut, penilaian seperti itu tidak sepenuhnya benar. Di antara beratus juta penduduk, ada juga orang-orang Indonesia--tersembunyi dari masyarakat kebanyakan yang memberikan sumbangsih berupa temuan-temuan teknologi -meski hanya berupa temuan kecil. Ini yang masih tidak banyak diketahui orang-orang Indonesia. Apalagi, kisah tentang mereka jarang terdengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit berbeda dengan penemu-penemu luar negeri yang memiliki latar belakang dunia akademis, penemu asal Indonesia ini ada yang berasal dari akademis dan non akademis. Hebat bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku 30 Tokoh Penemu Indonesia ini memberikan sedikit gambaran tentang penemu-penemu Indonesia, yang kisa dan temuannya kerap tercecer dari ingatan orang banyak. Bagaimana kisah-kisah temuan itu bermula? Siapakah para penemu Indonesia itu?&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;(Lilih Prilian Ari Pranowo)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8111941679166693594-6793649373552070422?l=lilihprilianaripranowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.bukabuku.com/browse/bookdetail/64034/30-tokoh-penemu-indonesia.html' title='30 Tokoh Penemu Indonesia'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/feeds/6793649373552070422/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/10/30-tokoh-penemu-indonesia.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/6793649373552070422'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/6793649373552070422'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/10/30-tokoh-penemu-indonesia.html' title='30 Tokoh Penemu Indonesia'/><author><name>Noel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/SulhvXi7zeI/AAAAAAAAAU8/br5FUQUVNaE/s72-c/30+tokoh+penemu+indonesia+revis+convert.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8111941679166693594.post-4767807382027179322</id><published>2009-10-18T08:36:00.000-07:00</published><updated>2009-10-18T08:58:56.509-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Duit'/><title type='text'>Kumpul Blogger</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://kumpulblogger.com/"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 60px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/Sts5m6ergNI/AAAAAAAAAUk/085pjWyDj4A/s200/kumopul+blogger.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393968319402049746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sudah lama sebetulnya saya mendengar tentang nama ini yang juga saya jadikan judul posting kali ini. &lt;a href="http://kumpulblogger.com/"&gt;KumpulBlogger&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Apa itu KumpulBlogger? Mulanya saya hanya lihat di blog-blog yang saya kunjungi. Namun, saya masih kosong, tidak tahu-menahu apa-apa, lantaran memang enggan bolak-balik ke warnet hanya untuk menongkrongi (baca: ngejogros) di depan layar monitor cuma ceklak-ceklik mengupdate pengetahuan saya soal hal beginian. Di samping mahal, waktu yang dibutuhkan untuk kebutuhan ini bisa dialihkan untuk lainnya. Tapi, nama itu tak hilang dari ingatan saya, selepas beberapa tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, saya mulai mencari-cari lagi sebenarnya apa itu KumpulBlogger. Dan inilah yang saya dapatkan. Dinukil dari situsnya langsung, tanpa saya hilangkan satu baris pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Apa itu KumpulBlogger.com?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Jaringan Blogger Indonesia untuk mendapatkan alternatif penghasilan tambahan, dengan cara menyediakan spot/ruangan pada blognya sebagai tempat menyampaikan pesan komersial dari Advertiser&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beriklan melalui Jaringan KumpulBlogger.com sama saja dengan beriklan melalui beberapa Blog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204); font-weight: bold;"&gt;Apa itu Pay Per Unique Click?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pay Per Unique Click adalah metode pembayaran dimana advertiser hanya perlu membayar untuk setiap 1 Unik IP address yang melakukan klik pada materi iklan/promotional/publishing/advertising yang tersebar pada blog di jaringan KumpulBlogger.com, hal ini untuk menghindari click-fraud/click-abuse.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Siapa di belakang KumpulBlogger.com ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KumpulBlogger.com dikelola oleh Kukuh TW, ini Website/blognya, ini emailnya, Facebooknya, Twitter-nya, ini kronologger-nya, Multiply-nya , Plurk-nya, Jaiku-nya, Friendster-nya, FriendFeed-nya, (add gw aja di layanan social media itu), design dibantu oleh Jauhari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penasaran dengan situs KumpulBlogger ini? Silakan langsung cabut untuk melihatnya lebih lanjut...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8111941679166693594-4767807382027179322?l=lilihprilianaripranowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/feeds/4767807382027179322/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/10/kumpul-blogger.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/4767807382027179322'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/4767807382027179322'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/10/kumpul-blogger.html' title='Kumpul Blogger'/><author><name>Noel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/Sts5m6ergNI/AAAAAAAAAUk/085pjWyDj4A/s72-c/kumopul+blogger.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8111941679166693594.post-123033561471080470</id><published>2009-10-16T19:47:00.000-07:00</published><updated>2009-10-17T11:51:56.849-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Cerita Pendek (5)</title><content type='html'>Seolah kehilangan daya hidup seorang lelaki merasa lemah dan rapuh. Ajaran yang didapatnya ketika kecil, bahwa lelaki harus kuat dan tak boleh menangis itu kini dilupakannya. Tersedu-sedu ingin mati. Serasa dunia menimpa dirinya seorang diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang wanita galak datang. Ia adalah kawan bagi sang lelaki lemah dan rapuh. Menemukan kawan lelaki terbaring di atas tanah, ia menghampirinya. Ditanyanya lelaki itu, "Kenapa kamu?"&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tak ada sahutan. Ditanya lagi lelaki itu, "Kenapa kamu?" Tak terdengar juga sahutan. Kesal hati si wanita galak. Diangkatnya kepala lelaki yang sudah tiada daya upaya itu, dan ditanyanya sekali lagi. "Kenapa kamu?!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru si lelaki menjawab, "Aku lelah. Aku ingin akhiri hidup. Sudah tak menyenangkan lagi. Sudah tak menantang. Semangat kehidupanku menghilang. Menguap berubah bentuk menjadi energi hidup bagi yang lain."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar kata-kata itu, si wanita marah luar biasa. Ditamparnya lelaki itu dengan kata-kata yang dashyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu ini kenapa sih? &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Kamu minta kekuatan, Tuhan sudah beri kamu masalah. Kamu minta kesabaran, Tuhan beri kamu cobaan. Kamu minta kaya, Tuhan beri kamu hutang untuk kamu lunasi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Dengan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;kata-kata itu, sang lelaki bangkit, ia bersemangat lagi. Kelak ia menuliskannya untuk dibagikannya pada orang-orang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8111941679166693594-123033561471080470?l=lilihprilianaripranowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/feeds/123033561471080470/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/10/cerita-pendek-5.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/123033561471080470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/123033561471080470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/10/cerita-pendek-5.html' title='Cerita Pendek (5)'/><author><name>Noel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8111941679166693594.post-4004917368669185420</id><published>2009-10-15T08:33:00.000-07:00</published><updated>2009-10-16T17:56:09.899-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>Cerita Pendek (4)</title><content type='html'>Seorang lelaki tampan tengah membodohi seorang wanita berambut sebahu yang memakai kaus merah ketat dan raut rupanya semirip singa. Dia celingak-celinguk mencari namanya di blog ini. Tapi ketika namanya ada di salah satu posting blog ini dia misuh-misuh.... MISUH! Selesai&lt;span id="fullpost"&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;(Lilih Prilian Ari Pranowo)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8111941679166693594-4004917368669185420?l=lilihprilianaripranowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/feeds/4004917368669185420/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/10/cerita-pendek-4.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/4004917368669185420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/4004917368669185420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/10/cerita-pendek-4.html' title='Cerita Pendek (4)'/><author><name>Noel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8111941679166693594.post-8719949349854286874</id><published>2009-10-14T16:54:00.000-07:00</published><updated>2009-10-14T17:19:18.882-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><title type='text'>Pengalaman Mencari Uang (1)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/StZqXbH0x4I/AAAAAAAAAUY/slg5R9Q6sb4/s1600-h/Bebek+Jawa.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/StZqXbH0x4I/AAAAAAAAAUY/slg5R9Q6sb4/s200/Bebek+Jawa.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5392614554472859522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dua hari lalu, waktu makan di salah satu warung makan di Krapyak, kami yang tiga orang bujang ini berbincang-bincang. Obrolan yang di-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;share&lt;/span&gt;-kan perihal bebek -meski cuma sekilas saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawanku memulai pembicaraan. "Bebek-bebek kamu gimana, Lih?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ludes. Semua dijual," sahutku. Sementara kawanku yang bokongnya paling tebel diam saja, sepertinya asyik menghirup asap rokoknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hlo kenapa?" tanya kawanku itu.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Ya tak apa-apa. Tak ada hasilnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maksudmu tak pernah nelor? Padahal dulu banyak tho?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yuph. 50 ekor. Lumayan. Tapi yang nelor cuma 5-10 ekor saja. Tekor tho?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Waduh, kamu saja yang sudah berpengalaman tidak berhasil, apa lagi saya. saya baru ingin mulai je..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit tertarik saya lontarkan pertanyaan padanya. Kulirik kawanku satunya masih asyik menghisap tembakaunya, entah memerhatikan atau tidak, peduli setan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu mau ikutan juga?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya. Sampai bela-belain hutang sama mbakyuku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ckckck... berapa duit mau keluar?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"3 juta."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ckckck lagi ah..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa e? Jangan buat saya bingung nih."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nggak. Tapi hal yang perlu kamu perhatikan dalam bisnis bebek itu ada tiga hal."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa?!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pertama, sebisa mungkin jangan jadikan kegiatan itu yang utama, jadikan yang kedua saja (mirip lagunya mbak Astrid yang cantik itu). Kedua, jangan dijagain dulu, kamu harus siap tekor, kalau awal-awal sudah berharap, bakal rugi (pengalaman yang bicara gitu). Ketiga, dan ini yang paling penting, kamu kan nggak tahu seluk beluk bebek, jadi jangan minjem dulu modalnya, apalagi modalnya harus dikembaliin tiap bulan sebesar segitu. Ckckck... susah. Pengalaman itu yang menghentikanku piara bebek, karena duitnya kecil, tak sepadan. Mending cari duit dengan cara lain. Lagian rumahku rekat-rekat dengan tetangga, jadi bau bebek mengganggu banget."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia manggut-manggut, entah mengerti entah tidak, saya tak begitu urusan. Setelah dia bertanya satu pertanyaan lagi, tak bersahutan, tak ada apa-apa lagi. Kami lantas bubar jalan pulang ke rumah masing-masing. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;(Lilih Prilian Ari Pranowo)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8111941679166693594-8719949349854286874?l=lilihprilianaripranowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/feeds/8719949349854286874/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/10/pengalaman-mencari-uang-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/8719949349854286874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/8719949349854286874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/10/pengalaman-mencari-uang-1.html' title='Pengalaman Mencari Uang (1)'/><author><name>Noel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/StZqXbH0x4I/AAAAAAAAAUY/slg5R9Q6sb4/s72-c/Bebek+Jawa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8111941679166693594.post-1423486989317108783</id><published>2009-10-14T08:53:00.000-07:00</published><updated>2009-10-16T18:08:46.940-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>Cerita Pendek (3)</title><content type='html'>Seorang wanita baru pulang dari kerja, setelah bertemu kawan semasa smp-nya. Lelah betul ia hari ini hingga menguap-uap. Didengarnya hp-nya berdering. Diangkatnya. Seorang lelaki. Sedikit agak bersemangat ia mendengar suara lelaki itu, tapi kantuknya sudah berlebih-lebihan. Setelah menceritakan tentang pertemuannya, ia undur diri, meminta sang lelaki untuk menelponnya lagi besok. Lantas, ia pun menghela napasnya. Dibukanya pakaiannya, ia pun mandi. Setelah itu memakai baju lagi, dan ia tidur berniat tidur pulas. Selesai...&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;(Lilih Prilian Ari Pranowo)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8111941679166693594-1423486989317108783?l=lilihprilianaripranowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/feeds/1423486989317108783/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/10/cerita-pendek-3.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/1423486989317108783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/1423486989317108783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/10/cerita-pendek-3.html' title='Cerita Pendek (3)'/><author><name>Noel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8111941679166693594.post-6417950828167256581</id><published>2009-10-14T08:37:00.000-07:00</published><updated>2009-10-14T14:17:08.688-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Hebat</title><content type='html'>Hari ini begitu hebat&lt;br /&gt;Mengapa harus kulewatkan dengan kesenduan hari kemarin&lt;br /&gt;Tidakkah itu cukup disimpan di dalam buku saja?&lt;br /&gt;Dan katakanlah bahwa hari ini begitu hebat&lt;br /&gt;Aku pun akan menjadi hebat karenanya&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;:: catatan bulan September 2009 ::&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;(Lilih Prilian Ari Pranowo)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8111941679166693594-6417950828167256581?l=lilihprilianaripranowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/feeds/6417950828167256581/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/10/hebat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/6417950828167256581'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/6417950828167256581'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/10/hebat.html' title='Hebat'/><author><name>Noel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8111941679166693594.post-1181000076712894943</id><published>2009-10-14T07:16:00.000-07:00</published><updated>2009-10-14T07:23:06.500-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Puisi Tradisional Afrika</title><content type='html'>Setiap kali saat fajar menyingsing, &lt;br /&gt;seekor rusa terjaga.&lt;br /&gt;Ia tahu hari ini ia harus lari lebih cepat&lt;br /&gt;dari seekor singa yang tercepat.&lt;br /&gt;Jika tidak, ia akan terbunuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali saat fajar menyingsing, &lt;br /&gt;seekor singa terbangun dari tidurnya. &lt;br /&gt;Ia tahu hari ini ia harus mampu&lt;br /&gt;mengejar rusa yang paling lambat.&lt;br /&gt;Jika tidak, ia akan mati kelaparan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak masalah, apakah kau seekor rusa,&lt;br /&gt; atau seekor singa.&lt;br /&gt;Karena setiap kali fajar menyingsing,&lt;br /&gt; sebaiknya engkau mulai berlari.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8111941679166693594-1181000076712894943?l=lilihprilianaripranowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/feeds/1181000076712894943/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/10/puisi-tradisional-afrika.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/1181000076712894943'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/1181000076712894943'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/10/puisi-tradisional-afrika.html' title='Puisi Tradisional Afrika'/><author><name>Noel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8111941679166693594.post-3880608076778657351</id><published>2009-10-12T23:00:00.000-07:00</published><updated>2009-10-16T18:43:04.129-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dewasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lelucon'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Lucu'/><title type='text'>Beri Nama Anakmu Seindah Nama-nama di Yellowpages</title><content type='html'>Istri Anda sedang hamil tua, sebentar lagi melahirkan. Masih pusing belum punya nama bagi calon Anda nantinya? Jangan khawatir... Sebab, Yellowpages memberikan nama-nama indah yang banyak, gratis lagi. Tak perlu beli tentunya.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kiranya polah Benny &amp;amp; Mice yang saya gunting dari Kompas Minggu 10 Oktober 2009 bisa membuat Anda terinspirasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/StQYixQL0vI/AAAAAAAAAUQ/im_TW4xUk5s/s1600-h/benny+and+mice.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 242px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/StQYixQL0vI/AAAAAAAAAUQ/im_TW4xUk5s/s320/benny+and+mice.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5391961639485166322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8111941679166693594-3880608076778657351?l=lilihprilianaripranowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/feeds/3880608076778657351/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/10/beri-nama-anakmu-seindah-nama-nama-di.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/3880608076778657351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/3880608076778657351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/10/beri-nama-anakmu-seindah-nama-nama-di.html' title='Beri Nama Anakmu Seindah Nama-nama di Yellowpages'/><author><name>Noel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/StQYixQL0vI/AAAAAAAAAUQ/im_TW4xUk5s/s72-c/benny+and+mice.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8111941679166693594.post-6237165591593207045</id><published>2009-10-12T05:32:00.000-07:00</published><updated>2009-10-12T23:06:28.110-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Karier Sukses dengan Taktik Cerdik</title><content type='html'>Berikut saya sadurkan tips sukses di dalam karier dengan strategi-strategi jitu, menurut Jamie dan Maren Showkier, konsultan tempat kerja dan bisnis dalam buku Authentic Conversations:&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jangan menyalahkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Lebih baik mengakui peran Anda dalam masalah-masalah perusahaan dan berkontribusi pada sollusi ketimbang menyalahkan management atau rekan kerja Anda.&lt;br /&gt;Begitu Anda melihat diri Anda mengendalikan masa depan Anda, Anda dapat mengubah percakapan dengan rekan kerja, dengan mengatakan, “Kita perlu melakukan yang terbaik untuk membuat bisnis ini jalan atau kita akan berada dalam masalah besar,” tutur Maren Showkeir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tinggalkan Gosip dan Kerja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kirim pesan kepada rekan kerja tentang prioritas-prioritas dengan konsentrasi pada tugas-tugas yang sedang dikerjakan, ketimbang menyebarkan informasi spekulatif.&lt;br /&gt;“Jika Anda menghabiskan waktu berspekulasi tentang apa yang akan terjadi berikutnya, Anda akan mendapatkan hasil buruk,” kata Maren Showkeir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dapatkan Cerita yang Benar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hindari keresahan yang tak perlu dengan mendekati kolega yang bisa dipercaya untuk mencari tahu kondisi yang sebenarnya tentang perusahaan Anda.&lt;br /&gt;“Kita mudah terjebak dengan ‘bagaimana kalau’. Saran saya adalah, pergi dan cari tahu apa yang dikettahui manager dan bos Anda, dan pikirkan bagaimana caranya mempersiapkan masa depan Anda,” saran Maren Showkeir.&lt;br /&gt;Jangan Berperan sebagai Korban&lt;br /&gt;Tahu masalah-masalah dalam perusahaan Anda tak akan mendatangkan kemajuan kecuali jika Anda mengikutinya dengan solusi-solusi strategis.&lt;br /&gt;“Jadi bagian dari organisasi berarti punya informasi, menimbangnya dengan akal sehat, dan bertindak,” kata Jamie Showkeir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pikirkan Gambaran Besar&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Selama masa-masa sulit, kolaborasi lebih penting dibanding masa-masa sebelumnya. Jadi, akan bijaksana jika Anda mengesampingkan persaingan demi masa depan perusahaan Anda.&lt;br /&gt;“Jika Anda bekerja bersama, Anda akan punya kekuatan dari banyak pikiran untuk menyelesaikan pekerjaan. Kolaborasi benar-benar cara kuat untuk menguatkan bisnis dan tidak merasa sendiri dan kewalahan dengan semua pekerjaan di depan mata,” lagi-lagi Maren Showkeir menegaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jadi Pendengar, Bukan Pembicara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ingat, apa yang tidak diucapkan ketika rapat sama pentingnya dengan apa yang ada dalam agenda. Jika kita tidak mendiskusikan kerisauan-kerisauan dan rasa takut, kita kehilangan 2/3 dari apa yan relevan untuk sukses banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Punya Harapan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di tempat kerja, putus asa benar-benar tidak disukai. Coba focus pada kemungkinan yang lebih baik di masa depan.&lt;br /&gt;“Apakah Anda lebih suka mempertaruhkan masa depan dengan harapan-harapan dan optimisme atau ditarik dan diseret ke dalamnya?” Cara Anda menjawab pertanyaan ini akan menentukan perilaku dan sukses kita dalam bekerja dengan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;:: Aura, Edisi 37/Th. XIII/Minggu ke-1/Oktober 2009 ::&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8111941679166693594-6237165591593207045?l=lilihprilianaripranowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/feeds/6237165591593207045/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/10/karier-sukses-dengan-taktik-cerdik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/6237165591593207045'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/6237165591593207045'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/10/karier-sukses-dengan-taktik-cerdik.html' title='Karier Sukses dengan Taktik Cerdik'/><author><name>Noel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8111941679166693594.post-3679895101804599736</id><published>2009-10-10T11:06:00.000-07:00</published><updated>2009-10-10T11:13:37.776-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>Cerita Pendek (2)</title><content type='html'>Malam minggu. Seorang lelaki menelpon perempuannya, katanya, "hallo, aku mo absen." Tertawalah si perempuan mengetahui maksud si lelaki. Selesai.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8111941679166693594-3679895101804599736?l=lilihprilianaripranowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/feeds/3679895101804599736/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/10/cerita-pendek-2.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/3679895101804599736'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/3679895101804599736'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/10/cerita-pendek-2.html' title='Cerita Pendek (2)'/><author><name>Noel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8111941679166693594.post-5420106473433690597</id><published>2009-10-10T10:49:00.000-07:00</published><updated>2009-10-10T11:39:57.697-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>EMPAT JALAN MENGHADAPI KESULITAN</title><content type='html'>Bagi teman-teman yang sedang mengalami kesulitan, jangan khawatir. Berikut saya publikasikan artikel tentang empat cara mengatasi kesulitan. Berikut empat langkah menghadapi kesulitan itu:&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;" id="fullpost"  &gt;&lt;br /&gt;1.    Tuliskan semua kecemasan Anda. Tuliskan definisi dari masalah-masalah Anda. Pastikan itu masalah tunggal. Jika lebih dari satu masalah, tuliskan definisi jelas dari semua masalah yang bersama-sama membentuk apa yang Anda cemaskan pada saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    Tetapkan apa kemungkinan hasil yang terburuk, Tanya, apa kemungkinan terburuk yang dapat terjadi pada situasi ini? Coba terus terang dan jujur dengan diri sendiri. Anda mungkin kehilangan uang, atau hubungan atau customer, atau seseorang atau sesuatu yang lainnya, yang benar-benar penting untuk Anda. Jika segala sesuatu gagal, apa kemungkinans terburuk yang dapat terjadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.    Usahakan untuk menerima yang terburuk jika terjadi. Sesudah merumuskan kemungkinan terburuk, Anda bisa melakukan latihan mental untuk menerima apa yang akan terjadi, apa pun yang Anda lakukan. Yang istimewa adalah, ketika Anda berhenti menolak kemungkinan terburuk, Anda akan rileks, pikiran Anda akan jernih, dan kemampuan Anda untuk mengatasi situasi akan meningkat secara dramatic.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.    Segera mulai memperbaiki yang terburuk, yang sudah Anda terima akan terjadi. Kerahkan seluruh sumber daya mental ke dalam perang untuk meminimalisir masalah atau menyelesaikan kesulitan. Konsentrasi pada masa depan. Jangan mencemaskan apa yang terjadi, mengapa terjadi dan siapa yang bertanggung jawab. Pikirkan hanya pertanyaan, Apa yang harus lakukan sekarang? Bagai Apa langkah kedua? Langkah ketiga? Dan seterusnya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;:: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Aura&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;, Edisi 36/Th. XIII/Minggu ke-5/September 2009 ::&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8111941679166693594-5420106473433690597?l=lilihprilianaripranowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/feeds/5420106473433690597/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/10/menghadapi-kesulitan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/5420106473433690597'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/5420106473433690597'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/10/menghadapi-kesulitan.html' title='EMPAT JALAN MENGHADAPI KESULITAN'/><author><name>Noel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8111941679166693594.post-6722887400465784694</id><published>2009-10-08T08:01:00.000-07:00</published><updated>2009-10-08T08:15:02.267-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>Cerita Pendek (1)</title><content type='html'>Dua orang dipertemukan kembali. Berkomunikasi lagi. Saling tertarik dan jatuh cinta. &lt;span style=";font-family:georgia;font-size:85%;" id="fullpost"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8111941679166693594-6722887400465784694?l=lilihprilianaripranowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/feeds/6722887400465784694/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/10/cerita-pendek-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/6722887400465784694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/6722887400465784694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/10/cerita-pendek-1.html' title='Cerita Pendek (1)'/><author><name>Noel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8111941679166693594.post-8166807150611835548</id><published>2009-05-09T01:34:00.000-07:00</published><updated>2009-05-09T01:50:32.381-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><title type='text'>Borobudur-Libur-Tidur</title><content type='html'>Tiada menyangka bahwa kesibukanku mengurus FB, telah menguras sejumlah energiku untuk menulis di blog. Gila! Padahal isi daripada FB-ku cuma pesan-pesan dari kawan-kawan aneh. Ya, isinya cuma olok-olokan, khususnya dilemparkan kepadaku. Lebih-lebih si De Miel itu. Tapi tak apalah, membuat senang orang lain, tentu suatu kebahagiaan sendiri. Kan itu cuma olok-olokan... hehehe...&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini libur. Niatnya semula ingin bertandang ke Borobudur. Melihat prosesi upacara Waisak yang konon banyak diikuti oleh para biksu seluruh dunia. Sayangnya nggak jadi... hiks... hiks... Lagian semisal aku ke sana, aku nggak punya kamera. Lantas ingin mengabadikan apa? Payah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya keinginanku untuk datang ke sana ada niat lain. Semisal aku betulan jadi ke sana, aku sudah tahu kalau jalan menuju Borobudur ditutup, paling tidak ramai hingga penuh sesak. Nah, karena itu, aku hendak transit di salah dua rumah kawan. Dan di salah satu rumah kawanku itu, ada tersembunyi seorang bidadari cantik nan rupawati. Wah, pokoke bagus betul deh orangnya. Melihat dia tentu bakal terkesima. Tapi, sayangnya semua itu tidak jadi... Dan aku sekarang berada di rumah Yan, entah untuk melakukan kegiatan apaan. Selain membuat kostum buat Cosplay (ah, istilah apa lagi itu?)...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya sudah, aku cuma hendak mengatakan itu. Liburan, tak jadi ke Borobudur, tidur pun terganggu.&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;(Lilih Prilian Ari Pranowo)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8111941679166693594-8166807150611835548?l=lilihprilianaripranowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/feeds/8166807150611835548/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/05/borobudur-libur-tidur.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/8166807150611835548'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/8166807150611835548'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/05/borobudur-libur-tidur.html' title='Borobudur-Libur-Tidur'/><author><name>Noel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8111941679166693594.post-8472075876473441008</id><published>2009-04-20T08:46:00.000-07:00</published><updated>2009-04-20T09:02:24.224-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><title type='text'>Masukan neh</title><content type='html'>Seseorang, entah siapa, mengirim email padaku:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;    Kenapa ya, aku tak pernah bisa melihat karakter yang kuat dari seorang Lilih..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;    Semuanya tampak terlalu kabur...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;    terlalu lemah...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;    ada baiknya jujur pada diri sendiri...dan jangan mencoba mengikuti gaya orang&lt;br /&gt;    lain.. sip?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;    Salam,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;    -DK-&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Subject yang ditulisnya bertajuk: Masukan neh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur aku kaget dengan kiriman email ini. Beragam pikiran berkecamuk, bertanya-tanya: siapa gerangan pengirim email itu. Tak ada nama, kecuali inisial saja. Pikir punya pikir, aku tak memiliki teman berinisial dua huruf itu. Cuma satu seseorang yang kuketahui memiliki inisial itu, yakni dosen aku: Dina Dwi Kurniarini. Tapi ngapain dia kirim aku email seperti itu? Lagipula, toh dia tak tahu emailku. Kawan semasa kuliah dulu juga tak ada yang berinisial itu. Aku betul-betul tak tahu siapa pengirim itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat postingan ini, aku mengajak orang itu untuk jujur secara terbuka mengatakan siapa dia. Atau Anda takut mengatakan diri Anda di depan seluruh dunia? Aku sudah membalas email itu supaya dia mengaku, meski aku tak mempedulikan serangannya. Mungkin itu tanda cinta darinya ya? Hihihi... Tentunya saja akan sangat menarik, jika  dia seorang perempuan, semisal sebaliknya, heaks, bukannya takut aku sungguh jijik. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;(Lilih Prilian Ari Pranowo)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8111941679166693594-8472075876473441008?l=lilihprilianaripranowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/feeds/8472075876473441008/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/04/masukan-neh.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/8472075876473441008'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/8472075876473441008'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/04/masukan-neh.html' title='Masukan neh'/><author><name>Noel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8111941679166693594.post-7508420781894681639</id><published>2009-04-14T09:38:00.000-07:00</published><updated>2009-04-14T10:15:38.201-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><title type='text'>Hitam+Putih=Abu-abu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/SeTEVY0nldI/AAAAAAAAAT8/-qs_Y5pr22c/s1600-h/fond-one-piece-2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/SeTEVY0nldI/AAAAAAAAAT8/-qs_Y5pr22c/s200/fond-one-piece-2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5324596531178214866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/SeTEVMXkoEI/AAAAAAAAAT0/0lTUu_p4ksw/s1600-h/250px-Naruto01.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 171px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/SeTEVMXkoEI/AAAAAAAAAT0/0lTUu_p4ksw/s200/250px-Naruto01.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5324596527835160642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ini hari aku pulang larut sekali, karena harus mengerjakan tugas dari adik bungsuku--yeah adikku memang cuma satu. Biasanya, kawan-kawan sudah pulang semuanya, ketika aku sendirian berada di kamar kerja, terkecuali tiga bandit yang memang jadi penunggu kantor: jenggun, jembil, sama miss rat. Tapi hingga beberapa hari ke depan, aku takkan bisa melihat tingkah polah jenggun sebab ia sedang mudik ke kampung halamannya. Soalnya keponakannya menikah. Eh, omong-omong soal jenggun, ternyata ia sudah punya cucu lho. Padahal ia baru berumur 23 tahun. Usut punya usut, ia anak ragil dari 15 bersaudara, di mana 2 atau 3 di antaranya meninggal, jadi tinggal 12 saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lupakan soal jenggun tadi, aku tidak hendak menceritakan ia ini, pun aku juga takkan ingin menceritakan apa-apa sih sebetulnya. &lt;span id="fullpost"&gt;Hanya saja, tadi sore ketika aku hendak bermalam-malam ria, aku sempat mengobrol-ngobrol sama kawan-kawan desainer, namanya Ndestyan. Ia punya sejoli namanya Heng--mirip istilah komputer tho? Hehehe... Entah mengapa hari ini, dua bocah itu belum pulang, walau waktu sudah menunjukkan maghrib. Biasanya mereka sudah pulang kalau jam kantor sudah usai. Ah, tapi tak apa untuk kawan mengobrol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya aku bertanya padanya, apakah ia mempunyai manga One Piece--salah satu manga Jepang yang kusuka. Ia menjawab punya. Bahkan, ia mengatakan bahwa ia lebih menyukai manga One Piece ketimbang Naruto, sementara aku menyukai kedua-duanya. Itu awalnya, namun obrolan itu semakin seru. Maklum aku tahu ia pecinta Jepang, dan ia pun punya pacar yang mendukung hobinya itu. Pasalnya, pacarnya besar di Jepang. Sementara aku hanya sedikit tahu mengenai Jepang dan kisah sukses manga. Kalau obrolan sudah ditarik ke tema itu, aku memang yakin bahwa orang yang agak pendiam itu akhirnya akan terpancing juga untuk angkat bicara. Hipotesaku terbukti betul. Kami berdua terlibat obrolan sedikit seru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku takkan mengisahkan secara mendetail apa yang kami diskusi karena terlalu makan space dan memakan waktu pula untuk penulisannya dan tentunya akan membosankan. Inti dari pembicaraan kami adalah tentang mengapa tradisi kartun di Indonesia kerap kali diidentikkan dengan kanak-kanak. Maksudku, apa-apa yang berbau kartun bisa dijamin dilekatkan sama jiwanya anak-anak. Dan itu betulan terjadi di sini. Padahal di Jepang sendiri, kartun tidak diidentikkan dengan kanak-kanak, tetap ada pembagian genre usia. Yah, kita bisalah mengatakan bahwa Doraemon, Chibi Marukochan diperuntukkan untuk konsumsi anak-anak, tetapi jika kita membicarakan Final Fantasy? Kamen Raider? Death Note? Belum tentu kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ndes bilang padaku, mengapa tradisi di Indonesia tidak seperti di Jepang. Jawabnya adalah karena di Indonesia budaya kita sering kali berpikir negatif dulu ketimbang positifnya. Hem, ada menggaruk-garuk janggutku. Betul juga apa yang dikatakan Ndes. Coba deh ambil contoh, pernahkah kita melihat seseorang melakukan yang dianggap bukan menjadi kebiasaan kebanyakan orang maka orang itu dianggap salah. Ketinggalan zaman, meski yang terjadi bukan seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa orang di sini, untuk tidak mengatakan lebih dari separuh, kerap berpikir biasa, bukan luar biasa. Padahal untuk bisa maju kita perlu banyak-banyak berpikir positif, kata para motivator nasional itu. Pernah, dulu tetanggaku menyarankan padaku bahwa lebih baik aku kursus kapal pesiar saja, biar nanti bisa kerja di kapal pesiar dan menghasilkan banyak uang. Lumayan sebulan bisa mendapatkan delapan hingga sepuluh juta--tergantung prestasi. Sempat juga tergiur karena hasil yang didapat cepat. Tidak membuang-buang tenaga. Tetapi, ketika diri ini tersadar, panggilan jiwa tidak mengarahkan ke sana. Keinginan untuk mencari uang haruslah diimbangi dengan minat dan bakat, jangan hanya diarahkan ke arah-arah yang material. Hanya saja tak perlulah membantah tetanggaku yang sudah menyarankanku. Cukup berkata iya, dan ia akan berhenti bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali lagi ke Ndes kawanku yang agak ke-Jepang-jepang-an itu tadi. Ia bilang kita kerap negatif menilai sesuatu padahal kita tidak tahu bahwa sesuatu yang kita cap negatif itu tentu berguna bagi orang lain dan merupakan tambang emasnya. Masing-masing dari kita memang memiliki tambang emas sendiri-sendiri kan? Dan tidak akan pernah tertukar. Itu yang dijanjikan Tuhan. Nah, jika tetanggaku itu sempat berpikir negatif padaku soal nasib kelak yang akan terjadi padaku, pada keluargaku, biarkan saja. Tapi aku tidak harus ikut-ikutan mengecap berpikir negatif tentang pekerjaanku, tentang apa yang kusukai, tentang apa yang kuminati. Seperti aku tidak boleh mengecap buruk soal Ndesty dan Heng soal kecintaannya sama Jepang-jepang-an. Toh itu hak mereka. Mungkin juga panggilan jiwanya. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;(Lilih Prilian Ari Pranowo)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tulisan ini kupersembahkan untuk seorang, yang jiwaku sedang beralih ke sana: walau kau bersikap buruk padaku. Mudah-mudahan aku tidak berpikir negatif tentangmu. Karena aku menyadari bahwa kita semua memiliki alasan masing-masing dan menginginkan segala sesuatunya lebih baik.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8111941679166693594-7508420781894681639?l=lilihprilianaripranowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/feeds/7508420781894681639/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/04/hitamputihabu-abu.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/7508420781894681639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/7508420781894681639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/04/hitamputihabu-abu.html' title='Hitam+Putih=Abu-abu'/><author><name>Noel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/SeTEVY0nldI/AAAAAAAAAT8/-qs_Y5pr22c/s72-c/fond-one-piece-2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8111941679166693594.post-5509853791057611029</id><published>2009-04-14T09:26:00.001-07:00</published><updated>2009-04-14T09:28:32.487-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>Kamu</title><content type='html'>Aku sedang membaca ketika kawanku kos, Dwi namanya, masuk dengan tiba-tiba ke dalam kamarku. Membuat mataku segera berpaling ke arahnya. Ia yang kutatap tersenyum seraya melemparkan sapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Halo, lagi apa?” tanyanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Biasalah. Cuma baca sekalian merilekskan pikiranku,” jawabku, “tumben. Nggak keluar sama cowokmu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menggeleng. “Nggak. Sepi aja di kamar sendirian, tanpa kawan. Maklum liburan panjang, pada pulang semua.”&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Aku mengangguk-angguk mendengar jawabannya. Betul apa yang dikatakannya. Hampir semua anak kos di sini sedang mudik menyambut libur yang panjang, empat hari. Lumayan untuk melepas rindu, melepas beban yang hadir di kota yang menurutku kian sumpek dan panas saja ini. “O, gitu ya. Kupikir ada apa?” Aku kembali merebahkan diriku di kasur dan menyuntuki kata per kata bukuku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Dwi kawanku itu segera ke arah meja, mengambil laptop yang teronggok saja di atasnya. “Kunyalakan ya…” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ok.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk beberapa lama waktu berjalan, tak ada percakapan di antara kami. Semua dalam keheningannya masing-masing, menikmati kegiatan yang tengah disuntuki. Yang terdengar hanyalah derik suara kehidupan hewan malam dan suara dari laptopku yang sedang memutar lagu, entah apa judulnya—aku sudah tidak mengupdeti lagu-lagu pop masa kini. Dan… dalam kondisi yang demikian, tiba-tiba saja Dwi kawanku itu nyeletuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“V.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hmm…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu dapat salam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dari siapa?’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dari mantan kakak kelasku!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deg. Jantungku berdegub cepat. Aku berhenti membaca. Lalu kutatap  Dwi kawanku itu. “Ah, becanda kamu…” Dan, tanpa sadar, senyumku mengembang. Kubayangkan kamu. Kamu yang pernah ke kos ini beberapa tempo lalu untuk menemui Dwi dan memencet bel namun tidak kudengar. Kamu yang pernah menjadi cerita lima tahun silam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nggak. Ini betulan. Suer.” Dua jari tangan kanannya—manis dan telunjuk—diacungkan, membentuk huruf V, yang memiliki maksud aku tidak bohong lho.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, makasih salamnya.” Senyumku masih belum menghilang dari bibirku. Dwi memandangiku dengan mimik aneh, membuatku terbingung dengan tingkahnya itu. Selanjutnya ia mengangkat bahunya, seperti mengisyaratkan bahwa “hello, aku menunggu jawab dari kamu lho.” Yang mana juga kubalas dengan gerakan yang tak kalah membingungkannya dengan mengangkat bahu dan menggeleng-gelengkan kepala, mengisyaratkan bahwa “apa maksudmu? Aku nggak ngerti!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gitu aja?” Akhirnya maksudnya terlontar juga dari mulutnya, persis seperti kukira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gitu gimana?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nggak ada balasan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nggak!” Kuakhiri pembicaraan. Dan keadaan kembali tenang seperti awal, terkecuali hatiku yang masih dag-dig-dug. Entah mengapa. Benakku kembali merekatkan kembali ingatan lima tahun lalu. Dan aku tidak menyukai itu dan dalam hati aku mengutuk pecahan-pecahan ingatan itu. Mengapa kamu datang? Di saat ini. Bukankah kamu sudah cukup berumur untuk memiliki seorang istri? Aku mengeraskan hatiku. Peduli apa aku dengannya. Kubacai lagi bukuku. Menekuni kata demi kata untuk melupakannya.&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;(Lilih Prilian Ari Pranowo)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8111941679166693594-5509853791057611029?l=lilihprilianaripranowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/feeds/5509853791057611029/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/04/kamu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/5509853791057611029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/5509853791057611029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/04/kamu.html' title='Kamu'/><author><name>Noel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8111941679166693594.post-4358211252112218545</id><published>2009-04-12T01:54:00.001-07:00</published><updated>2009-04-14T09:34:15.403-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>Dia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/SeS68zs4G_I/AAAAAAAAATs/K0L6qKnP0FQ/s1600-h/howtohijab2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 178px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/SeS68zs4G_I/AAAAAAAAATs/K0L6qKnP0FQ/s200/howtohijab2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5324586213292121074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Malam itu aku melihatnya. Ia sedang menonton televisi di ruang agak sebelah dalam. Sendirian. Aku tekan bel, untuk memanggil kawan yang sudah janjian bertemu dengannya. Katanya ia ingin meminta pertolonganku mengedit peta untuk lampiran skripsinya. Tiga kali kutekan bel itu. Tapi ia yang sedang sendirian menonton televisi tak bergeming dan tetap hening. Barangkali tak mendengar, pikirku. Hingga ada seorang perempuan keluar dan bertanya, "cari siapa ya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ia pun menengok ke arah pintu depan. Ya ampun itu dia! "Aku cari Dwi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebentar kemudian terdengarlah suara panggilan. "DWIIIIIII....!!!" Kawanku itu pun menyahut dan keluar dari persembunyiannya. Kamarnya. "Apa?" Tanyanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada yang cari tuh..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oiya..."&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Aku tunggu di luar. Di bawah rerindangan pepohonan, yang malam itu agak gelap, sebab di bagian luar kos-kosan perempuan itu lampu kurang terang menerangi. Agak lama memang. Biasalah. Kawanku yang adik kelasku itu memakai baju yang sedikit pantas untuk menemui seorang tamu--meski bukan tamu yang spesial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ia keluar dan menampakkan senyum, aku bertanya. "Mana peta yang ingin kau edit?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini, mas, pak Argus, minta dibikinkan skalanya." Dan ia menyerahkan selembar kertas bergambar peta yang agak lusuh karena dilipat-lipat olehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"O, gampang. Oke deh." Lantas kami mengobrolkan hal-hal di luar itu, seperti kegiatan kami selama ini, maklum jarang bertemu. Dan aktivitasnya selama menjalani tahap membuat skripsi dengan pembimbingnya pak Argus, yang telah kujalani dua-tiga tahun lampau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah obrolan agak mereda dan mencair seiring berjalannya waktu, aku bertanya padanya: "Eh, itu yang duduk di depan tipi sendirian, namanya V ya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawanku yang seorang perempuan itu mengangguk-angguk. "Iya, mas. Lho kok tahu? Kenal?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gantian aku yang manggut-manggut. "Iya, kenal. Yang anak Sosiologi itu kan? Seangkatan sama kamu kan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya. Kenapa mas?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nggak. Nggak apa-apa kok."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas obrolan pun mencair entah bergulir ke mana. Sementara pikiranku masih tetap terpaku pada ia yang duduk di depan televisi sendirian. Aku jadi teringat sebuah buku yang ditulis oleh Mushashi Miyamoto bertajuk "Kitab Lima Cincin": Bahwa pikiran tidak boleh ditempatkan pada sesuatu, sebab pikiran itu berjalan dan hidup itu bergerak. Jika pikiran ditempatkan pada sesuatu, maka kau akan tertebas pedang. Tapi, segera kusingkirkan ingatan teoretis itu. Malas. Ini bukan saatnya berbicara teoretis. Ini hal yang nyata. Sangat nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas ia yang duduk di depan televisi, beranjak dari duduknya, mematikan televisi yang ditontonnya dan berlalu dari situ ke lantai dua. Dan menghilang dari pandanganku. Aku agak celingukan mencarinya, yang mana kemudian dilihat oleh kawanku itu. "Ada apa mas?" ia pun bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nggak ada apa-apa kok."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mau tak salamin?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku diam. Tapi dalam benakku ini tawaran menarik. Hem, tapi ingatanku melayang pada tahun 2004. Ah, kutepis lagi. Tapi pertemuan ini adalah buktinya. Aku telah mencarinya beberapa saat untuk meminta maaf dulu. Dan tak pernah kutemukan bekar jejaknya hingga saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pamitan pulang sama kawanku. Dan berjanji kembali pada hari Rabu minggu ini untuk menyerahkan apa yang ditugaskannya padaku. Tapi kembali ketika aku beranjak, benakku mengatakan ini tawaran menarik dan belum pernah terjadi. Maka, aku beralih pikiran. "Hem..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa mas?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Salamin sama dia yah..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia pun tersenyum. "O... Baiklah. Salamnya apa nih?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah, bisa aja kamu ini," tukasku. Aku berlalu dari kawanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan pulang, aku membayangkannya kembali. Membayangkan kenangan yang sudah berlalu lima tahun lebih. Apakah waktu itu berkesan baginya? Entahlah. Aku tak ingin menerkanya.&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;(Lilih Prilian Ari Pranowo)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8111941679166693594-4358211252112218545?l=lilihprilianaripranowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/feeds/4358211252112218545/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/04/dia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/4358211252112218545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/4358211252112218545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/04/dia.html' title='Dia'/><author><name>Noel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/SeS68zs4G_I/AAAAAAAAATs/K0L6qKnP0FQ/s72-c/howtohijab2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8111941679166693594.post-9180171085431519526</id><published>2009-04-01T05:17:00.000-07:00</published><updated>2009-04-11T23:35:30.012-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><title type='text'>Beton Polimer Ramah Lingkungan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/SeGLTJaJf0I/AAAAAAAAATk/kQHzD2KQ3_I/s1600-h/suraatmadja.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 118px; height: 165px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/SeGLTJaJf0I/AAAAAAAAATk/kQHzD2KQ3_I/s200/suraatmadja.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5323689395588005698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Beton dikenal sebagai material bangunan paling populer yang tersusun dari komposisi utama batuan, air dan semen. Dikenal luas dan populer, karena bahan pembuatnya relatif mudah didapat secara lokal, harganya relatif murah, dan teknologi pembuatannya relatif mudah. Akan tetapi, belakangan ini beton yang kita kenal acap mendapatkan kritik, terlebih dari aktivis lingkungan hidup. Oleh karena itu, banyak para pakar mulai mencari solusi sebagai alternatif bahan-bahan campuran beton. Salah satunya adalah Djuanda Suraatmadja.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Djuanda Suraatmadja lahir dari keluarga guru di Bandung, pada 3 Januari 1936. Ia adalah anak kedua dari 12 saudara. Gelar sarjana tekniknya didapatkan di Fakultas Teknik Sipil ITB (1960). Pada 1971 dan 1982 ia mengikuti pendidikan di The University of New South Wales, Australia, dan University California, Amerika Serikat, setelah sebelumnya di Purdue University selama dua tahun. Kariernya diawali sejak tahun 1960 sebagai asisten ahli. Ia pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (1977-1981) dan Kepala Program S2 STJR-ITB (1982-1992).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide awal pemikiran bahan polimer yang ditemukan Djuanda Suraatmadja berawal dari ide mencari beton yang memiliki sifat lebih baik dari beton semen. Ketika membuka-buka literatur yang dipunyainya, diketahui bahwa polimer memiliki sifat seperti semen. Polimer adalah suatu zat kimia yang terdiri dari molekul-molekul yang besar, dengan karbon dan hidrogen sebagai molekul utamanya. Bahan ini berasal dari limbah plastik yang didaur ulang, kemudian dicampur dengan bahan kimia lainnya. Penggunaan bahan tersebut bertujuan memanfaatkan limbah plastik, di samping mencari alternatif pengganti semen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 1975, ia melakukan penelitian mengenai bahan polimer pengganti semen ini. Berkat ketekunan dan kegigihan, penelitian yang dilakukan dengan berbagai ujicoba di Laboratorium Struktur dan Bahan serta laboratorium lainnya di Institur Teknologi Bandung dan LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) akhirnya membuahkan hasil. Hasil penemuan tersebut sekaligus menarik perhatian ilmuwan dan para industriawan mengingat beberapa keistimewaan dan sekaligus kelebihan beton polimer dibanding beton semen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beton polimer yang ditemukan Djuanda Suraatmadja memiliki sifat kedap air, tidak terpengaruh sinar ultra violet, tahan terhadap larutan agresif seperti bahan kimia serta kelebihan lainnya. Yang lebih istimewa lagi, beton polimer bisa mengeras di dalam air sehingga bisa digunakan untuk memperbaiki bangunan-bangunan di dalam air. Satu-satunya kelemahan yang hingga kini belum teratasi adalah harga beton polimer masih belum bisa lebih rendah dibanding beton semen, kecuali untuk daerah Irian Jaya, di mana harga semen sangat mahal. Karena itu, beton polimer selama ini lebih banyak digunakan untuk rehabilitasi bangunan yang rusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 2000, atas hasil karyanya ini Prof Ir H Djuanda Suraatmadja menerima penghargaan Anugerah Kalyanakretya pada Hari Kebangkitan Teknologi Nasional V yang dicanangkan Presiden Abdurrahman Wahid di Bandung. Djuanda Suraatmadja lahir dari keluarga guru di Bandung, pada 3 Januari 1936. Karya penelitiannya yang umum telah diseminarkan dalam bentuk Standar Nasional yang bisa berguna untuk masyarakat luas. Yaitu dalam bentuk Peraturan Dinas No. 10 tentang Jalan Rel Indonesia, SNI Uji Tarik Langsung Material Beton tahun 1997, dan SNI Tata Cara Pemakaian Beton Polimer untuk Perbaikan dan Penguatan Struktur Beton tahun 1998.&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;(Lilih Prilian Ari Pranowo)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8111941679166693594-9180171085431519526?l=lilihprilianaripranowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/feeds/9180171085431519526/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/04/beton-polimer-ramah-lingkungan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/9180171085431519526'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/9180171085431519526'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/04/beton-polimer-ramah-lingkungan.html' title='Beton Polimer Ramah Lingkungan'/><author><name>Noel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/SeGLTJaJf0I/AAAAAAAAATk/kQHzD2KQ3_I/s72-c/suraatmadja.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8111941679166693594.post-1841045647656648060</id><published>2009-03-18T07:08:00.000-07:00</published><updated>2009-03-18T07:50:21.039-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><title type='text'>Buku, Buat Apa?</title><content type='html'>Bagi para pecinta buku dan dunia tulis-menulis, pernahkah kalian ditanya seperti ini: "Aku masih bingung, buku itu sebetulnya buat apa sih?"&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Itu ditanya sama temanku, yah kenalanlah--karena tak pernah benar-benar mengenalnya, waktu kuliah dulu. Aku mengernyitkan dahiku, mikir. Masak sih lelaki tinggi yang berdiri di depanku itu tak mengerti. Dia seorang mahasiswa, sama seperti diriku, harusnya mengerti gunanya buku itu buat apa. Yang mana dalam hati langsung kujawab, tentu saja untuk dibaca dan menambah tingkatan ilmu kita bodoh! Hingga kini cerita itu masih kuingat selalu. Dan tentunya, membikin aku penasaran juga. Apa alasan kawanku bertanya seperti itu? Ditinjau dari sisi akademis seharusnya dia tahu, bahkan fakultasnya bukan ilmu pasti (baca: MIPA) atau ilmu ukur (baca: Teknik), tetapi fakultas sosial. Apa dia tak pernah didorong-dorong dosennya untuk terus membaca ya? Pikiranku terus berkecamuk. Aneh saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga tahun kemudian, aku menuliskan judul yang hampir mirip dengan pertanyaan kawanku. Ini semua bermula dari kemuakanku terhadap yang namanya tulisan. Entah mengapa, akhir-akhir ini aku tak bisa menikmati apa yang namanya tulisan atau buku. Bukan apa-apa. Tuntutan kerja di bidang penerbitan membuatku bingung memilah. Bagi seorang akademi atau pecinta buku sekalipun, buku adalah jendela dunia. Bagi penerbitan, buku adalah sumber uang. Dashyat. Perbedaan keduanya membuat jurang pemisah yang sangat dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum berselang seminggu aku turut dalam pameran. Di sana kutemukan banyak sekali buku-buku bertebaran. Tetapi di sisi lain aku juga menemukan fakta bahwa persaingan sangat keras di sana. Aroma "bunuh-bunuhan" menguar di udara, ketika aku memasuki pintu hall c di JEC. Dan bukannya keinginan untuk mengetahui rahasia dunia lagi, saat aku berada di dalamnya. Apalagi sekarang ini aku mengetahui bagaimana tulisan direduksi sedemikian rupa untuk memenangkan persaingan antar penerbit. Pertanyaan pertamanya: "Hari ini dapat berapa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan seperti ini lantas membuatku kembali mengingat kawanku yang telah kuceritakan di atas. Sekarang giliran aku yang bertanya: "Buku, buat apa?" &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;(Lilih Prilian Ari Pranowo)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8111941679166693594-1841045647656648060?l=lilihprilianaripranowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/feeds/1841045647656648060/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/03/buku-buat-apa.html#comment-form' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/1841045647656648060'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/1841045647656648060'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/03/buku-buat-apa.html' title='Buku, Buat Apa?'/><author><name>Noel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8111941679166693594.post-4308814703688426241</id><published>2009-03-05T07:24:00.000-08:00</published><updated>2009-03-05T07:34:40.712-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><title type='text'>Klip Bantalan Kereta Api Dua Gigi</title><content type='html'>George Stephenson adalah bapak kereta api dunia yang berhasil menciptakan mesin uap baru bernama Locomotion pada 1821. Sementara Stevens adalah penemu bantalan pada rel kereta api pada 1831—sepuluh tahun sesudahnya. Dua nama orang Eropa tersebut memang sudah terkenal ke seantero jagat manusia. Nama mereka masih dikenang sebagai penemu di bidang transportasi, khususnya dunia perkereta-apian.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tapi jika menyebut nama Budi Noviantoro, orang tentu segera mengernyitkan dahinya, bertanya-tanya. Padahal dia merupakan seorang penemu asal Indonesia di bidang perekeretapian, yakni klip bantalan kereta api dengan dua gigi. Budi Noviantoro lahir di Bojonegoro, Jawa Timur, 17 November 1960. Di lajur pendidikan ia mengantongi dua gelar S1; sarjana teknik sipil di Institut Teknologi Surabaya (ITS) dan sarjana ekonomi di Universitas Islam Nusantara Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novi, demikian ia akrab disapa, berhasil menemukan penambat rel (fastener) yang dikasih nama KA-Clip—dipatenkan atas nama PT KA dan diproduksi PT Pindad. Penambat rel ini lebih sesuai dengan karakteristik kereta api di Indonesia. Selama ini, ia melihat rel-rel kereta api Indonesia membutuhkan penambat khusus. Ambillah contoh untuk rel ukuran R33, penambat relnya tidak dapat memakai penambat bermerek Pandrol atau DE Clip karen longgar. Ditambah Pandrol atau DE Clip musti diimpor, minimal dirakit di tanah air dengan lisensi dan membayar royalti kepada pemilik paten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika memakai KA-Clip yang sudah diuji bertahun-tahun di lapangan sebelum diakui dan mendapat paten, PT KA tidak perlu repot mengimpor, yang berarti sama halnya dengan menghemat bea impor. Klip rel kereta api temuan Novi hebatnya bisa digunakan di rel berukuran berapa pun—baik R33, R42 maupun R54.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan meski ia tak mematenkan temuanya—sebab sudah dipatenkan PJKA, ia tak merasa sedih. Alasannya sedari awal ia memang menyerahkan temuannya langsung ke PJKA untuk dimanfaatkan. Di samping itu pula, ia sepertinya tahu diri, sebab ia merasa tak bekerja sendiri. Ada PT Pindad yang memfasilitasinya mengolah penelitian, pengembangan, lantas memproduksi. Tapi apapun itu, namanya patut kita catatkan pada sejarah penemu Indonesia.&lt;/span&gt; (Lilih Prilian Ari Pranowo)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8111941679166693594-4308814703688426241?l=lilihprilianaripranowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/feeds/4308814703688426241/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/03/klip-bantalan-kereta-api-dua-gigi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/4308814703688426241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/4308814703688426241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/03/klip-bantalan-kereta-api-dua-gigi.html' title='Klip Bantalan Kereta Api Dua Gigi'/><author><name>Noel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8111941679166693594.post-3430435644351133239</id><published>2009-03-05T06:54:00.000-08:00</published><updated>2009-03-05T07:33:18.975-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><title type='text'>Reaktor Biogas Buatan Andrias</title><content type='html'>Semisal harga BBM kembali melambung, tak perlulah merasa cemas. Pun tak perlu repot turut berdemo di pinggir jalan menuntut turun bersama para mahasiswa. Sebab sudah ada alternatif pengganti demi bisa menyiasati permasalahan tersebut. Bikinnya mudah, biayanya terjangkau. Dan bahannya bisa diperbaharui pula. Namanya reaktor biogas.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Apa itu reaktor biogas? Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia reaktor diartikan sebagai sarana atau alat pembangkit tenaga. Sementara biogas adalah gas yang terbuat dari kotoran ternak. Jadi reaktor biogas adalah alat pembangkit gas yang dibuat dari kotoran ternak. Penemunya punya nama lengkap Andrias Wiji Setio Pamudji. Seorang lelaki yang berasal dari Desa Ngrendeng, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah Anda bahwa temuan ini bermula dari rasa penasaran pria tersebut untuk membuktikan teori-teori yang pernah didengarnya di bangku sekolahan dengan cara melakukan percobaan. Memang sudah sedari kecil, Andrias menyukai dunia riset-meriset. Dia pernah membuat listrik dan perahu motor mainan dengan tenaga penggerak kincir angin. Kincir angin ini dibuatnya dari pemutar kaset dalam tape. Pun ia juga hobi bercocok tanam dan beternak. Dan dalam melakukan hal ini ia selalu tekun, sebab ketekunan merupakan kuncinya dan sudah menjadi prinsip Andrias, yang diajarkan ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya tentang reaktor biogas temuannya bermula kala ia masih kuliah di tingkat III di Jurusan Teknik Kimia Departemen Teknik Industri Institur Teknologi Bandung sekira tahun 2000-an. Waktu itu ia meriset pembikinan reaktor biogas yang sederhana. Tapi dari yang sederhana inilah muncul sesuatu yang hebat. Andrias sudah mengetahui bahwa kotoran ternak bisa dijadikan gas. Sebab tahu, maka keinginantahuannya menjadi tambah menggebu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk beroleh kotoran ternak, ia pergi ke sebuah peternakan. Sepulangnya dari sana ia membawa kotoran ternak sapi yang sudah dicampuri air dan dimasukkan ke dalam jeriken berukuran lima meter. Waktu itu ia langsung meletakkannya di dalam kos-kosannya, tapi tidak dibuka melainkan ditutup. Tanpa dicampur apa-apa lagi, terjadi fermentasi alami, yang kemudian kotoran ternak tersebut berubah menjadi gas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebulan sesudahnya, tutup jerigen dibuka dan lubang jeriken segera diberi plastik. Kotoran sapi yang telah terfermentasi segera mengeluarkan gas, yang masuk ke dalam plastik. Pasca itu, Andrias menyoblos plastik tersebut dengan benda tajam dan keluarlah gas. Walhasil, ketika disulut korek api langsung terbakar. Demi menyempurnakan karyanya, ia pun mengutang ke sana-sini, ke sejumlah kawan-kawannya. Berkali-kali riset kemudian dilakukan guna mendapatkan bentuk reaktor dan penampung gas yang murah, kuat dan berkapasitas cukup apabila digunakan untuk keperluan rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jerih payahnya terbayar tunai, sewaktu ia membuat reaktor dari plastik dengan ketebalan 250 mikron serta menciptakan kompor untuk jenis gas metana. Kenapa yang dipilih sebagai penampungnya itu plastik dan bukan lainnya? Karena gas yang dihasilkan belum mampu dikemas dalam tabung. Gas kotoran sapi adalah jenis metana (CH4). Sementara gas yang dikemas dalam tabung merupakan gas yang bisa dicairkan, yang berasal dari butana (C4H10) dan pentana (C5H12).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila gas bisa dicairkan, maka jumlah volume yang bisa ditampung jadi lebih banyak. Sayangnya, metana belum bisa demikian. Semenjak ditekuni (tahun 2000-an), temuan Andrias baru dipasarkannya tiga tahun kemudian, yaitu pada 9 April 2005. Padahal dua tahun sejak ditekuni, tahun 2002, karyanya pernah memenangkan lomba kreativitas mahasiswa yang diadakan Direktorat Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.&lt;br /&gt;Bagaimana tertarik untuk mencobanya?&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;(Lilih Prilian Ari Pranowo)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8111941679166693594-3430435644351133239?l=lilihprilianaripranowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/feeds/3430435644351133239/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/03/reaktor-biogas-buatan-andrias.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/3430435644351133239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/3430435644351133239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/03/reaktor-biogas-buatan-andrias.html' title='Reaktor Biogas Buatan Andrias'/><author><name>Noel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8111941679166693594.post-1146992122168737793</id><published>2009-03-05T05:31:00.000-08:00</published><updated>2009-03-05T05:45:45.274-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><title type='text'>Singkong Raksasa</title><content type='html'>Bagi masyarakat Indonesia, singkong, atau yang punya nama lain ketela pohon, sudah tak asing lagi. Pelbagai macam makanan bisa dibikin dari bahan dasar ini. Misal getuk, tape singkong, combro, misro, dan lain sebagainya. &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun singkong yang ditemukan dan dikembangkan oleh Abdul Jamil Ridho dan Niti Soedigdo memang lain daripada yang lain. Sebab singkong temuannya lebih besar dan lebih panjang dari singkong normal. Percaya tak percaya, syahdan, penemuan singkong unik ini sedikit berbumbu klenik—seperti menemukan benda-benda bertuah yang kerap dijadikan ajimat (keris, cincin, akik dan sebagainya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1996-an, Abdul Jamil Ridho—pengelola Pondok Pesantren Darul Hidayah di Kota Tulang Bawang, tengah melakukan perenungan dan dzikir panjang. Dia melakukannya di tengah hutan Panarangan Jaya, Lampung Utara. Kala sedang khusyuk-khusyuknya berdzikir, Ridho secara mendadak mendapatkan “penglihatan” ke sebatang tanaman. Selanjutnya ia mendekati. Sekilas tanaman tersebut sama dengan tanaman singkong miliknya. Meski, apabila dicermati lebih dekat dan seksama, ada sedikit perbedaan. Rasa penasaranlah yang membuatnya mencabut tanaman tersebut. Dan ternyata akarnya juga mirip seperti akar singkong, hanya saja diameternya lebih kecil. Dan panjangnya mencapai satu meter lebih per batang jalar dalam rangkaian umbi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengembang sekaligus perekayasa singkong “ajaib” ini dipasrahi kepada Niti Soedigdo—orang kepercayaan Ridho. Caranya tanaman tersebut dikawinkan dengan singkong karet untuk beroleh pembesaran pada diameter akarnya. Singkong karet adalah singkong yang tak bisa dimakan sebab singkong ini mengandung racun yang berbahaya bagi manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil persilangan pertama dan kedua, singkong ini belum mencapai bentuk maksimal yang dikehendaki. Barulah ketika persilangan dilakukan yang ketiga kalinya, bentuk maksimal didapatkan. Pengembangan demi pengembangan pun dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Varietas singkong raksasa ini menurut kedua orang tersebut memiliki keunggulan. Ongkos produksinya tidak memakan biaya banyak alias lebih irit. Bayangkan, apabila singkong biasa memakan ongkos produksi mencapai 4 juta rupiah per hektar, maka singkong raksasa ini cuma memakan ongkos produksi 1 juta rupiah saja untuk satu hektarnya. Hasil yang didapat? Dengan waktu tanam berkisar antara 8 hingga 11 bulan, singkong raksasa bisa mencapai 150 ton per hektar, sementara singkong biasa hanya mencapai 20 ton per hektar. Jelas cukup menggiurkan dari sisi ekonomis. Bibitnya sendiri dijual dengan harga 150 rupiah per batangnya dengan panjang antara 15-20 sentimeter. Dan bibit ini dijual di Gabungan Koperasi Pertanian Serba Guna Lampung.&lt;br /&gt;Penemuan ini barangkali bisa membuka mata kita, bahwa di Indonesia banyak beragam jenis makanan yang bisa dikonsumsi masyarakatnya. Sehingga masyarakat Indonesia tak melulu bergantung pada beras dan bisa bebas dari bahaya kelaparan. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;(Lilih Prilian Ari Pranowo)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8111941679166693594-1146992122168737793?l=lilihprilianaripranowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/feeds/1146992122168737793/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/03/singkong-raksasa.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/1146992122168737793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/1146992122168737793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/03/singkong-raksasa.html' title='Singkong Raksasa'/><author><name>Noel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8111941679166693594.post-3356317121758008022</id><published>2009-03-01T00:19:00.001-08:00</published><updated>2009-03-01T00:21:41.570-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><title type='text'>Kompor Pengering dan Antena Parabola Tenaga Surya</title><content type='html'>Waton tekun, mesti ketemu tujuane. Ora usah neko-neko!&lt;br /&gt;(Asal tekun, pasti berhasil. Tidak usah berbuat yang aneh-aneh!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian Minto berpesan. Pesan itu tak asal-asalan diucapkannya. Lelaki yang bekerja menjadi guru di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Prambon I, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur ini sudah mendapat pengakuan dari berbagai kalangan perguruan tinggi. Termasuk penghargaan dari Direktorat Jenderasl Listrik dan Pengembangan Energi Departemen Pertambahan dan Energi. Dia sudah berkreasi dengan membuat alat dwi fungsi. Jadi kompor ok. Jadi antena parabola pun bisa.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Alat ini dibuat dalam dua tahapan, pertama ia membuat kompor pengering bertenaga matahari kemudian meneruskannya dengan menjadikannya berfungsi sebagai antena parabola. Awal tahun 1988, Minto yang tinggal di Desa Mruwak, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun membuat kompor pengering hasil pertanian bertenaga surya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keinginan ini dipicu oleh kenyataan yang diketahuinya bahwa masyarakat p[edesaan yang hidup di kaki Gunung Wilis (Madiun). Sehari-harinya mereka menggantungkan hidupnya mencari kayu-kayu bakar untuk bahan memasak. Padahal hutan jati di wilayah tersebut semakin gundul, karena itu masyarakat harus berjalan kaki sejauh 3,5 hingga 8 kilometer. Tiga tahun sesudahnya, tahun 1991, keberhasilannya tersebut memicu semangatnya untuk berkreasi lagi. Kompor pengeringnya dikembangkan lagi –bisa dimanfaatkan—sebagai antenna parabola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompor pengering milik Minto tersebut bisa berfungsi banyak, bisa mengeringkan hasil pertanian, perikanan (ikan asin dan sebagainya), krupuk, lempeng, emping. Prinsip kerjanya mengubah sinar matahari menjadi panas, yang didasarkan pada pantulan cahaya matahari oleh beberapa keping cermin datar. Keping-keping ini ditata pada kerangka reflector yang bentuknya menyerupai parabola. Bila reflector diarahkan tegak lurus searah datangnya sinar matahari dan semua pantulan akan menuju ke satu titik. Kumpulan sinar pantul ini akan menimbulkan panas amat tinggi. Udara panas tersebut dialirkan lewat rak-rak pengering. Hasil ujicoba alat ini diperoleh suhu panas pad mulut kolektor 57 derajat Celsius, pada rak pertama 51 derajat Celsius dan rak delapan 46 derajat Celsius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara prinsip kerja antena parabolanya adalah sebagai berikut: kompor pengering tersebut ditambahkan Low Noise Block (LNB), feed horn, receiver, kabel dan pesawat televise. Prinsipnya, reflector yang tegak lurus dengan arah datangnya gelombang elektromagnetik dari satelit akan memantulkan kembali semua gelombang itu menuju ke focus. Kumpulan gelombang tersebut ditangkap LNB yang berlaku sebagai penguat sinyal. Dari LNB ini diteruskan lagi ke receiver lewat kabel untuk dipilih gelombang mana yang diinginkan. Dari reicever dilanjutkan ke pesawat televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, meski ia sudah diakui dan menerima penghargaan sebagai seorang penemu, Minto tetap tak meninggalkan pekerjaannya sebagai seorang guru. Dia tak ingin berpikir neko-neko karena pekerjaannya yang utama adalah guru. Ya, inilah yang bisa kita petik dari Minto, seorang guru sekaligus penemu kompor pengering hasil pertanian dan antena parabola.&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;(Lilih Prilian Ari Pranowo)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8111941679166693594-3356317121758008022?l=lilihprilianaripranowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/feeds/3356317121758008022/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/03/kompor-pengering-dan-antena-parabola_01.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/3356317121758008022'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/3356317121758008022'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/03/kompor-pengering-dan-antena-parabola_01.html' title='Kompor Pengering dan Antena Parabola Tenaga Surya'/><author><name>Noel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8111941679166693594.post-6254526094060520356</id><published>2009-03-01T00:03:00.000-08:00</published><updated>2009-03-01T00:06:22.019-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><title type='text'>Tiang Penyangga Sosrobahu</title><content type='html'>Sekira 1980-an akhir koran-koran nasional ramai mengabarkan pembangunan jalan tol dari Cawang ke Tanjung Priok, yang memiliki panjang total sekurang-lebih 16,5 Km. Pembangunan jalan ini tak berlangsung mulus. Kendala utamanya ada di teknik konstruksi konvensional yang jika dipaksakan malah menambah macet arus lalu-lintas yang sibuk dan memiliki banyak persimpangan. Bayangkan saja, tiang horisontalnya saja yang hendak dibangun bisa mencapai ukuran 22 meter, nyaris sama lebarnya dengan jalan by pass itu sendiri. Tentunya hal ini bertentangan dengan tujuan dibuatkannya jalan tol yang memang diset untuk mengatasi kemacetan. &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alternatif lain yang diusulkan adalah memakai metode gantung, macam yang dilakukan di Singapura. Sayangnya apabila teknik ini yang dipakai, faktor biaya yang jauh lebih mahal yang menjadi kendalanya. Adalah Ir. Tjokorda Raka Sukawati yang berhasil memecahkan persoalan ini dengan menciptakan tiang pancang yang diberinya nama Sosrobahu. Ir. Tjokorda lahir di Ubud, Bali. Gelar insinyurnya didapatkan dari sekolah di Departemen Sipil di Institut Teknologi Bandung (ITB). Karirnya dimulai saat ia masuk di perusahaan PT Hutama Karya hingga ia menjabat menjadi direktur perusahaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inspirasi pembuatan tiang pancang modelnya didapatkanya saat memperbaiki mobilnya sendiri. Kisah ini bermula di garasi mobilnya. Suatu hari Tjokorda hendak membetulkan mobilnya yang rusak—kebetulan garasi mobilnya berbentuk agak miring—dan pembantunya kemudian mengganjal ban belakang mobil. Rupanya cuma satu ban belakang yang diganjal dan rem tangannya pun lupa ditarik. Waktu Tjokorda memompa dongkrak hidrolik untuk mengangkat roda depan, tiba-tiba mobil menjadi berputar. Kejadian itu memantik ide di dalam kepalanya. Hari itu ia urung memperbaiki mobilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari situ, selanjutnya ia memadukan hukum gesekan untuk memutar beban dengan hukum pascal untuk mengangkat beban. Lantas ia minta dibikinkan modelnya oleh seseorang dan… berhasil! Dilakukanlah pengujian dengan beban berbobot 85 ton hingga 180 ton. Berhasil lagi! Dia pun berhasil membuat alat putar silinder yang mengguncang dunia teknologi konstruksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penemuannya ini langsung diterapkan pada proyek jalan layang yang sedang ditanganinya. Jadinya tiang penyangga jalan yang sudah kering dan dibangun sejajar ruas jalan lantas diputar 90 derajat melintang jalan. Caranya sepasang piringan baja berdiameter 80 sentimeter, dipasang di bawah tiang penyangga, usai tiang tersebut kering, di dalamnya dipompakan automatic transmission fluid (ATF) atau oli pelumas sebanyak 78, 05 kg/cm2. Dengan teknik ini tiang penyangga yang bobot kepalanya mencapai 480 ton dengan mudah bisa diputar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jalan layang tol Cawang-Tanjung Priok itu sebagai flyover pertama di dunia yang memakai teknik “pemutaran kepala tiang penyangga jalan terbang”. Berikutnya teknik ini diekspor ke negara-negara di Asia lainnya, seperti Filipina, Malaysia, Thailand dan Singapura.&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;(Lilih Prilian Ari Pranowo)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8111941679166693594-6254526094060520356?l=lilihprilianaripranowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/feeds/6254526094060520356/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/03/tiang-penyangga-sosrobahu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/6254526094060520356'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/6254526094060520356'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/03/tiang-penyangga-sosrobahu.html' title='Tiang Penyangga Sosrobahu'/><author><name>Noel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8111941679166693594.post-8526339937798331128</id><published>2009-02-26T05:47:00.000-08:00</published><updated>2009-02-26T07:21:29.472-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><title type='text'>Standar itu Beda-beda</title><content type='html'>Mengenai judul di atas, saya sedikit mau bertutur kisah tentang sebuah pengalaman. Medio akhir 2007-awal 2008, saya tengah berada di Jakarta. Di sana saya tengah disibukkan aktivitas meriset sekalian mencari uang pula. Saya tak sendiri, beberapa orang kawan turut ambil bagian dalam proyek ini. Apa yang kami riset? Kronik kebangkitan Indonesia 1908-2008, di mana buku tersebut menulis hari per hari tentang peristiwa yang terjadi di Indonesia sekurun waktu 100 tahun (sudah disebutkan bentangan tahunnya), yang kalau ditulis sekarang ini sudah jadi sejarah.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Proses penulisan tersebut cukup merepotkan dan membingungkan. Pertama, rentang waktu yang sedemikian panjang membikin kami sedikit kerepotan dengan alih bahasa. Ingat waktu dulu (sekira awal abad 20-an) Indonesia (waktu itu Hindia Belanda) belum memiliki bahasa nasional macam saat ini. Bahasa yang lazim digunakan adalah bahasa melayu bercampur bahasa daerah masing-masing, di samping banyak pula yang memakai Jawa dan Belanda. Kedua, untuk menuliskan semua-mua itu, kami harus stay di perpustakaan nasional. Sebab korannya sudah tak bisa dibawa pulang. Kertas-kertas sudah tua, sudah bapuk. Di samping ada yang sudah dimikrofilm. Barangkali semisal tak memakai tulis tangan (maksudnya pakai laptop) kerja akan menjadi lebih cepat. Tetapi kami tak memiliki, kecuali satu orang. Ketiga, suhu di perpustakaan nasional membuatku masuk angin, maklum orang desa, tak biasa menggunakan ac. Itu di lantai empat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu waktu, kawan-kawanku ada main ke lantai teratas, lantai delapan. Mereka-mereka yang ke sana bilang bahwa di lantai delapan koran-korannya tak dimikrofilm, tetapi masih utuh-tuh berbentuk fisik. Dan mereka banyak mendapatkan sumber di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di sana, aku malah tambah pusing. Kenapa? Masalah di lantai empat tak terselesaikan kini muncul lagi masalah baru. Kalian tahu, koran-koran tersebut dijilid rapi dan bentuknya gede. Coba kalau lebih dari satu jilid, bisa bertumpuk-tumpuk kan? Aku berpikir, jika ditulis tangan sama halnya dengan yang ada dimikrofilm, ditambah mata pakai mencari-cari di mana peristiwa yang menarik. Capek. Tak efektif. Hah, aku mengelus dada. Sebelum akhirnya terpantik ide: kenapa tak dipotret saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya aku bawa foto untuk jeprat-jepret. Sesudah kutandai peristiwa-peristiwa yang hendak kufoto, tibalah waktunya bagi fotograper dadakan ini untuk beraksi. Cepret... cepret... jadilah foto. Bagus-bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba seorang petugas menghampiri, dia bertanya, “Mas moto ya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya,” jawabku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nanti dikenai uang charger ya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Beres pak. Berapa ya pak?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seikhlasnya sampeyan saja.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh…” mulutku membentuk huruf O besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah moto, aku hendak membayarkan bill-nya. Aku dioper ke petugas yang lainnya. “Berapa pak?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lho tadi moto berapa ya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kata bapak yang sebelumnya seikhlasnya saya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh ya sudah…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kukeluarkanlah tiga lembar uang seribuan. Raut wajahnya agak menggambarkan keanehan. Dan tahu apa yang terjadi keesokan harinya? Koran yang hendak aku foto-foto lagi disembunyikan sama petugas yang kesal sama saya. Begitu ditanyakan mereka mencebikku. Aku segera melaporkan ke pengasuhku, dan disediakanlah tiga lembar uang sepuluh ribuan yang dimasukkan ke dalam amplop untuk diberikan kepada mereka. Hasilnya? Mereka segera tersenyum-senyum manis padaku, yang berarti mereka kembali senang padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pengalamanku ini aku kemudian belajar bahwa menulis pun membutuhkan uang. Uang digunakan untuk biaya ini-itu. Tapi ingat jangan jadikan uang sebagai motivasi utama. Sebab bisa mati kreativitas juga kita ditekan uang. Yang penting bebas. Ketika kawan-kawan lainnya kuceritakan mengenai masalah ini, sewaktu ada pelatihan menulis esai, semua tertawa terbahak-bahak. Menertawai kegoblokan saya. Mudah-mudahan takkan terulang.&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;(Lilih Prilian Ari Pranowo)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8111941679166693594-8526339937798331128?l=lilihprilianaripranowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/feeds/8526339937798331128/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/02/standar-itu-beda-beda.html#comment-form' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/8526339937798331128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/8526339937798331128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/02/standar-itu-beda-beda.html' title='Standar itu Beda-beda'/><author><name>Noel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8111941679166693594.post-7455314261543640082</id><published>2009-02-23T03:03:00.001-08:00</published><updated>2009-02-23T03:08:43.175-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><title type='text'>Kekuatan Menyelesaikan</title><content type='html'>Suatu senja di angkringan Patehan Wetan, Alun-alun Selatan, Yogyakarta, tahun 2008, dua orang pemuda sedang mendiskusikan dunia tulis-menulis dan perbukuan seraya menikmati camilan kering dan segelas teh manis. Salah seorang dari pemuda itu adalah aku, dan seorang yang lain adalah kawanku, Ahmed namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami memperbincangkan karir kami yang kian terpuruk dari hari ke hari. Maklum kondisi kantor sedang mengalami titi masa terberat soal keuangan. Selain soal nasib kami kelak yang hendak melangkah ke mana, jikalau kantor memang benar-benar gulung tikar.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Aku tak punya impian muluk-muluk. Selepas dari sini aku bakal tetap menulis untuk tetap bertahan hidup. Yeah, kalau tak pindah ke lain penerbit. Aku hendak mengirimkan cerpen-cerpenku ke koran-koranlah,” tukasku pada Ahmed, “Tapi ada satu kendala yang selama ini menderaku. Aku belum bisa menulis dengan baik. Bagaimana menurutmu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmed memandangiku sambil tetap mengunyah camilannya. Crauk... Crauk... Mulutnya penuh makanan. “Kalau kowe mau bisa nulis cerpen yang baik, cobalah menyalin cerpen. Betul-betul menyalin lho, bukannya menulis ulang. Ini bukan untuk menduplikasi, tetapi untuk mendapatkan inspirasi dan mengadaptasi cara kerja yang dibutuhkan seorang penulis atau pengarang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Menyalin?” tanyaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yeap.” Jawabnya mantap. Ahmed kemudian bercerita bahwa Si Mbah—dedengkot yang kami kenal dalam urusan dunia sastra—melakukan metode ini. Mereka berdua—Ahmed dan Si Mbah—belajar bersama-sama sebagai pemula pada waktu yang hampir bersamaan. Tetapi yang melesat lebih dulu dalam jagat persastraan Indonesia adalah Si Mbah. Maksudnya ia lebih dulu mencatatkan namanya dengan acap dimuat di koran-koran, baik lokal maupun nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kok bisa?” tanyaku penuh kebingungan. Sementara aku mengetahui bahwa Ahmed, kawanku, baru sampai pada tahap sebagai seorang penulis cerpen diari. Menulis cerpen untuk disimpan sendiri. Belum dipublikasikan (setahuku).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau saja kowe tahu kegilaan Si Mbah, tentu kowe takkan keheranan seperti ini. Bayangkan tiap hari dia menyalin cerpen-cerpen terkenal. Bagai orang kesurupan ia menyalin. Jika tak ada komputer, maka ia akan menyalin dengan tulis tangan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terdiam. Aku belum sampai pada tahap kegilaan menulis seperti itu. Menulis tangan tentu akan melelahkan sekali, aku tahu itu, sebab waktu sekolah dulu kerjaku cuma mencatat apa yang diterangkan bapak-ibu guru atau apa-apa yang ditulis kawanku di papan tulis. Itu pun diambil dari diktat bapak-ibu guru. Yeah, aku memang bodoh, tapi tetap cinta jazz. “Menulis butuh energi ekstra, Lih. Yah, kekuatan untuk menyelesaikannya itu lho. Pada proses awal menulis kita merasa bersemangat, tetapi ketika tulisan sudah mencapai tengah-tengah, kita merasa enggan untuk melanjutkan. Alasannya berjuta-juta. Malas, capek, sakit, bingung, kekurangan bahan, menunggu inspirasi selanjutnya, sibuk ini-itu. Padahal nulis ya nulis. Sekali jalan rampungkan! Tak usah peduli ada apa. Geledek menyambar, tetangga teriak-teriak, adik menangis, atau ingin meringis. Tak usah peduli hasilnya bagus atau jelek.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengernyitkan dahiku. Betullah yang dikatakannya. Kita ini banyak alasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Menulis itu merupakan salah satu upaya manusia untuk melawan rasa malasnya. Selain untuk melawan lupa. Dan demi sesuap nasi dan segenggam permata tentunya. Hehehe...” Dan ia menggramus camilannya lagi lebih banyak. Sementara aku meneguk teh manis yang sudah mulai hilang kehangatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga kini, setelah berbulan-bulan berlalu, kerap kali aku teringat kisah ini untuk memotivasiku tak berhenti menulis. Yah, kekuatan untuk menyelesaikan. Dan ini berlaku untuk kerja-kerja apapun. Jika tidak memiliki kekuatan ini lebih baik segera cari pandangan baru guna pindah ke tempat lain, kerja lain yang bisa dirampungkan. Dan dalam hal ini aku akan tetap mencoba bersetia pada kerja kepenulisan, yang mana kekuatan itu tentu harus kudapatkan dengan berpayah-payah tentu.&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;(Lilih Prilian Ari Pranowo)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8111941679166693594-7455314261543640082?l=lilihprilianaripranowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/feeds/7455314261543640082/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/02/kekuatan-menyelesaikan.html#comment-form' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/7455314261543640082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/7455314261543640082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/02/kekuatan-menyelesaikan.html' title='Kekuatan Menyelesaikan'/><author><name>Noel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8111941679166693594.post-4766111906735079843</id><published>2009-02-23T02:51:00.000-08:00</published><updated>2009-02-23T02:55:11.747-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><title type='text'>Minyak Jarak Murni</title><content type='html'>Lahir dan besar di pedalaman Sumatera membuat lelaki ini mendendam. Hingga umurnya mencapai angka 14 tahun—sebelum meneruskan pendidikan SMA di Bandung (1970)—ia dan saudara-saudaranya diharuskan mencari kayu guna keperluan bahan bakar ibunya memasak. Dan dendam ini berbuah manis ketika tiba saatnya untuk dipetik. Sebab dari hasil dendam-mendendamnya pada masa lalu ini, ia berhasil menciptakan bahan bakar dari minyak jarak murni.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukti nyatanya terjadi di tahun 2006 di Jakarta. Waktu itu untuk kali pertamanya dilakukan uji coba minyak jarak murni sebagai bahan bakar mobil diesel. Dalam uji coba ini digunakan tiga mobil Mitsubishi Strada Double Cab, yang menempuh jarak Jakarta-Bandung (sekira 325 km). Dan uji coba itu pun berlangsung mulus tanpa hambatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemanfaatan jarak untuk keperluan manusia memang bukan barang baru. Medio 1942-1945, Pemerintahan Militer Jepang memaksa penduduk untuk menanam jarak guna diambil minyaknya. Akan tetapi pemanfaatan minyak jarak di masa itu hanya terbatas pada pelumas senjata saja. Ini jelas teknologi tepat guna sekaligus alternatif. Apalagi di masa-masa sekarang ini, di mana harga BBM naik-naik terus, meski di masa pemerintahan SBY diturunkan hingga tiga kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi siapakah penemunya? Seperti yang sudah disebutkan di atas, dia adalah seorang lelaki, putra Sumatera. Namanya Robert Manurung. Lahir di Onan Ganjang, Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Pria ini tetap konsisten meneliti pirolisa biomassa—usaha mencairkan bahan bakar padat (biomassa) secara termal untuk menghasilkan bahan bakar cair, gas yang bisa terbakar, dan padatan berupa arang—seperti cahaya terang di ujung terowongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketekunannya berangkat dari pemikiran bagaimana membuat potensi alam Indonesia menjadi berkah yang berguna untuk masyarakatnya. Penelitiannya pada jarak pagar (Jatropha curcas L) memperlihatkan secara teknologi sederhana dan ekonomis memungkinkan mengutip minyak jarak untuk menggantikan solar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian minyak jaraknya sudah dilakukan sejak 1997, berbarengan dengan rekan-rekannya di ITB (Institut Teknologi Bandung) dengan fokus ekstraksi minyak kelapa dan jarak. Setahun berselang, pada 1998—ketika Krisis Moneter melanda Indonesia—hasil rancangan ekstraksi itu sempat dipamerkan di Istana Kepresidenan di Jakarta Pusat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyelam sekaligus minum air, itulah gambaran yang tepat dalam menggambarkan perjuangannya. Di samping menyelesaikan tiga jenjang pendidikannya S1 di Teknik Kimia ITB, S2 di Technology Asian Institute of Technology (Bangkok) dan S3 di Rijksuniversiteit Groningen (RuG, Belanda), Manurung juga mendalami struktur pelbagai minyak tumbuhan demi kesempurnaan temuan sebelumnya. Sayangnya, dia gagal mendapat dana Riset Unggulan Terpadu sebab dianggap tidak relevan. Justru RuG dari Belanda yang tertarik membiayainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas mengapa jarak yang dipilih? Sebab jarak bisa tumbuh di tanah tandus. Hal ini sudah dibuktikannya, saat melakukan kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat, serta sejumlah pesantren di Jawa Barat. Hasil kerja sama ini memperlihatkan produktivitas buah hingga 30 kg per pohon per tahun sehingga keekonomisan mampu dicapai pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, tanaman ini punya beberapa kelebihan. Di samping buahnya dapat menghasilkan minyak murni yang bisa digunakan sebagai bahan bakar kendaraan, ampasnya bisa dimanfaatkan pula menjadi pupuk. Apabila dibanding-bandingkan presentasenya mencapai 40 persen untuk minyak, 60 persen untuk pupuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, ternyata ada dendam yang positif juga. Dan jika disama-samakan dengan bohong putih dan bohong hitam, maka dendam yang satu ini digolongkan ke dalam dendam putih. Anda ingin menirunya? Silakan mendendam.&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;(Lilih Prilian Ari Pranowo)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8111941679166693594-4766111906735079843?l=lilihprilianaripranowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/feeds/4766111906735079843/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/02/minyak-jarak-murni.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/4766111906735079843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/4766111906735079843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/02/minyak-jarak-murni.html' title='Minyak Jarak Murni'/><author><name>Noel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8111941679166693594.post-2895633429220899545</id><published>2009-02-20T08:24:00.000-08:00</published><updated>2009-02-20T08:30:28.204-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><title type='text'>Konstruksi Fondasi Sarang Laba-laba</title><content type='html'>Mendengar kata laba-laba, apa yang langsung terbayang di dalam kepala kita? Kebanyakan dari orang mengalihkan pikirannya menuju pelbagai hal yang memang terkenal. Spiderman. Pahlawan super pembela kebenaran, pembasmi kejahatan. Tarantula. Hewan mematikan dari Amerika dan Australia. Atau sarang laba-laba yang lemah dan mudah rusak itu. Memang semua bayangan itu tentu saja tak salah. Sebab, pikiran kita sudah familier dengan informasi semacam ini, sehingga ketika kata laba-laba disebutkan, segera saja pikiran kita melayang ke sana.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tapi ini bukan bukan soal laba-laba dalam kapasitasnya sebagai binatang. Ini soal konstruksi fondasi laba-laba yang ditemukan oleh duo orang Indonesia tahun 1976 silam. Adalah dua orang Indonesia, Ir. Sutjipto dan Ir. Ryantori, yang menemukannya. Temuan ini berangkat dari sebuah penelitian sebagai solusi terhadap dilema yang selalu muncul, sewaktu merencanakan gedung berketinggian tanggung yang butuh fondasi dangkal—macam gedung berlantai satu sampai delapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersendatnya pembangunan sebuah gedung merupakan salah satu contoh masalah yang muncul dalam dunia konstruksi. Contoh lainnya ialah timbulnya dilema waktu merencanakan konstruksi yang dihadapkan pada keadaan tinggi atau berat gedung tanggung, daya dukung tanah permukaan rendah atau letak tanah keras cukup dalam. Diberi nama konstruksi sarang laba-laba atau disingkat KSLL karena bentuknya yang mirip sarang laba-laba. Sistem fondasi sarang laba-laba hasil karya bangsa Indonesia asli itu, tak hanya menjawab kebutuhan dunia teknologi konstruksi, dari sistem fondasi yang dari sisi ekonomis (segi biaya) murah. Dalam perhitungan, biaya bisa dihemat hingga 50 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi kecepatan waktu, sistem KSLL ini sangat efisien, sebab menerapkan prinsip ban berjalan sehingga pengerjaannya pun lebih cepat ketimbang sistem konstruksi lain. Selain itu sistem KSLL mempunyai multi guna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui berbagai studi dan diskusi, KSLL terus dikaji. Dari sebuah lokakarya di kota Bandung, Jawa Barat, mengukuhkan bahwa fondasi sarang laba-laba sebagai salah satu alternatif solusi fondasi, dapat dipertanggung jawabkan dan layak dikembangkan. Kini, lisensi untuk pemasaran sistem fondasi KSLL ini dipegang oleh PT. Katama Suryabumi.&lt;br /&gt;Dari 1000 lebih bangunan yang menggunakan sistem KSLL ini, hingga saat ini belum terdapat bangunan yang mengalami keretakan berarti. Ini berarti KSLL memberikan stabilitas yang tinggi, meski terjadi guncangan. Risiko penurunan yang tidak merata, dapat dieliminasi sampai mendekati angka 0. Sistem ini mampu membuat tanah menjadi bagian dari struktur fondasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang penemu teknik fondasi sarang laba-laba ini, yaitu Ir. Sutjipto, berikut-berikutnya justru lebih populer sebagai politisi daripada populer di bidang konstruksi keahliannya. Pilihannya dalam berpolitik, telah mengantarkan lulusan Insitut Teknologi Surabaya (ITS) yang kemudian menemukan teknik fondasi sarang laba-laba, ini menjadi seorang politisi kaliber nasional. Ahli konstruksi yang temuannya antara lain dipakai di Bandara Hang Nadim, Batam, ini akhirnya lebih mengalir bicara politik ketimbang bidang konstruksi yang juga digelutinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, kehidupan politik bisa jadi berawal dari keaktifannya berorganisasi sejak di SMA tahun 1964 yang terus berlanjut sampai ia kuliah di ITS Surabaya. Pada 1986, Sutjipto mulai terjun aktif di Partai Politik sampai mengantarkan pria kelahiran Trenggalek menduduki jabatan sekretaris jendral partai dan kemudian juga pernah dipilih sebagai Wakil Ketua MPR RI.&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;(Lilih Prilian Ari Pranowo)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8111941679166693594-2895633429220899545?l=lilihprilianaripranowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/feeds/2895633429220899545/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/02/mendengar-kata-laba-laba-apa-yang.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/2895633429220899545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/2895633429220899545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/02/mendengar-kata-laba-laba-apa-yang.html' title='Konstruksi Fondasi Sarang Laba-laba'/><author><name>Noel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8111941679166693594.post-7245102648255707958</id><published>2009-02-20T08:05:00.000-08:00</published><updated>2009-02-20T08:15:07.906-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><title type='text'>Satelit Garuda-1</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/SZ7Whh0LVrI/AAAAAAAAATc/Wmu5Y-obec0/s1600-h/gb_satelit+garuda-1_buku+penemu+indonesia.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 148px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/SZ7Whh0LVrI/AAAAAAAAATc/Wmu5Y-obec0/s200/gb_satelit+garuda-1_buku+penemu+indonesia.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304913282590267058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Februari 2000, sebuah satelit anyar diluncurkan, menempati lintasan imajiner yang terletak 36.000 km di atas permukaan bumi. Nama satelit itu adalah satelit Garuda-1. Membikin suprise di dunia pertelekomunikasian, tak saja di Indonesia namun di dunia, yang terlonjak dan kontan menciut nyalinya.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Terang saja dunia tercengang dengan kemampuan Indonesia ini. Sewaktu itu—dapat dikatakan—seluruh satelit telekomunikasi dunia diluncurkan pada orbit rendah (600-1.000 km) dan menengah (7.000 – 10.000 km). Satelit-satelit ini punya kelemahan. Pertama, daya jangkaunya yang terbatas. Padahal untuk bisa meliput sebelah belahan dunia membutuhkan sekira 60 satelit rendah atau 12 satelit berorbit menengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, ada kelemahan lainnya, yaitu pengoperasian sistem telekomunikasi satelit pada telepon bergerak kala itu pesawatnya tidak praktis. Bayangkan perangkat telepon bergerak yang digunakan berkomunikasi via satelit punya ukuran hampir sebesar kopor buat traveling. Pengoperasiannya juga memerlukan stasiun bumi, berupa antena parabola berdiameter satu meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pelepasan satelit Garuda-1 ke atas langit jelas menambah gengsi politik dan ekonomi. Di samping sistem FSS (Palapa dan Telkom), Indonesia menjadi salah satu negara pengguna dan pemilik satelit terbesar di kawasan Asia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggagasnya? Jangan heran kalau disebutkan, dia tak lain tak bukan adalah putra Indonesia sendiri. Dia mempunyai nama Adi Rahman Adiwoso. Berbekal keahliannya di bidang telekomunikasi satelit, dia menghasilkan teknologi sekaligus produk baru yang belum ada di pasaran dunia. Teknologi ini memungkinkan komunikasi via handphone mampu dilakukan di mana saja. Meski jaringan kabel belum menjangkau dan telepon seluler konvensional kehilangan sinyal, sistem telekomunikasi temuannya akan tetap “on”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inovasi yang dibikin Adi tak cuma memperluas cakupan satelit melainkan memperkecil dimensi pesawat telepon bergerak berbasis satelit ini pula. Daya pancar yang dipunyai Garuda-1 bisa mencapai sebesar 10 kw, karenanya sinyal Garuda-1 dapat diterima dengan handphone yang sekaligus merupakan stasiun bumi. “Inilah stasiun bumi terkecil dan termurah yang pernah dibuat manusia”, tukas Adi sambil menunjukkan telepon genggam Ericsson R190. Jaringan telepon satelit yang menginduk ke Garuda-1 itu selanjutnya dikemas dengan brandmerk Byru.&lt;br /&gt;Kinerja telepon ini sangat bergantung pada Garuda-1, yang pengendali pengontrol satelit ada di Pulau Batam. Di situ juga dibangun pusat kendali jaringan (Network Control Center—NCC), yakni pengatur arus percakapan dengan panel pengaturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gagasan Adi itu tak diwujudkan sendirian. Manusia memang tak bisa kerja sendirian, butuh orang lain untuk membantunya berhasil. Maka ia menjalin kerja sama dengan beberapa pihak. Sebut saja misalnya, ia membikin satelitnya di Hughes Aircraft—tempat ia pernah makaryo), Amerika Serikat dan R190-nya dipesan ke pabrik handphone kenamaan, Ericsson, Swedia. Toh demikian, blue print-nya tetap dibikin sendiri oleh Adi maupun timnya di PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), yang didirikan Adi dan Iskandar Alisjahbana (guru besar dan mantan rektor ITB) pada 1991. Lahirlah Byru dan Pasti–merek dagang sistem telepon satelit buatan PSN.&lt;br /&gt;Bersama perangkat telekomunikasi PSN ini, Byru, Pasti (Pasang Telepon Sendiri) dan jasa internet Bina (Balai Informasi Nusantara), penduduk daerah yang belum terjangkau jaringan telepon kabel dan nirkabel tetap bisa bertelepon-ria dan seluncur di dunia maya. Pada akhir 2003, PSM mengklaim sudah membebaskan 2.975 desa di 40 kabupaten di Indonesia dari isolasi telekomunikasi dengan perangkatnya yang berbasis satelit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Selama di atas kepala terlihat langit, komunikasi lewat telepon genggam bisa dilakukan,” kata Adi—Chief Executive Officer &amp;amp; President Director PT. Pasifik Satelit Nusantara (PSN), yang juga menduduki jabatan yang sama di Asia Cellular Satelite (ACeS).&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;(Lilih Prilian Ari Pranowo)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8111941679166693594-7245102648255707958?l=lilihprilianaripranowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/feeds/7245102648255707958/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/02/satelit-garuda-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/7245102648255707958'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/7245102648255707958'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/02/satelit-garuda-1.html' title='Satelit Garuda-1'/><author><name>Noel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/SZ7Whh0LVrI/AAAAAAAAATc/Wmu5Y-obec0/s72-c/gb_satelit+garuda-1_buku+penemu+indonesia.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8111941679166693594.post-5615528856649299248</id><published>2009-02-20T07:22:00.000-08:00</published><updated>2009-02-20T07:30:57.091-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><title type='text'>Penjernih Air Limbah</title><content type='html'>Air sumur di rumah Anda tidak jernih? Berbau? Tercemar? Tak perlu khawatir. Ambil saja tawas atau ferri klorida (FeCl3), campurkan di air, lantas diaduk searah dan didiamkan selama kurang lebih limabelas menit. Tunggu. Dan kotoran akan diendapkan. Demikianlah caranya mengatasi air sumur yang tidak beres dengan tawas.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Namun tunggu sebentar. Meskipun berfungsi memisahkan dan mengendapkan kotoran dalam air, dengan lama pengendapan berkisar 12 jam lamanya, tawas tidak berfungsi membunuh kuman atau menaikkan PH dalam air. Selain itu tak semua air bisa dijernihkan dengan cara itu, misalkan air rawa atau gambut yang berwarna coklat kemerah-merahan. Lebih-lebih, tawas merupakan bahan kimia yang tidak selalu tersedia di pedesaan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Indonesia kerap kali dihadapkan pada masalah pengadaan air. Di antara mereka banyak yang terpaksa memakai air permukaan, macam air rawa atau gambut, sungai, telaga dan air genangan atau kubangan. Masyarakat pengguna air seperti ini biasanya ada di daerah Kalimantan, Riau, Papua, dan Bangka. Penggunaan air yang demikian secara higienis tentu tidak layak. Selain masalah kualitas—pencemaran oleh zat kimia maupun jasad renik yang merugikan—air tersebut juga tidak jernih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namanya Muhammad Djoko Srihono, lulusan Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, menemukan semacam seperangkat penjernih air limbah. Berangkat dari kegelisahannya mencari bahan kimia pengganti tawas inilah, Djoko mulai mencari alternatif penggunaan bahan lokal yang bisa dipakai. Seperti yang bilang Einstein bahwa imajinasi lebih penting ketimbang fakta. Maka Djoko yang aslinya lahir 13 Maret 1946 di Surakarta, Jawa Tengah ini mulai berimajinasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unik? Memang. Proses awalnya tidak dilakukan di laboratorium asli, tapi laboratorium imajiner di dalam otaknya. Ia cukup membayangkan: bahan kimia ini, yang sifatnya begini direaksikan dengan bahan kimia itu yang sifatnya begitu, maka diperkirakan hasil reaksinya adalah anu. Tentunya, imajinasinya tak cuma tong kosong, ia punya banyak referensi pengetahuan semasa kuliah yang memadai sehingga mampu menunjang kinerja saraf-sarafnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru sesudah merasa cukup mantap dengan hasil hitung-hitung di dalam benaknya, ia melakukan percobaan nyata. Ini demi penghematan bea yang harus dikeluarkan saat percobaan karena harus membeli alat ini-itu. Menurut Djoko, pada dasarnya kekeruhan air disebabkan senyawa kimia. Dalam ilmu kimia dasar yang diajarkan di Universitas Gunadarma (www.ocw.gunadarma.ac.id) penyebab kekeruhan air ada enam, di antaranya: 1) Bahan buangan padat/butiran; 2) Bahan buangan organik; 3) Bahan buangan anorganik; 4) Bahan buangan olahan bahan makanan (termasuk bahan organik); 5) Bahan buangan cairan berminyak; 6) Bahan buangan zat kimia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penting untuk diketahui penyebabnya, sebab—untuk dipahami—bentuk molekul senyawa tersebut kemudian dicari gugus molekul yang bisa “diganggu”. Kalau gugus molekul itu bisa “diganggu”, maka keseluruhan molekul senyawa akan goyah. Bila ini terjadi maka para pengotor itu bisa dipisahkan dari air. Dan air menjadi jernih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini yang belum dipikirkan orang lain yang sama-sama berkecimpung dalam dunia jernih-penjernihan dan murni-pemurnian air. Dengan logika seperti itu, Djoko cukup optimis untuk mengatakan, “Sanggup menjernihkan air limbah apa saja kecuali limbah nuklir dan limbah polimer karena saya belum belajar tentang itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjernih air sebagai solusi, menurut pandangannya harus memenuhi syarat: “mudah” dan “murah”. “Mudah” berarti tidak diperlukan keahlian khusus dan tanpa prosedur yang rumit untuk menjalankannya. “Murah” berarti biaya yang diperlukan relatif tidak mahal. Memang itulah kenyataannya. Djoko menjelaskan untuk menjernihkan air sebanyak 1 m3 (1.000 liter) dibutuhkan 2 gram formula penjernih temuannya. Bandingkan dengan pemakaian 200 gram air kapur yang diperlukan untuk mengolah air gambut sebanyak jumlah yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya formula penjernih, tetapi Djoko juga telah merancang alat yang digunakan untuk menjernihkan air. Alat tersebut berupa tabung atau pipa pencampur terbuat dari bahan PVC atau paralon sepanjang + 50 cm dengan tiga lobang yang diberi tiga selang plastik. Ketiga selang tersebut nantinya masing-masing untuk dihubungkan dengan larutan formula penjernih, larutan tawas dan larutan kaporit sebagai disinfektan bila diperlukan.&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;(Lilih Prilian Ari Pranowo)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8111941679166693594-5615528856649299248?l=lilihprilianaripranowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/feeds/5615528856649299248/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/02/penjernih-air-limbah_20.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/5615528856649299248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/5615528856649299248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/02/penjernih-air-limbah_20.html' title='Penjernih Air Limbah'/><author><name>Noel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8111941679166693594.post-1115732552101714990</id><published>2009-02-19T03:17:00.000-08:00</published><updated>2009-02-19T05:02:35.440-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><title type='text'>Hantu Beduk Ashar</title><content type='html'>Dua-tiga hari lalu, kantorku dihebohkan kasus munculnya putih-putih di tempat parkir. Empat orang melihatnya, Eti, Putri, Lia dan Aconk. Putih-putih yang dilihat keempat orang itu dianalisa sebagai hantu yang lewat tempo adzan asar tengah bertalu-talu. Padahal keempat-empat orang tadi itu tak melihat persis-persis. &lt;span id="fullpost"&gt;Yang menjadi tertuduh adalah aku. Hal ini diperkuat, menurut pengakuan Eti, yang melihatku berjalan ke wc (lewat parkiran).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini disampaikan keesokan harinya, berarti satu-dua hari lalu, sama Yoga. Waktu itu ia cerita dengan mimik yang menyeramkan (ini memang sudah dari sononya) di lantai dua. Ada aku, Ratino, Iyem aka Deti, dan Trimbil. Mendengar cerita itu, hatiku langsung berdegub kencang. Waduh, ada setan! Tapi sesudah kuperhati-hatikan dengan seksama, sepertinya itu bukan cerita hantu deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu aku, mas," tukasku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hebohlah mereka dalam derai tawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadiannya yang sebetulnya begini. Sehari sebelum kisah ini beredar. Aku keluar lewat jendela. Kemudian aku pergi ke WC. Sesudahnya aku naik ke lantai dua. Abis waktu itu saya pusing dan ngantuk. Ketimbang tertidur aku naik dan ketawa-ketiwi sama tiga orang yang ada di sana, Iyem, Ratino, sama Trimbil. Turun dari sana aku lewat tempat yang sama. Dan memang tak ada yang mendengar suara langkahku, sebab aku tak memakai alas kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi keheran-herananku, masa' aku diidentifikasi sebagai hantu. Padahal aku kan keren. Yah, setidak-tidaknya misteri tentang hantu beduk ashar sudah terkuak, dan tak ada yang mesti ditakutkan. Meski keempat orang itu belum mengetahuinya. Hahaha...&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;(Lilih Prilian Ari Pranowo)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8111941679166693594-1115732552101714990?l=lilihprilianaripranowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/feeds/1115732552101714990/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/02/hantu-beduk-ashar.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/1115732552101714990'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/1115732552101714990'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/02/hantu-beduk-ashar.html' title='Hantu Beduk Ashar'/><author><name>Noel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8111941679166693594.post-8291033125308711276</id><published>2009-02-15T05:53:00.000-08:00</published><updated>2009-02-19T05:03:22.066-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><title type='text'>Mikroorganisme Fuad Affandi</title><content type='html'>JIKA Anda baru bangun tidur, jangan buru-buru menggosok gigi Anda, tapi segeralah berkumur-kumur. Jika sudah berkumur-kumur, jangan buru-buru membuangnya pula, tapi siramlah sejumput kotoran. Siapa tahu nanti bisa menjadi pupuk yang menyuburkan tanaman Anda.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan di atas bukan isapan jempol belaka, melainkan benar-benar nyata. Meskipun nampak absurd dan menjijikkan. Adalah Fuad Affandi yang menemukannya keajaiban tersebut, pupuk alami berbantu liur bacin manusia. Penemuan Fuad ini menarik. Pasalnya, Fuad sama sekali tak berlatarbelakang pendidikan perguruan tinggi, pun ia bukan seorang ahli bioteknologi. Ia hanya seorang kiai mengasuh sekira 300 santri. Kejelian menangkap kejadianlah yang memberinya inspirasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu simpelnya ide ini hingga tak terpikirkan orang lain. Idenya terpantik, sewaktu Fuad berpikir cara untuk mempercepat pembusukan kotoran-kotoran hewan (sapi, ayam, kambing) yang akan dijadikannya pupuk kandang. Proses penghancuran dan pembusukan kotoran-kotoran hewan tadi, normalnya membutuhkan waktu dua hingga empat bulan. Lantas, bagaimana cara mempercepat pembusukannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabannya ternyata ada di perut manusia. Bakteri penghancurnya itu lho yang ampuh percepat proses pembusukan makanan. Logika Fuad sederhana pula. "Buktinya, hari ini kita makan, besok keluar sudah busuk," tukas alumni Pesantren Lasem, Jawa Tengah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dikatakan Fuad bisa dibuktikan secara ilmiah. Menurut penelitian Laboratorium Mikrobiologi Universitas Padjajaran, Bandung, dalam air liur memang terdapat empat macam bakteri: Saccharomyces, Cellulomonas, Lactobacillus, dan Rhizobium. Bakteri-bakteri ini hidup di lambung manusia. Tak kurang akal, Fuad tahu cara mendapatkan bakteri ini. Kebiasaan makhluk renik itu, kalau tidak ada makanan masuk dalam waktu cukup lama, mereka akan naik menyantap sisa-sisa makanan yang berada di rongga mulut. Karena saat tidur tidak ada makanan yang masuk. Dalam keadaan inilah bakteri-bakteri tersebut berkumpul di mulut. Sudah tahu cara mendapatkannya, Fuad lantas memerintahkan santrinya yang berjumlah 300 orang untuk membuang cairan hasil kumur-kumur pertama sehabis bangun tidur ke dalam kaleng yang telah disediakan di depan penginapan santri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya Mikroorganisme dalam air liur itu dibiakkan dengan tambahan molase (gula), dedak, dan pepaya ke dalamnya. Beberapa hari berikutnya, liur para santri tersebut berubah menjadi cairan kental berwarna keruh. Baunya pun berubah wangi. Tak lagi berbau “naga”, tapi berbau selaiknya cokelat. Dan jika sudah demikian itu artinya bakteri berbiak dengan subur. Fuad lantas menyiram cairan pekat (bakteri) tersebut ke kotoran ternak dan jerami yang sedang diperam. Hasilnya dahsyat. Tak perlu berlama-lama lagi—hanya dalam tiga hari—kotoran ternak itu hancur lebur dan membusuk. Dan jadilah pupuk kandang siap pakai. Penemuan Fuad ini punya nama, ialah Mikroorganisme Fermentasi Alami disingkat MFA—bisa diplesetkan pula menjadi Mikroorganisme Fuad Affandi. Khasiat MFA ada beberapa ragam, di antaranya: mempercepat ketersediaan nutrisi tanaman, mengikat pupuk dan unsur hara, serta mencegah erosi tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hebatnya, penemu yang tak mengeyam pendidikan tinggi ini tak berhenti berinovasi hanya sampai MFA. Usai menemukan MFA, berikutnya ia menciptakan tiga jenis pembasmi hama baru, yang dikasih nama Innabat (Insektisida Nabati), Ciknabat (Cikur Nabati), dan Sirnabat (Siki Sirsak Nabati).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Innabat merupakan insektisida yang dibuat dari kacang babi bercampur bawang putih, bawang merah, cabe rawit, dan temulawak. Cara membikinnya juga sederhana: Bahan-bahan tersebut digiling halus sampai menjadi satu, lantas dicampur dengan air tajin (air cucian beras). Campuran itu berikutnya didiamkan sekurangnya 14 hari, sebelum disemprotkan ke tanaman. Ramuan ini ampuh membasmi pelbagai jenis ulat, ngengat, dan lalat yang kerap menyerbu tanaman sayur-sayuran. Nomor dua adalah Ciknabat, yang dibuat dari cikur (kencur) dicampur bawang putih. Ciknabat ini ampuh sebagai fungisida (pembasmi jamur tanaman). Di samping ampuh pula sebagai insektisida. Sebab bau dari kencur dan bawang putih membikin hama sungkan mendekat, meskipun ramuan ini tidak membunuh hama pengganggu tersebut. Sedikit berbeda dengan dua ramuan sebelumnya yang lebih lunak adalah Sirnabat. Ramuan yang dibuat dari gilingan biji sirsak ini merupakan ramuan yang formulanya paling keras yang dibuat Fuad. Ramuan ini akan disemprotkan, jika hama sudah resisten terhadap Innabat maupun Ciknabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketimbang pupuk dan pestisida kimiawi, buatan Fuad punya beberapa keunggulan. Pertama, dari segi bea praktis lebih murah. Biaya untuk produksinya cuma sekisaran lima belas ribu perak. Untuk produksi tanaman buncis seluas 1 ha, petanis hanya cukup mengeluarkan biaya seratus ribu rupiah. Hasilnya toh tak kalah dengan pupuk kimia—bisa mencapai per hektar sekira 8 ton. Kedua, memakai pupuk dan pestisida alami tentu saja lebih sehat, sebab tak mencemar lingkungan maupun hasil produksinya. Ketiga, harga sayurannya lebih tinggi, karena sayuran terlihat lebih segar, bersih, dan bebas dari zat-zat kimiawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini tentu saja bukan tanpa kendala. Kesulitannya terletak pada mencari bahan bakunya. Contohnya, untuk membikin Innabat, sangat sulit mendapatkan kacang babi. Untuk membikin Sirnabat, biji sirsaknya tidak mudah pula diperoleh. Nah, penemuan ini membuka mata kita bahwa ada hal-hal berguna di sekitar kita, apabila kita jeli dan mau memahaminya. Sekarang tinggal kitanya. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;(Lilih Prilian Ari Pranowo)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8111941679166693594-8291033125308711276?l=lilihprilianaripranowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/feeds/8291033125308711276/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/02/mikroorganisme-fuad-affandi.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/8291033125308711276'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/8291033125308711276'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/02/mikroorganisme-fuad-affandi.html' title='Mikroorganisme Fuad Affandi'/><author><name>Noel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8111941679166693594.post-4614246734796717712</id><published>2009-02-15T05:33:00.000-08:00</published><updated>2009-02-19T05:04:38.466-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><title type='text'>Konstruksi Fondasi Cakar Ayam</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pantai Cilincing&lt;/span&gt;, Jakarta Utara, 1961, seorang pria piknik bersama keluarganya. Nama pria itu Sedijatmo, seorang insinyur dari teknik bangunan. Dia, tanpa sengaja, memandang ke sebatang pohon nyiur yang meliuk dan melambai-lambai diterpa angin. Walhasil, bersamaan dengan semua itu terinspirasilah ia.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Mengapa nyiur mampu berdiri kokoh di tanah lunak, meski angin dan deburan ombak menerpa kencang? Padahal, tubuhnya yang tinggi menjulang hanya ditopang akar serabut yang menunjam ke bumi tak terlalu dalam.” Benak Direktur Dinas Perencanaan dan Pembangunan-Perusahaan Listrik Negara (PLN) dipenuhi pertanyaan-pertanyaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Datmo, begitu nama akrab insinyur tersebut, saat itu memang tengah memimpin proyek besar pembangunan tiang listrik tegangan tinggi di daerah Ancol—sebuah kawasan pantai bertanah rawa nan lembek. Lapisan tanah kerasnya di sana baru ada di kedalaman 25 meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah. Terinspirasi pohon nyiur itu, Datmo (waktu itu berusia 52 tahun) termotivasi membikin rancangan fondasi yang cocok diterapkan di tanah tak stabil, macam daerah rawa dan tanah lunak. Jadilah fondasi “yang memiliki akar serabut” pipa beton menyangga konstruksi tower listrik tegangan tinggi. Fondasi itu sendiri dinamainya: Fondasi Cakar Ayam, sebab bentuknya mirip cakar ayam. Secara fisik, bentuk fondasi gaya Sedijatmo ini mirip fondasi tiang pancang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pelat beton menjadi landasan berdirinya tower. Di bawah pelat setebal 10-12 sentimeter itu mencuat pipa-pipa beton berdiameter 50 sentimeter yang satu sama lain berjarak 1-1,5 meter. Kaki-kaki itu menggantung hanya 3,5 meter panjangnya. Hanya saja, pipa ini panjangnya tak seperti tiang pancang yang harus mencapai lapisan tanah keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski tak sampai mencengkeram tanah keras, kaki-kaki “cakar ayam” itu sudah cukup kuat sebagai stabilisator konstruksi yang sanggup menahan tekanan dari atas dan samping. Padahal dengan metode konvensional, harusnya tower tersebut dibangun dengan fondasi bertiang pancang panjang yang menancap dalam hingga ke lapisan tanah keras. Meski secara fisik mirip cara kerja fondasi konvensional, secara esensial Fondasi Cakar Ayam berbeda.Fondasi ini sangat mengandalkan tekanan pasif tanah dan gaya lateral yang diterima pelat. Itu sebabnya, kedalaman fondasi ini tidak perlu menembus tanah keras. Bandingkan dengan fondasi tiang pancang pada umumnya yang mengandalkan daya dukung tanah keras untuk kekuatannya. Dibandingkan dengan fondasi friction pile pun, Fondasi Cakar Ayam jauh lebih efisien, karena tak harus dilengkapi kaki-kaki panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukses pemancangan Fondasi Cakar Ayam di Ancol itu, diikuti keberhasilan pemancangan tower-tower lainnya. Pemakaiannya meluas, tidak hanya terbatas pada konstruksi menara. Bandara Juanda Surabaya dan Bandara Polonia Medan juga memanfaatkan kuatnya cengkeraman cakar-cakar beton temuan pria kelahiran Solo, Jawa Tengah, 24 Oktober 1909 ini. Hasil pengujian di Polonia menunjukkan bahwa Fondasi Cakar Ayam mampu mereduksi hingga 75% tekanan pada tanah di bawah landasan pacu. Konstruksi cakar ayam ini telah menunjukkan keandalannya, bahkan pasca diuji puluhan tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling monumental ialah Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng. Dari 1.800 hektar (18 km persegi) pengerasan lahan di sana, 120 hektar di antaranya memanfaatkan teknologi cakar ayam. Pemakaiannya mulai dari apron (tempat parkir pesawat terbang), taxi way, hingga landasan pacu di bandara yang tata bangunannya mendapat penghargaan arsitektur Lansekap Aga Khan pada 1995 itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fondasi Cakar Ayam mencatat sejumlah kelebihan dibandingkan fondasi jenis lain. Karena fondasi ini letaknya tidak berada jauh dari permukaan tanah, pengerjaannya jauh lebih sederhana ketimbang jika harus memancang atau mengebor tanah.Biaya yang dihemat bisa sampai 30%, karena pengerjaannya lebih cepat dan material yang diperlukan lebih sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fondasi Cakar Ayam temuan Sedijatmo mendapatkan paten dari pelbagai Negara, yaitu Indonesia, Kanada, Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Italia, Belgia, Belanda, Denmark dan Jerman. Sebagai sebuah teknik, Fondasi Cakar Ayam telah membuktikan mampu memberikan solusi di zamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Sedijatmo tak hanya menemukan Fondasi Cakar Ayam, ayah lima anak ini juga pemegang paten pipa pesat dan penemu pompa air curug. Bahkan, pada 1971, saat usianya mencapai 62 tahun, alumnus Technische Hoge School (THS)—sekarang ITB—ini masih berkarya. Dengan memperkenalkan teknik “Bahari Ontoseno”, sebuah sistem pembuatan jembatan di sungai yang lebar macam do Kalimantan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena karyanya, maka Sedijatmo memperoleh penghargaan Bintang Mahaputra Kelas I dari pemerintah Indonesia. Pun namanya sekarang diabadikan sebagai nama jalan tol di Bandara Soekarno-Hatta hingga kini. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;(Lilih Prilian Ari Pranowo)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8111941679166693594-4614246734796717712?l=lilihprilianaripranowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/feeds/4614246734796717712/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/02/konstruksi-fondasi-cakar-ayam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/4614246734796717712'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/4614246734796717712'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/02/konstruksi-fondasi-cakar-ayam.html' title='Konstruksi Fondasi Cakar Ayam'/><author><name>Noel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8111941679166693594.post-8797775319567576478</id><published>2009-02-13T06:42:00.000-08:00</published><updated>2009-02-19T05:05:14.195-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><title type='text'>Surat Kematian Seorang Penulis</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nogotirto-Yogyakarta, 13 Februari 2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sudah&lt;/span&gt; sejak beberapa hari terakhir ini hujan selalu mengguyur bumi Jogja di waktu-waktu pagi. Tidak macam hari-hari biasanya—waktu hujan sudah terpola: pagi terang, siang atau sore hujan. Mungkin, ini sesuai dengan ramalan BMG, yang memperkirakan bahwa hujan akan mencapai titik tertingginya di dua bulan awal tahun ini—Januari-Februari. Meski aku sesungguhnya betul-betul kedinginan jika malam tiba, aku tetap berharap hujan turun setiap tahunnya. Hanya saja, jangan keseringan dan waktu-waktu pagi.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hari ini saja, ketika aku berangkat di pagi hari, hujan sudah mengguyur kota ini dengan penuh semangat. Dan tentunya, sewaktu aku berangkat ke kantor, aku kuyup. Padahal, aku sudah diwanti-wanti bapakku supaya mengenakan mantol (jas hujan), karena awan di sebelah barat terlihat gelap—diperkirakan olehnya akan hujan. Namun, karena kebodohan tingkat tinggiku dan kemalasanku terhadap sesuatu yang ribet, aku mengacuhkannya dan berangkat tanpa mengenakan mantol itu—yang lalu kulipat dengan sangat tidak rapi. Aku bilang pada bapak, “Sepertinya hari tidak hujan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hujan gerimis,” kata ayahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yeah, nanti semisal hujan. Akan kukenakan di tengah jalan.” Dalam hati aku berkata, ‘Sungguh akan terlihat konyol apabila aku mengenakannya namun hari tak hujan.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sial bagiku. Ternyata, awalnya hujan memang hanya rintik-rintik saja, semakin ke barat—ke arah kantorku—rinai hujan semakin deras. Tapi hingga aku sampai ke kantor, aku tetap tak mengenakan mantolku.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pertanyaan menggumul dalam benakku lagi. Untuk apa aku menulis? Atau jika menarik pertanyaan lebih luas lagi, untuk siapakah aku menulis?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban-jawaban dari pertanyaan ini sebetulnya sudah kutemukan dalam sebuah buku yang kubeli kemarin pas pameran buku di Gedung Wanitatama. Pendapat-pendapat itu terhimpun dalam pidato para sastrawan dunia ketika mendapatkan hadiah mereka (Nobel), membikinku mengerti bahwa ada dua kepentingan bagi kita untuk menulis. Pertama, keinginan untuk mendapatkan sesuatu dari tulisannya, dalam hal ini adalah uang. Kedua, keinginan untuk mendapatkan kepuasan dari tulisannya, dalam hal ini kepentingan pribadi yang bermain—tanpa harus peduli siapa yang akan membaca tulisannya. Hal yang terakhir tersebut sama dengan ketika kita menulis catatan-catatan harian kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara kedua pendapat itu, aku tak memilih salah satunya. Aku berada di tengah-tengahnya. Aku ingin menulis secara mandiri, di samping aku tetap mendapatkan penghargaan berupa materi dari tulisan-tulisanku. Terus terang saja, idealis tak membuat kita bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Lihat saja, Marx, yang hidup dalam kondisi papa sampai tiba matinya, ketika memperjuangkan idealisnya demi melawan para kapitalis dengan ide-ide revolusionernya tentang sosialisme dan komunisme. Urgh... idealisme yang rumit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa ideku untuk menjual tema buku tersandung dengan sebuah pertanyaanku: apakah buku itu akan laku dengan tema yang seperti itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan sekaligus pertanyaan tersebut membuatku secara moral lumpuh dalam menulis. Sehingga muncul keengganan untuk mencari sebuah tema dengan tema-tema spektakuler. Sebab, sayangnya, aku hanya sedikit tahu tentang kegilaan manusia dalam membelanjakan uangnya. Seperti Isaac Newton yang harus berkemas dari genjotan pasar saat mengetahui ia lebih memilih untuk mencari hukum gravitas daripada kegilaan konsumerisme manusia. Apalagi dalam masalah tulisan, sungguh-sungguh belum terkonsep otakku ini akan hal-hal semacam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seingatku Pramoedya Ananta Toer pernah mengatakan (menurutku ini seruan kepada para penulis--lebih khusus lagi penulis pemula), “Tulislah mengenai apapun. Tak usah pedulikan apakah tulisan itu akan diterbitkan penerbit atau tidak. Tulis saja, siapa tahu kelak akan berguna.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, aku sudah mengembangkan dalam proses-proses penulisan macam yang dibilang Pram. Walau konsep itu masih terbatas dalam catatan-catatanku saja. Namun mulai aku masuk ke kantor ini (3 Februari 2009), setelah komputerku yang keparat itu mati, aku jadi mandul karena aku tidak menulis setiap hari seperti yang kuingin lakukan dulu. Namun, mulai hari ini aku akan mengembalikan kebiasaanku yang sedikit memudar itu. Dan tiap hari menulis. Tapi di komputer kantor ini saja dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagiku, menulis (apapun) adalah mengenai rasa manusia mengungkapkan pandangan-pandangannya lewat tulisan. Untuk mendapatkan itu, kita harus mendapatkan independensi tanpa tedensi apa-apa, sebab keinginan muluk yang dilibatkan dari tulisan hanya akan menjadi sebuah tendensi bodoh yang secara mental membuat kita tumpul akan keinginan-keinginan kita sendiri. Jika kita sebagai penulis menghilangkan semangat menulis, maka saat itulah kita sebagai penulis telah mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana menurut kamu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;(Lilih Prilian Ari Pranowo)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8111941679166693594-8797775319567576478?l=lilihprilianaripranowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/feeds/8797775319567576478/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/02/surat-kematian-seorang-penulis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/8797775319567576478'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/8797775319567576478'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/02/surat-kematian-seorang-penulis.html' title='Surat Kematian Seorang Penulis'/><author><name>Noel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8111941679166693594.post-3133045396551929574</id><published>2009-02-13T06:30:00.000-08:00</published><updated>2009-02-19T05:05:58.628-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><title type='text'>Kapal Ikan Bersirip</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SEORANG&lt;/span&gt; sastrawan bisa menemukan inspirasi di manapun mereka berada. Waktu berjalan-jalan di taman bebungaan, ia terinspirasi oleh bunga-bunga sekitar. Ketika berada sepi memancing di kali, ia memikirkan ide yang banyak. Bahkan, ketika sedang berada di kakus, bisa mendadak mendapat inspirasi. Tapi tak hanya sastrawan yang bisa terinspirasi. Semua orang pun bisa.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Contohnya adalah Alex Kawilarang Warouw Masengi, seorang Dekan dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratunlangi (Unsrat), Manado. Gara-gara terinspirasi ikan terbang, ia menciptakan teknologi kapal ikan bersirip (sudah dipatenkan di Jepang). Teknologi yang memungkinkan kapal ikan tidak mudah goyah saat diterjang gelombang besar dan stabilitas kapal bisa tercapai. Stabilitas kapal ialah kemampuan kapal untuk balik dalam posisinya yang semula seusai mengalami guncangan. Dan merupakan rangkaian kombinasi antara ukuran yang cocok dan pembagian berat muatan, yang memungkinkan kapal mengikuti ayunan angin dan gelombang, serta selalu dapat kembali tegak dan seimbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya, sewaktu ia menciptakan teknologi ini, ia sedang mencermati ikan terbang antoni (torani)—mulai dari bentuk tubuh yang montok, sirip, kepala, serta pergelangan ekornya. Dia heran melihat ikan tersebut mampu melayang-layang di atas permukaan air laut. Tubuhnya terangkat lewat pergerakan sirip yang relatif panjang dan dorongan pergerakan tubuhnya sendiri. Ikan ini bisa terbang tinggi bagaikan pesawat udara yang melayang-layang rendah di atas permukaan laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bentuk tubuh dan sifat-sifat khas ikan antoni inilah yang saya terapkan menjadi desain badan kapal ikan, berikut pemasangan sirip pada bagian lambung kapal. Hasilnya, tingkat kestabilan kapal ikan relatif menjadi lebih tinggi ketimbang jenis kapal ikan lain," tukas pakar teknik perkapalan perikanan lulusan The Graduate School of Marine Science and Engineering Nagasaki University, Jepang, tahun 1993 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari inspirasi inilah, Alex—demikian ia akrab disapa—melakukan sejumlah pengkajian dan uji coba. Hasilnya? Stabilitas kapal ikan bersirip, rata-rata melebihi kapal ikan biasa. Hasil ini bisa dibilang cukup menggembirakan. Sebab Alex sudah mengkaji risetnya ini lebih dari satu dasawarsa lamanya, yaitu enam belas tahun. Pengujian dilakuan di Laut Cina Timur, Teluk Ohmura Nagasaki, Perairan Jepang Timur, Teluk Manado, dan perairan di sekeliling Kota Bitung. Sementara, uji laboratorium telah dilakukannya, di beberapa laboratorium ternama, macam: Laboratorium Kapal Ikan di Fakultas Perikanan Hokkaido University, Japan Fisheries Engineering Laboratory, Faculty of Ship Building Soga University, Nagasaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil pengujian stabilitas terhadap kapal ikan tipe sabani dari Okinawa menggunakan sirip dalam kondisi statis naik 17 persen. Adapun kala kapal berada dalam kondisi dinamis atau sedang bergerak, tingkat stabilitasnya malah semakin naik, yaitu 22 persen. Dengan melakukan metode yang sama, telah diujicobakan pula beberapa kapal ikan tipe pamo—biasa dipakai nelayan-nelayan di Sulawesi Utara—baik dalam ukuran nyata maupun dalam skala model. Dan hasilnya diperoleh stabilitas kapal pamo dalam kondisi statis meningkat 19 persen. Sedangkan dalam keadaan dinamis meningkat 28 persen. Dashyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas semua-mua pembuktian tersebut, temuan teknologi kapal ikan bersirip yang didesai berdasar bentuk tubuh ikan antoni, kini sudah dipatenkan atas nama Alex Masengi di Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, secara rutin, Alex diminta menjadi pembicara dan dosen tamu pada pelbagai kampus di Jepang dan Perancis. Pun sebuah perusahaan galangan kapal di Jepang saat ini, sedang bersiap-siap memproduksi secara massal kapal-kapal ikan bersirip yang teknologinya ditemukan Alex tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alex tak memiliki garis keturunan seorang pelaut ataupun nelayan. Bahkan, ia tak besar di lingkungan pesisir. Dia lahir dan besar dalam lingkungan petani di Desa Kinilou, Tomohon, tempat kelahirannya. Dia akrab dengan pertanian palawija, hortikultura, serta budidaya tambak air tawar. Hal ini mengingatkan kita pada sosok Marcopolo yang tak memiliki darah keturunan pelaut, tetapi tetap menjadi pengarung samudra ulung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, meski ahli kelautan ini mendapatkan rejekinya dari laut, namun Alex yang tetap mencintai alam pegunungan. Karena itu, ia menetap di kaki Gunung (api) Lokon, Kota Tomohon—tepatnya di Desa Kinilou. Rumahnya yang sederhana dikelilingi tambak dan telaga lengkap dengan budidaya ikan mas dan mujair. Pada bagian depan rumahnya terlihat beberapa rumpun pohon bambu yang turut menambah semarak lingkungan rumahnya. Bahkan, rumahnya kerap dimanfaatkan sebagai tempat pertemuan dosen-dosen fakultas perikanan dan ilmu kelautan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alex bersekolah di Fakultas Perikanan Unsrat, setelah sempat bekerja di sebuah perusahaan ikan, dan lulus tahun 1984. Selulusnya dari sana, ia mengikuti program master di Faculty of Fisheries Nagasaki University pada 1990. Dan meraih gelar doktor di The Graduate School of Marine Science and Engineering Nagasaki University, Jepang, tahun 1993.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain tetap aktif di dunia pendidikan, pun Alex dikenal luas di Sulawesi Utara sebab kegiatannya di pelbagai organisasi pemuda. Saat ini ia tercatat sebagai Wakil Ketua Komisi Pemuda GMIM (Gereja Masehi Injili di Minahasa)—salah sebuah gereja terbesar di Kawasan Timur Indonesia. Ia juga menjadi anggota tim akademisi muda Unsrat yang secara aktif menjelaskan posisi, visi, dan misi Unsrat ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ALEX sering menyampaikan makalah ilmiahnya di berbagai kampus ternama di Jepang, Belanda, Inggris, dan Amerika Serikat. Dan pernah menjadi konsultan teknik pada Reedbed Technology, Liverpool, Inggris. Di Jepang namanya tercatat sebagai anggota konsultan pembuatan kapal Nagasaki Dream, konsultan pembuatan kapal layar Michinoku-Indonesia. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;(Lilih Prilian Ari Pranowo)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8111941679166693594-3133045396551929574?l=lilihprilianaripranowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/feeds/3133045396551929574/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/02/kapal-ikan-bersirip.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/3133045396551929574'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/3133045396551929574'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/02/kapal-ikan-bersirip.html' title='Kapal Ikan Bersirip'/><author><name>Noel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8111941679166693594.post-2508746396129214559</id><published>2009-02-03T07:34:00.000-08:00</published><updated>2009-02-19T05:06:42.411-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><title type='text'>Masuk Kerja Pertama</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Selepas sebulan penuh bergulat dengan gelisah, keringat, dan apak menapaki tangga lowongan kerja di suratkabar, akhirnya aku diterima kerja di penerbitan lagi. Hmm, bidang yang setahun belakangan ini kugeluti dan kunikmati. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Hari ini aku masuk pertama kalinya. Huh, menyenangkan? Iya juga. Cos, ternyata orang-orang yang tergabung di dalamnya lebih mudah akrab dan gampang menerima orang lain. Ups. Segitu dululah posting saya hari ini. Bye.&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;(Lilih Prilian Ari Pranowo)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8111941679166693594-2508746396129214559?l=lilihprilianaripranowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/feeds/2508746396129214559/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/02/masuk-kerja-pertama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/2508746396129214559'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/2508746396129214559'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/02/masuk-kerja-pertama.html' title='Masuk Kerja Pertama'/><author><name>Noel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8111941679166693594.post-853958200039744184</id><published>2009-01-25T21:25:00.000-08:00</published><updated>2009-02-19T05:08:05.662-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><title type='text'>Adakah Aturan dalam Menulis?</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Dalam sebuah postingan milik &lt;a href="http://cokikawasprimonta.blogspot.com/2008/07/20-aturan-menulis-dari-erica-jong.html"&gt;cokikawasprimonta&lt;/a&gt; disebutkan 20 aturan menulis dari Erica Jong. Lebih baik saya sebutkan semua-muanya secara keseluruhan supaya lebih real. 20 aturan tersebut antara lain: &lt;/span&gt;Punya Keyakinan – Bukan Sinisme, Berani Bermimpi, Lepaskan Pikiranmu, Menulis Untuk Kesenangan, &lt;span class="fullpost"&gt;Cari Pembaca Membalik Halaman, Lupakan Politik, Lupakan Intelektualitas, Lupakan Ego, Jadi Seorang Pemula, Terima Perubahan, Jangan Mengira Pikiranmu Butuh Perubahan, Jangan Harapkan Kepuasan dari Pernyataan Puas (orangtua, politisi, sekolah, teman, dll), Gunakan segalanya, Ingat bahwa menulis itu adalah sikap kepahlawanan, Lupakan kritik, Ungkapkan kebenaran, Tetap Membumi, Menulis untuk anak-anak, Ingat untuk tetap liar, Tidak ada aturan.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dari 20 aturan itu, yang paling menarik mata saya adalah aturan Tidak Ada Aturan. Kenapa? Bukankah Erica Jong telah menetapkan 20 aturan menulis, tetapi 20 aturan itu malah dibantah sendiri pada poin 20. Saya jadi menyimpulkan bahwa menulis tidak perlu memiliki aturan. Tetapi, menurut saya, sebelum mencapai pada tahap tidak memiliki aturan seorang penulis harus mengetahui prinsip-prinsip dasar, iatu bisa membaca dan menulis. Menurut kamu?&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt; (Lilih Prilian Ari Pranowo)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8111941679166693594-853958200039744184?l=lilihprilianaripranowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/feeds/853958200039744184/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/01/adakah-aturan-dalam-menulis.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/853958200039744184'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/853958200039744184'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/01/adakah-aturan-dalam-menulis.html' title='Adakah Aturan dalam Menulis?'/><author><name>Noel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8111941679166693594.post-1958645426868493502</id><published>2009-01-22T04:01:00.000-08:00</published><updated>2009-02-15T06:35:29.773-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><title type='text'>Hari Depan, dan Kebingungan Hari Ini</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SEORANG &lt;/span&gt;sahabat sedang bergembira. Dia sedang kedatangan seseorang yang paling dinantikannya sejak setahun dia kuliah di Jogja. Siapa lagi kalau tak pacarnya. Yeap, ini hari pacarnya dia datang. Dia sumringah betul. Bangun saja dibelain pagi-pagi. Dan kebiasaan buruknya, yang suka tak mandi berhari-hari pun mendadak lenyap.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Teman-teman tertawa-tawa melihat tingkahnya yang lucu. Padahal biasanya, tak ada yang memperhatikan tingkahnya. Tapi, karena ada wanitanya saja, teman-teman menggarapnya. Busyet. Mengapa sampai terjadi perubahan sikap antara teman saya yang biasanya dan teman saya sewaktu ada pacarnya sekarang. Saking mengiang-ngiang di benak, saya tulis saja waktu saya ke warnet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman saya yang beda prodi, tapi masih satu jurusan sama saya juga begitu. Sebelum punya pacar dia malah hendak meniatkan diri untuk mati muda. Sekarang pasca punya pacar? Niat itu berontak dan dia tak ingin mati muda lagi. Begitu besarkah kekuatan cinta? Atau sebegitu hebatkah para wanita? Hingga Adam tak berdaya di hadapannya. Lalu siapa yang tiba-tiba menangis paling keras sewaktu ditinggal minggat? Entahlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halah... posting ini semacam melonggarkan kekakuan kepalaku. Bosan karena tak ada kerjaan meski banyak. Membunuh waktu luang sajalah. Trims atas perhatiannya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8111941679166693594-1958645426868493502?l=lilihprilianaripranowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/feeds/1958645426868493502/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/01/hari-depan-dan-kebingungan-hari-ini.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/1958645426868493502'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/1958645426868493502'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/01/hari-depan-dan-kebingungan-hari-ini.html' title='Hari Depan, dan Kebingungan Hari Ini'/><author><name>Noel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8111941679166693594.post-5902742817880010790</id><published>2009-01-21T06:53:00.000-08:00</published><updated>2009-02-20T06:17:03.493-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><title type='text'>Pilih Mana?</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SEORANG&lt;/span&gt; lelaki kebingungan. Di tangan kanannya tergenggam selembar uang seratus ribuan berwarna merah. Ia tengah menimang-nimang hendak diapakan duit itu. "Seumur-umur belum pernah aku memegang uang sebanyak ini. Pool mentok lima puluh ribuan. Itu pun sekali saja," katanya membatin.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hati kecilnya ingin membelanjakan habis uang itu untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. "Ah, kuhabiskan saja uang ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara hati kecil lainnya mengatakan sebaliknya. "Jangan! Kau takkan pernah tahu kapan akan mendapatkan uang sebegini besar lagi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya ia bimbang. Toh, dengan membelanjakan semua-mua uangnya dalam satu waktu, ia takkan memiliki uang lagi di masa depan. "Ah, uang kan bisa dicari," begitu ia teringat kata-kata temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tolong buat teman-teman, bantuin dia dong, sebab si lelaki ini sedang kebingungan sangat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8111941679166693594-5902742817880010790?l=lilihprilianaripranowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/feeds/5902742817880010790/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/01/pilih-mana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/5902742817880010790'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/5902742817880010790'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/01/pilih-mana.html' title='Pilih Mana?'/><author><name>Noel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8111941679166693594.post-1227629341558827243</id><published>2009-01-17T07:20:00.000-08:00</published><updated>2009-02-15T06:39:11.957-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><title type='text'>Manusia Kamar Tetap Cinta Cawat dan BH</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MESKI &lt;/span&gt;saya lebih suka menyendiri di kamar yang dingin nan sepi, namun sebagai makhluk sosial, nampaknya saya tak bisa melepaskan diri saya dari kehidupan sosial. Apalagi, bagi saya yang masih demikian muda begini, dunia sekitar yang berwarna-warni terlalu indah untuk dibekap dalam kamar yang hanya dipenuhi warna-warna monochorme. Apalagi saya juga masih boleh bermain-main mata sama 1000 gadis manapun atau sedikit nakal memegang-megangi "susu" gadis muda yang menjulang meninju langit di bar di kota kami. Hal-hal semacam ini demikian sayang untuk dilewatkan.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bolehlah kita sebagai lelaki menjauh sebentar, tapi "antena" kita yang satu itu, apakah sabar menanti? Ah, saya tak jamin pasti. Toh, saya lelaki, jadi tahu apa yang ada di benak lelaki. Hahaha... Cawat dan BH saja pikirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak peduli dari kegelapan atau cahaya manapun datangnya. Selama ia manusia berjenis kelamin lelaki, pastilah begitu. Terkecuali ia impoten. Saya kenal lelaki, dia pernah menjadi kakak tingkat saya waktu kuliah. Sejak kuliah dia sudah aktif dalam dunia kepenulisan dan baca-membaca. Namanya, terus-terang, tak berani saya sebut-sebut. Terlalu lancang. Dia terlalu agung untuk didekati. Pada akhirnya, saya pernah menjadi rekan sekerjanya, mesti posisi saya dan dia tidak sama. Karena proses penyeretan (KKN)-nya saya menjadi anak buah bosnya, sangat jauh. Gampangnya begini, dia direkrut langsung oleh bos. Sementara saya diajak teman saya yang direkrut oleh rekannya kakak tingkat saya yang namanya tak berani saya sebut-sebut baru kemudian bos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kantor kami waktu itu ada di Jakarta Pusat. Carilah sendiri kalau kau sempat mampir-mampir di seputaran monas. Jika kau beruntung, mau bertanya-tanya pada orang sekitar atau pohon yang bergoyang, kau akan ditunjukkan di mana letak kantorku itu. Akan kusarankan kepada kau jangan mencarinya, sebab meski dibilang kantor, kehidupan di dalamnya tidak sehat. Aku sendiri yang mengalaminya. Bangun-Ngantor-Tidur-Nonton Tipi-Tidur-Bangun-dst, itu jadi upacara rutin. Di sana kau bakal serasa mati! Tak pernah tahu kehidupan luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang harus kuakui dari teman yang namanya tak berani kusebut-sebut ini, dia seorang yang tangguh. Penulis esei yang baik sekaligus pendebat handal. Dulu aku tak pernah tahu bagaimana dia hidup. Setelah menjadi rekan kantornya (dalam hubungan yang aneh) itu aku baru tahu bagaimana kehidupannya. Seperti tadi sudah kubilang (upacara rutinnya) dia hidup seperti itu. Seperti kelelawar yang hidup di malam hari, tidur sesiang mungkin, tubuh kurusnya dibiarkannya tak pernah merasakan sejuk air mandi. Alhasil, kakak tingkat saya yang tidak boleh saya sebut-sebut namanya ini jadi manusia bau, baik badannya maupun bajunya. Bagaimana tidak? Dia takkan pernah mencuci baju sebelum seminggu (atau lebih) dipakainya dalam keadaan tak pernah lepas dari badannya. Kaget? Aku sudah terbiasa dengan itu, meski tetap menutup rapat-rapat hidungku, ketika duduk di dekatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah gara-gara insomnianya atau kesukaannya tidak mandi itu yang membuahkan sarang penyakit di dalam tubuhnya, aku tak tahu. Yang jelas begitu. Dia juga jarang keluar. Sekalinya keluar, itupun tengah malam dan ke pelabuhan pula. Suatu hari, sebelum pulang ke daerah asalnya Cirebon, aku pernah diajaknya ke Pelabuhan Sunda Kelapa. Kaget aku ketika dia berbicara kepadaku, padahal sebelumnya tak pernah berbicara apapun kepadaku, selain hal-hal yang penting saja. Tapi dengan tegas kutolak ajakannya. Siapa yang mau bersanding dengan orang bau? Tak ada kan? Walaupun berangkatnya naik taksi dan dibayarin dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski suka menyendiri dan tak pernah menjalin hubungan yang akrab dengan orang alias membangun dinding tinggi untuk dirinya sendiri, tak sekalipun dia pernah mengganggu-ganggu aku. Dan itu yang membuat aku sedikit kagum dengan kemampuannya. Yeah dibalik kekurangan masih tersimpan benih kelebihan kan? Manfaatkan itu untuk kau sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dia, kakak tingkat saya yang namanya tak bisa kusebutkan itu, melepaskan luapan cairan di tubuhnya? Usut diusut, kuketahui tempatnya membuang hajat, ada di Penjaringan, Jakarta Utara. Sial, di tempat ini pula aku pernah diajak ngamar seorang pelacur tua yang nafasnya sudah terburu dikejar kematian (Ups, ketahuan aku pernah dolan ke tempat ini... xixixi). yk, 160109&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Lilih Prilian Ari Pranowo) &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8111941679166693594-1227629341558827243?l=lilihprilianaripranowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/feeds/1227629341558827243/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/01/manusia-kamar-tetap-cinta-cawat-dan-bh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/1227629341558827243'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/1227629341558827243'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/01/manusia-kamar-tetap-cinta-cawat-dan-bh.html' title='Manusia Kamar Tetap Cinta Cawat dan BH'/><author><name>Noel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8111941679166693594.post-8102854067510581473</id><published>2009-01-14T01:19:00.000-08:00</published><updated>2009-02-15T06:43:47.201-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><title type='text'>Di Persimpangan, Siapkan Bekal, Jalan Terus</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jika &lt;/span&gt;sekarang Palestina-Israel sedang sibuk meramaikan tahun baru 2009 dengan perang, maka izinkan saya meramaikannya dengan postingan. Bukan tentang peperangan itu memang. Hal yang ingin saya sampaikan dalam postingan ini cuma tentang saya, saya, saya dan saya lagi. Sedikit agak narsis memang. Tak apalah.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Soalnya akhir-akhir ini keinginan saya untuk terus eksis di dunia tulis makin menggebu. Seorang kawan yang sudah hidup berbahagia di pulau seberang mengsms saya. Dia mengatakan kalau saya bisa hidup dari tulisan, seperti yang pernah dilakoni suaminya sekarang selama setahun tinggal di Jogja dulu. Sms dia segera kujawab dengan sms pula. Saya mengerti, ini sedang mengupayakan. Saran dia, saya disuruhnya menulis cerpen. Padahal pengalaman menulis cerpen saya buruk. Saya memang menulis cerpen, meski belum cukup bagus untuk menembus media. Itu sudah kulakukan sejak 2002 lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu cerita menarik. Ceritanya, akhir tahun 2004-an, saya pernah mengirim cerpen berjudul Senja yang Sudah Mati. Saya pikir cerpen itu tidak dimuat dan gara-gara pikiran negatif saya itu, saya memang tak pernah lagi memeriksanya. Hingga dua tahun kemudian, diakhir 2007, kutemukan cerpen itu ternyata dimuat. Wah hati senang karena (kebetulan) tak punya uang. Meskipun tak pernah kudapatkan honornya yang cuma 50 ribu itu. Yang bikin saya bertanya-tanya adalah kenapa pihak redaksinya itu tak pernah telepon saya? Karena sudah berlalu, saya tak lagi mau mengurusi. Malas saja rasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke soal yang paling atas tadi. Sebetulnya saya juga sudah menjadi pengisi di rubrik Edukasinema majalah Jogjaeducation (klik di sini untuk tulisan sudah dimuat). Di samping menyambi-nyambi jadi reporter untuk artikel Almanak Pengetahuan. Sayangnya perkembangan yang demikian lamban begini menyulitkan saya untuk hidup lebih "sehat". Yeap apa yang paling dibutuhkan penulis? Buku kan... Sementara honor dari kedua tempat itu tidak mencukupi untuk beli buku. Hahaha...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun saya cukup bahagia dengan kehidupan saya yang masih kurang "sehat" ini. Pikir saya yang penting saya jalan. Sirkulasi bisa berputar tetap. Apa besok saya bisa hidup lebih bagus ketimbang ini, saya nggak tahu. Toh, bukan saya menetapkan jalan. Saya hanya bisa menjalankannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thanks buat orang-orang yang membantu saya dalam proses ini. Maap kalian tak bisa kusebut satu persatu. (Wah, rasanya seperti mendapat Academy Award saja).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Lilih Prilian Ari Pranowo)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8111941679166693594-8102854067510581473?l=lilihprilianaripranowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/feeds/8102854067510581473/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/01/di-persimpangan-siapkan-bekal-jalan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/8102854067510581473'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/8102854067510581473'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2009/01/di-persimpangan-siapkan-bekal-jalan.html' title='Di Persimpangan, Siapkan Bekal, Jalan Terus'/><author><name>Noel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8111941679166693594.post-8477719264755562314</id><published>2008-12-05T01:16:00.000-08:00</published><updated>2009-02-19T03:50:41.674-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><title type='text'>Serupa Tapi Benar-benar Beda</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Awalnya saya juga terkejut, waktu itu saya ada di warnet dan muter-muter, ngobok-ngobok file komputer-komputer tetangga, eh tak dinyana ketemu sama gambar-gambar ini. Barangkali ini merupakan jawaban, kenapa mas-mas yang udah ditembak ini, bisa sedemikian terkenal menjelang eksekusi mati. Yup, ternyata mereka memiliki wajah yang familier dengan artis-artis kita. Iseng betul orang-orang yang sempat mencari-cari kesamaan di antara mereka bertiga, dengan sekumpulan artis-artis ibukota. Tapi saya cukup salut, karena mereka (orang-orang yang iseng mencari-cari itu) punya daya humor yang lumayan tinggi. &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Lagian, karena mengena syarat humor saya gambar ini juga saya unggah, semoga yang disama-samain nggak marah, karena mereka bukan teroris, mereka serupa tapi benar-benar beda. Hahaha... piss man... &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/STjyV3DDuPI/AAAAAAAAARA/ln75XSBoINQ/s1600-h/image003.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 104px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/STjyV3DDuPI/AAAAAAAAARA/ln75XSBoINQ/s200/image003.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5276233420832487666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/STjyVgNyv5I/AAAAAAAAAQ4/R7osgSvgGPA/s1600-h/image002.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 83px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/STjyVgNyv5I/AAAAAAAAAQ4/R7osgSvgGPA/s200/image002.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5276233414703497106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/STjyVZ_GqYI/AAAAAAAAAQw/fkrG8Hp8ijQ/s1600-h/image001.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 109px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/STjyVZ_GqYI/AAAAAAAAAQw/fkrG8Hp8ijQ/s200/image001.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5276233413031274882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8111941679166693594-8477719264755562314?l=lilihprilianaripranowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/feeds/8477719264755562314/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2008/12/serupa-tapi-benar-benar-beda.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/8477719264755562314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/8477719264755562314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2008/12/serupa-tapi-benar-benar-beda.html' title='Serupa Tapi Benar-benar Beda'/><author><name>Noel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/STjyV3DDuPI/AAAAAAAAARA/ln75XSBoINQ/s72-c/image003.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8111941679166693594.post-2789284368146003230</id><published>2008-11-27T22:17:00.000-08:00</published><updated>2009-02-19T04:10:36.112-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Musik'/><title type='text'>Gitaris Merangkap Sound Engineering</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/SZ1MK1dDZnI/AAAAAAAAASk/0JWUfUBLiv0/s1600-h/AN_01.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 91px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/SZ1MK1dDZnI/AAAAAAAAASk/0JWUfUBLiv0/s320/AN_01.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304479685143651954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Debutnya bersama Slank dimulai ketika Slank merilis album Tujuh (1997). Waktu itu Slank tengah sakit akut. Formasi ketigabelasnya, iaitu Bimbim, Kakaa, Bongky, Indra, Pay, pecah akibat pengaruh drugs. Meninggalkan dua orang personelnya, Bimbim dan Kaka, pada titik nadir yang mengenaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal bersama formasi ketigabelas itulah Slank berhasil menundukkan keangkuhan industri musik tanah air. Dan menorehkan segurat namanya. Sehingga Slank pun dipersilahkan menjadi salah satu pemain di sana, hingga grup yang lahir di Gang Potlot, Jakarta Selatan, sekira 1983 ini menjadi bagian besar dari industri musik Indonesia sekarang ini. Industri musik tanah air waktu itu, tak seperti sekarang yang relatif lebih mudah menembus dapu rekaman. Industri pada masa awal-awal Slank berkiprah amat keras, selektif memilih musisi-musisi yang pantas orbit. &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Bongky, Indra, Pay (kelak membentuk BIP) hengkang, otomatis terjadi kekosongan. Slank memformat formasi anyar, formasi keempatbelas, untuk dapat mempertahankan eksistensinya. Saat itulah grup yang album pertamanya bertajuk Hei…Suit…Suit.. ini menarik tiga personel lain untuk menggantikan mereka yang telah out. Di antara tiga orang itu ialah Abdee Negara. Seorang lelaki kelahiran Donggala, Sulawesi Selatan yang hijrah ke Jakarta demi mewujudkan mimpinya: menjadi seorang musisi profesional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdee, begitu ia akrab disapa, pernah tercatat ngejam bareng dengan beberapa band, sebelum akhirnya singgah dan menetap di Slank hingga kini. Ia juga sempat main band bareng Ecky Lamoh, Gideon Tengker, Henry Supit. Jam terbangnya sudah tinggi saat itu, makanya ia mencoba-coba menjadi session player untuk musisi-musisi lain yang membutuhkan bantuannya. Mulai dari Ermy Kulit hingga Trio Kwek-Kwek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu unsur khas bermusiknya dan dimasukkan ke dalam Slank ialah permainan Slide, seperti yang ia tunjukkan dalam lagu "Virus", dan gaya bermusik yang sangat nge-blues, seperti ditunjukkannya pada awal-awal debutnya barengan Slank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia termasuk salah seorang musisi bertangan dingin. Pria yang lahir tanggal 28 Juli 1968 ini tidak hanya tercatat sebagai personel Slank. Melainkan juga sebagai sound engineer dan produser grup-grup musik lain untuk diorbitkan, macam: Serius. Dan sebagai salah seorang teaching clinic di majalah G Plus dan endorser artist untuk gitar bermerk Extreme. [Lilih Prilian Ari Pranowo. 2008]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gambar diunduh dari http://www.gitaris.com/&lt;br /&gt;Debutnya bersama Slank dimulai ketika Slank merilis album Tujuh (1997). Waktu itu Slank tengah sakit akut. Formasi ketigabelasnya, iaitu Bimbim, Kakaa, Bongky, Indra, Pay, pecah akibat pengaruh drugs. Meninggalkan dua orang personelnya, Bimbim dan Kaka, pada titik nadir yang mengenaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal bersama formasi ketigabelas itulah Slank berhasil menundukkan keangkuhan industri musik tanah air. Dan menorehkan segurat namanya. Sehingga Slank pun dipersilahkan menjadi salah satu pemain di sana, hingga grup yang lahir di Gang Potlot, Jakarta Selatan, sekira 1983 ini menjadi bagian besar dari industri musik Indonesia sekarang ini. Industri musik tanah air waktu itu, tak seperti sekarang yang relatif lebih mudah menembus dapu rekaman. Industri pada masa awal-awal Slank berkiprah amat keras, selektif memilih musisi-musisi yang pantas orbit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Bongky, Indra, Pay (kelak membentuk BIP) hengkang, otomatis terjadi kekosongan. Slank memformat formasi anyar, formasi keempatbelas, untuk dapat mempertahankan eksistensinya. Saat itulah grup yang album pertamanya bertajuk Hei…Suit…Suit.. ini menarik tiga personel lain untuk menggantikan mereka yang telah out. Di antara tiga orang itu ialah Abdee Negara. Seorang lelaki kelahiran Donggala, Sulawesi Selatan yang hijrah ke Jakarta demi mewujudkan mimpinya: menjadi seorang musisi profesional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdee, begitu ia akrab disapa, pernah tercatat ngejam bareng dengan beberapa band, sebelum akhirnya singgah dan menetap di Slank hingga kini. Ia juga sempat main band bareng Ecky Lamoh, Gideon Tengker, Henry Supit. Jam terbangnya sudah tinggi saat itu, makanya ia mencoba-coba menjadi session player untuk musisi-musisi lain yang membutuhkan bantuannya. Mulai dari Ermy Kulit hingga Trio Kwek-Kwek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu unsur khas bermusiknya dan dimasukkan ke dalam Slank ialah permainan Slide, seperti yang ia tunjukkan dalam lagu "Virus", dan gaya bermusik yang sangat nge-blues, seperti ditunjukkannya pada awal-awal debutnya barengan Slank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia termasuk salah seorang musisi bertangan dingin. Pria yang lahir tanggal 28 Juli 1968 ini tidak hanya tercatat sebagai personel Slank. Melainkan juga sebagai sound engineer dan produser grup-grup musik lain untuk diorbitkan, macam: Serius. Dan sebagai salah seorang teaching clinic di majalah G Plus dan endorser artist untuk gitar bermerk Extreme. [Lilih Prilian Ari Pranowo. 2008]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar diunduh dari &lt;a href="http://www.gitaris.com/"&gt;www.gitaris.com&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8111941679166693594-2789284368146003230?l=lilihprilianaripranowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/feeds/2789284368146003230/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2008/11/gitaris-merangkap-sound-engineering.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/2789284368146003230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/2789284368146003230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2008/11/gitaris-merangkap-sound-engineering.html' title='Gitaris Merangkap Sound Engineering'/><author><name>Noel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/SZ1MK1dDZnI/AAAAAAAAASk/0JWUfUBLiv0/s72-c/AN_01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8111941679166693594.post-7152186991151235143</id><published>2008-11-26T07:20:00.000-08:00</published><updated>2009-02-19T04:06:49.158-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Musik'/><title type='text'>Meretas Jalan, Agnes Bermimikri</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/SZ1LT3U1l0I/AAAAAAAAASc/101BW69xJqE/s1600-h/AGNES+M.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/SZ1LT3U1l0I/AAAAAAAAASc/101BW69xJqE/s200/AGNES+M.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304478740753258306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dalam berpenampilan Agnes memang terkenal kontroversial. Ia selalu berubah-ubah. Gaya barat gaya timur dicomotnya, diadopsinya. Laiknya seekor bunglon yang bermimikri untuk beradaptasi dalam perubahan lingkungannya. Agnes bermimikri untuk beradaptasi melempengkan jalannya ke puncak ketenaran di panggung hiburan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia masih imut-imut waktu itu, ketika dirinya masih dikenal sebagai penyanyi cilik dan presenter Tralala Trilili di RCTI. Namun siapa nyana, waktu bersicepat dengan umur manusia dan kedewasaannya. Selang beberapa tahun kemudian persepsi masyarakat terhadap dirinya berangsur-angsur berubah. Itu terjadi manakala, ia menelurkan album dewasa pertamanya bertajuk: And the Story Goes. Album yang menandai perubahan pada dirinya. Dari bentuk fisik, pemikiran hingga penampilan. &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khususnya dalam hal penampilan ini nampaknya Agnes sadar betul-betul. Sebagai seorang gadis yang beranjak dewasa sekaligus publik figur, ia tidak dapat lagi berpenampilan imut-imut. Oleh sebab itu seiring pertambahan usia dan perkembangan fisiknya, ia mengubah penampilannya untuk memperlihatkan image atau citranya pada para penggemarnya. Tak tanggung-tanggung, orang yang dikiblatinya ialah Britney Spears, seorang penyanyi yang sempat menjadi trendsetter dunia hiburan internasional asal Amerika. Sehingga berubahlah ia, dari cewek imut-imut menjadi cewek super seksi ber-sex appeal tinggi. Dengan busana-busana yang super mini. Sehingga ia pun kerap disebut-sebut tiruannya Britney Spears.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi panggung hiburan selalu dinamis. Panggung hiburan menata gayanya sendiri setiap waktu agar penonton tak jenuh dengan tampilan yang itu-itu saja. Pun dengan Agnes, jika ia tetap menjadi “Britney Spears”, para fansnya akan menganggapnya membosankan. Berangkat dari sana, Agnes berubah lagi. Masih mengusung mode barat, ketika meluncurkan album kedua, ia berdandan ala street culture. Dandanan street culture ini mengubah bentuk rambutnya menjadi lebih “liar”. Kemudian di album ketiga, ia mengadopsi dandanan harajuku style—sebuah dandanan yang berasal dari Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena perubahan-perubahan ini, banyak kalangan menilai Agnes meniru trendsetter. Akan tetapi, mengenai hal ini, Agnes punya pendapat sendiri dan ini dikatakannya berulang-ulang. Ia hanya ingin tampil menjadi diri sendiri. Meskipun gaya busananya selalu berubah-ubah. Strategi ini terbukti jitu mendongkrak rating dirinya sebagai artis terseksi 2005 versi polling detikhot episode 7-14 September 2005. Mengalahkan empat saingannya, Leony, Dea Ananda, Eno Lerian, Marshanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, terlepas dari soal polling dan seksi-seksian, Agnes memang bukan artis karbitan, ia telah berproses sedari kecil. Impiannya besar ialah tak sekedar hanya bisa berkiprah di dunia hiburan tanah air. Ia ingin bisa berkiprah di dunia hiburan internasional, menyusul Krisdayanti dan Anggun C Sasmi yang lebih dulu dikenal di kancah internasional. Oleh sebab itu, ketika ada tawaran untuk main film bareng F-Tse, ia mengangguk cepat. Meski di film tersebut ia belum menjadi pemain utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama lengkap yang diberikan ayah-ibunya ialah Agnes Monica Sukma. Ia lahir di Jakarta pada 1 Juli 1986, dari pasangan suami-istri: Ricky Mulyono (ayah) dan Jeanny Siswono (ibu). Sejak kecil telah meniti karir di dunia hiburan tanah air sebagai seorang penyanyi cilik. Tembangnya yang terkenal ialah Si Meong, Yess dan Bala-bala. Memasuki masa puber, Agnes yang suka dengan warna kuning, biru, dan hitam ini merambah dunia presenter di dua stasiun televisi sekaligus. Ialah program anak-anak VAN (Video Anak Anteve) dan Tralala-Trilili di RCTI.&lt;br /&gt;Sebagai penyanyi cilik, ia terbukti cukup sukses. Setidaknya empat album telah dihasilkannya, yaitu Si Meong (MM Records), Yess—duet sama Eza Yayang (AE Records-Musica Records), Bala-bala dan Tralala Trilili.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agnes Monica dikenal multi talenta. Bakatnya tak hanya di bidang nyanyi dan presenter, tapi juga akting. Banyak sudah sinetron yang diperaninya, dua buah di antaranya ialah Lupus Milenia dan Pernikahan Dini. Untuk sinetron Pernikahan Dini, Agnes membintangi peran utama sekaligus sebagai penyanyi soundtracknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu belum ditambah sederet penghargaan yang pernah diraihnya, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Favourite Female Kids Show Presenter Panasonic Awards 1999&lt;br /&gt;2. Favourite Female Kids Show Presenter Panasonic Awards 2000&lt;br /&gt;3. Favourite TV Drama Star Panasonic Awards 2001&lt;br /&gt;4. Favourite TV Drama Star Panasonic Awards 2002&lt;br /&gt;5. Famous Actress SCTV Awards 2002&lt;br /&gt;6. Favourite TV Drama Star Actress Panasonic Awards 2003&lt;br /&gt;7. Best New Comers Female Singer Planet Music Awards 2004 in Singapore&lt;br /&gt;8. Famous Actress SCTV Awards 2004&lt;br /&gt;9. Best Pop Duo/Group AMI Samsung Awards 2004&lt;br /&gt;10. Best Pop Female Solo AMI Samsung Awards 2004&lt;br /&gt;11. Best Dance/Techno Art Production AMI Samsung Awards 2004&lt;br /&gt;12. Famous Artist SCTV Awards 2005&lt;br /&gt;13. Favourite Actress Jawa Pos Awards 2006&lt;br /&gt;14. Favourite Pop Solo Album SCTV Music Awards 2006&lt;br /&gt;15. Best Actress VMI Indosiar 2006&lt;br /&gt;16. Best Actress MTV Indonesia Music Awards 2006&lt;br /&gt;17. Favourite Female TV Drama Star Actress Panasonic Awards 2006&lt;br /&gt;18. Favourite Female Solo Singer Deteksi Jawa Pos Award 2006&lt;br /&gt;19. Phenomenal New Genration Indonesian Music Artist - Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Artis, Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Penata Musik Rekaman Indonesia 2006.&lt;br /&gt;20. Best Rhythm &amp;amp; Blues Production AMI Award 2006&lt;br /&gt;21. Best Pop Female Artist AMI Award 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sebegitu banyak prestasi yang telah ditorehnya di dunia hiburan tanah air, mampukah Agnes menggapai impiannya? Melempengkan jalannya di panggung dunia hiburan internasional. [Lilih Prilian Ari Pranowo. 2008]&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8111941679166693594-7152186991151235143?l=lilihprilianaripranowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/feeds/7152186991151235143/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2008/11/meretas-jalan-agnes-bermimikri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/7152186991151235143'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/7152186991151235143'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2008/11/meretas-jalan-agnes-bermimikri.html' title='Meretas Jalan, Agnes Bermimikri'/><author><name>Noel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/SZ1LT3U1l0I/AAAAAAAAASc/101BW69xJqE/s72-c/AGNES+M.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8111941679166693594.post-1837759308691354200</id><published>2008-11-10T05:53:00.000-08:00</published><updated>2009-02-19T03:57:29.118-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah'/><title type='text'>Sakit</title><content type='html'>Ingatlah sehat sebelum sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata di atas memang sebuah nasehat Nabi Muhammad SAW berabad lampau. Ditujukan kepada kaum muslimin seluruh dunia. Kali menulis tulisan ini, aku sakit. Memang cuma “agak” masuk angin. Tapi rasanya mbliyeng-mbliyeng betul? Tak berlebihan jika kusebut rasa “agak” sakit itu terasa hingga kesekujur tubuh.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Belakangan bulan ini, hidup saya seolah berada dalam bayangan. Waktu melek saya dimulai dari jam 7, terus bertahan hingga malam sudah melarut di jam 12. Itu pun kadang masih saya jejali membaca atau nonton tv sampai jam 1 pagi. Begitulah saya berutinitas. Suatu rutinitas yang buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pakar ahli membagi waktu sehari dalam tiga bagian: tiap delapan jam. Delapan jam kerja. Delapan jam istirahat. Delapan jam tidur. Meski tahu pembagiannya, sumpah mampus sulit bagiku mengikuti formulasi tersebut. Berulangkali kucoba berusaha menetapkan segala sesuatu bersesuaian dengan jadwal. Sebanyak usaha yang kucoba terapkan itu pula aku gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun memaklumkan sebuah pledoi atas segala aktivitas burukku. Perlahan-lahan sebuah daftar cita-cita yang ingin saya raih tergambar di dalam benak yang mulai kusut dengan pelbagai masalah. Sebuah kilauan keinginan ragawi yang tentunya didamba setiap makhluk bernama manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsekuensi dari kebiasaan hidupku? Tubuh lemes. Susah makan. Mata cekung. Kerempeng. Dan yang paling fatal dari semua itu adalah sakit. Sakit berkebalikan dengan sehat. Sakit mengganggu aktivitas. Sakit? Yah tidak enaklah. Mau apa-apa serba salah. Mau gerak tak bisa. Mau diam membosankan. Yap. Didera rasa sakit merupakan hal yang paling tidak mengenakkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kalau tubuh sudah stagnan, ingatlah memori ini betapa berasa indahnya sehat itu. Ingat hal-hal lalu yang bisa dilakukan ketika masih sehat. Jalan-jalan. Dan kalau tubuh sudah berdiam di ranjang bersama penyakit, apa yang bisa dilakukan? Lalu sebungkal pertanyaan menari di dalam pikiran, apa yang saya cari selama ini? Sebuah jawaban yang mungkin bisa dijawab (bisa pula tak terjawab) olehku, oleh kamu, atau orang-orang saat ini sedang sakit atau terkapar tanpa daya. Khususnya untuk orang-orang yang terlalu giat bekerja sehingga lupa segala sesuatu. Seperti saya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntung sebelum terkapar saya sudah tersadar. (Lilih Prilian Ari Pranowo. 2008)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8111941679166693594-1837759308691354200?l=lilihprilianaripranowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/feeds/1837759308691354200/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2008/11/sakit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/1837759308691354200'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/1837759308691354200'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2008/11/sakit.html' title='Sakit'/><author><name>Noel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8111941679166693594.post-1076768511380420815</id><published>2008-10-29T08:20:00.000-07:00</published><updated>2009-02-19T05:01:32.039-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Musik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><title type='text'>Sekelumit tentang Rock ‘N Roll</title><content type='html'>Sejak Wild More menulis lagu We’re Gonna Rock We’re Gonna Roll dan seorang dj radio di Clevand, Amerika, memutar lagu-lagu dari Elvis Presley dan Chuck Berry. Maka era rock ‘n roll pun dimulai. Jagad manusia pun mulai mengenal dirinya. Anak-anak muda terbius candu goyang berbeat menghentak memikat. Rock ‘n roll bergema di kesunyian dunia, demikian tulis Roxx di dalam lirik lagunya, hampir empat puluh tahun kemudian. Mengekspresikan kegembiraan para anak muda bermain musik rock. Dan kini, rock ‘n roll bebas bergaung di mana-mana. &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rock ‘n roll merupakan paduan dua genre (aliran) musik, yaitu pop dan rhytm &amp;amp; blues (berakar dari blues). Blues muncul pertama kali di New Orleans. Sebagai sarana berkomunikasi para budak, ketika mereka bekerja. Ketika itu, para budak pekerja paksa di kebun kapas orang Perancis (di delta Sungai Mississippi, Amerika), ini tidak diperkenankan berbicara satu sama lain. Mereka hanya diizinkan menyanyi. Kesempatan ini mereka gunakan untuk saling berinteraksi. Sambil mengelilingi tong besar, mereka bernyanyi dan bersenang-senang—diiringi tepuk tangan atau memukul-mukul kayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 1861 hingga 1865, di Amerika pecah perang saudara (utara dan selatan). Orang-orang Perancis pemilik tanah perkebunan banyak yang mengungsi, meninggalkan rumah beserta isinya. Setelah perang berakhir, pada 9 April 1865, Kolonel Lee (Amerika Selatan) menandatangani perjanjian karena kalah perang. Yang berisi pernyataan bahwa perbudakan dihapuskan. Budak-budak yang merdeka, kemudian mengambil alat-alat musik milik orang-orang Perancis, yang terkenal gemar bermusik. Mereka asal saja memainkan bunyinya. Menirukan kelihaian tuan mereka yang, sebelumnya, memainkan musik tradisional yang dibawa dari Eropa tiap sore hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sinilah cikal bakal blues terbentuk. Orang-orang Perancis pemilik kebun tersebut punya tradisi. Setahun sekali mereka mengadakan pesta Mardi Grass. Pesta yang digelar untuk merayakan hasil panen dengan kemeriahan-kemeriahan berupa musik (marching band). Seperginya orang Perancis dari tanah Amerika, para budak berkulit hitam masih melestarikan tradisi tersebut. Tapi bukan Mardi Grass lagi, melainkan perayaan kebebasan mereka dari penjajahan Perancis. Selama beberapa hari mereka gelar perayaan tersebut di jalan-jalan New Orleans. Musik orang-orang Perancis pun diganti menjadi musik New Orleans, yang kemudian dikenal sebagai blues. Kata blues diambil dari kata blue yang berarti sedih. Atas dasar sejarah itulah bisa dikatakan bahwa blues merupakan manifestasi tangis kesedihan kaum kulit hitam yang mendamba sebuah kebebasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada perkembangan lebih lanjut, blues memecah menjadi genre musik lain. Macam jazz, rthym &amp;amp; blues, country, swing dan ragtime. Selanjutnya kawin-mengawin musik ragam genre pun terjadilah. Dan musik pop yang mengawinkan diri dengan rthym &amp;amp; blues pada akhirnya membentuk genre musik yang kita kenal sebagai rock n roll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemunculan istilah ini, menurut Paul Hanson, muncul pertama kali pada 1947. Pencetusnya adalah Wild More yang memakai kata sejenis pada lagu We’re Gonna Rock We’re Gonna Roll. Tapi, istilah ini belum popular. Istilah rock ‘n roll baru dipakai secara massif pada 1952. Saat Allan ‘moodog’ Freed, seorang dj sebuah radio di Cleveland, Amerika, mulai mengenalkan istilah tersebut lewat acaranya yang bertajuk Rock ‘N Roll. Acara tersebut memutar lagu-lagu dari Gene Vincent, Chuck Berry, dan Elvis Presley. Kemudian rock ‘n roll mulai mendominasi, sewaktu Bill Haley and His Comet menciptakan lagu berjudul Rock Around The Clock. Sejak saat itu hingga hari ini, anak-anak seluruh dunia gandrung musik rock ‘n roll. (Lilih Prilian Ari Pranowo)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8111941679166693594-1076768511380420815?l=lilihprilianaripranowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/feeds/1076768511380420815/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2008/10/sekelumit-sejarah-rock-n-roll.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/1076768511380420815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/1076768511380420815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2008/10/sekelumit-sejarah-rock-n-roll.html' title='Sekelumit tentang Rock ‘N Roll'/><author><name>Noel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8111941679166693594.post-4393683647075432745</id><published>2008-10-27T18:27:00.000-07:00</published><updated>2009-02-19T05:00:05.433-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Esai'/><title type='text'>Nasionalisme Indonesia di Tengah Globalisasi</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;--Memperingati 80 Tahun Sumpah Pemuda--&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara Indonesia Merdeka yang akan datang (de toekomstige vrije Indonesische staat) mustahil disebut Hindia Belanda. Juga tidak Hindia saja, sebab dapat menimbulkan kekeliruan dengan India yang asli. Bagi kami nama Indonesia menyatakan suatu tujuan politik (een politiek doel), karena melambangkan dan mencita-citakan suatu tanah air di masa depan, dan untuk mewujudkannya tiap orang Indonesia (Indonesier) akan berusaha dengan segala tenaga dan kemampuannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(Mohammad Hatta)&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Delapan puluh tahun silam, tepat pada 28 Oktober 1928, para pemuda yang tergabung dalam organisasi berbagai daerah Indonesia berkumpul di Jakarta. Mereka bersepakat kata menyeru satu kesatuan bangsa. Sumpah pemuda istilah yang dipakai untuk menamai kesepakatan itu, dengan tiga butir perjanjian termaktub di dalamnya. Kami putera dan puteri Indonesia mengaku bertumpah darah satu, tanah air Indonesia; Kami putera dan puteri Indonesia mengaku berbangsa satu bangsa Indonesia; Kami putera dan puteri Indonesia mengaku berbahasa satu bahasa Indonesia. Apa persamaan kata dari ketiga janji yang diucapkan pada kongres pemuda tersebut? Jawabannya adalah Indonesia. Kata ini disepakati oleh para pemuda yang mengaku mewakili bangsanya sebagai identitas kebangsaan. Dengan demikian, mereka pulang sambil membawa rasa bangga. Karena telah berhasil membangun building nation, dengan satu kata: Indonesia. Oleh sebab itu, bangsa yang belum memiliki negara itu merasa menjadi satu. Dari Sabang sampai Merauke. Saat itu mereka telah punya identitas. Penguat erat kebersamaan seluruh rakyat di berbagai belahan negeri Hindia Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;78 TAHUN PERJALANAN MEMBENTUK IDENTITAS&lt;br /&gt;Apabila ditelusuri lebih lanjut, sebenarnya makna kata Indonesia ini jauh lebih dalam dari penyebutannya untuk kali pertamanya, yang hanya merupakan satu kata di sebuah artikel yang ditulis Logan. Dalam perkembangan lebih lanjut, kata Indonesia mempunyai kesaktian tersendiri. Di mana kata ini mengacu pada keinginan rakyat Bumiputera untuk merdeka. Lepas dari Hindia Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermula pada tujuh puluh delapan tahun sebelum adanya sumpah pemuda, seorang Skotlandia pengelola majalah ilmiah tahunan, James Richardson Logan (1819-1869), mencetuskan sebuah istilah, yang kelak dijadikan identitas khas untuk tanah air ini. Pembuatan identitas ini sendiri muncul karena ia enggan memakai nama Indian Archipelago (istilah yang kerap digunakan untuk menyebut wilayah Indonesia waktu itu), yang dirasa terlalu panjang dan membingungkan. Oleh sebab itu, Logan memutuskan memungut nama Indunesia (istilah yang dibuang George Samuel Windsor Earl, yang mencetuskan istilah Indunesia pertama kalinya) dan mengganti huruf U dengan O agar penyebutannya lebih baik. Tulisan Logan itu bertajuk The Etnology of the Indian Archipelago: Embracing Enquires into the Continental Relations of the Indo-Pasific Islanders. Dimuat dalam majalah tahunan bernama JIAEA (Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia) dan tercetak dalam halaman 254. Istilah Indonesia pun muncul, meski belum popular.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, istilah Indonesia mulai dipopularkan Adolf Bastian (1826-1905), yang memuatnya dalam buku Indonesien order die Inseln des Malayischen Archipels (1884). Buku ini terkenal di kalangan sarjana Belanda, hingga muncul anggapan bahwa istilah ini dibuat oleh Bastian. Padahal Bastian mengambilnya dari tulisan-tulisan Logan. Kekeliruan ini dicatat dalam Encyclopedie van Nederlandsche-Indie tahun 1918. Eduard Douwes Dekker (Multatuli) dan kemudian Ernest François Eugène Douwes Dekker (Dr. Setiabudi) pun menggunakan istilah Insulinde yang berarti Kepulauan Hindia. Tetapi, istilah Insulinde ini kurang mendapat tempat—barangkali karena penyebutannya yang sulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh setelah itu, orang-orang Bumiputera yang melek politik, mengambilnya untuk identitas kebangsaan. Bumiputera pertama yang menggunakan nama Indonesia adalah Soewardi Soerjaningrat. Pada 1913, karena tulisannya Ik Eens Nederlander Was (Seandainya Saya Seorang Belanda), Soewardi dikirim ke Belanda. Setibanya di sana, ia—yang tetap berkecimpung dalam dunia politik—mendirikan sebuah kantor berita yang pertama Indonesia di luar negeri bernama Indonesisch Pers Bureau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekurun 1920-an, kata Indonesia mulai maknanya dipakai untuk keperluan politis, yaitu identitas suatu bangsa yang memperjuangkan kemerdekaan! Kemudian, atas inisiatif Mohammad Hatta, seorang mahasiswa Handels Hoogeschool (Sekolah Tinggi Ekonomi) di Rotterdam, pada 1922 organisasi pelajar dan mahasiswa Hindia di Negeri Belanda (yang terbentuk tahun 1908 dengan nama Indische Vereeniging) berubah nama menjadi Indonesische Vereeniging atau dengan lain bahasa berarti Perhimpoenan Indonesia. Nama majalah PI pun turut berganti, dari Hindia Poetra menjadi Indonesia Merdeka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, Mohammad Hatta sibuk dengan PI di Belanda, di tanah air pergerakan tetap bergeliat. Tercatat, setidak-tidaknya, ada tiga organisasi tanah air yang mula-mula menggunakan nama Indonesia. Dr. Soetomo meneguhkan istilah Indonesia dengan mendirikan Indonesische Studie Club pada 1924. Dan Perserikatan Komunis Hindia yang dikukuhkan namanya tahun 1922, berganti nama menjadi PKI (Partai Komunis Indonesia). Jong Islamieten Bond juga tak ketinggalan kereta. Pada 1925, organisasi ini membentuk bagian kepanduan, bernama Nationaal Indonesische Padvinderij (Natipij). Pada akhirnya nama Indonesia pun dinobatkan sebagai nama tanah air, bangsa dan bahasa kita pada rapat Pemoeda-Pemoedi Indonesia tanggal 28 Oktober 1928, yang kini disebut Sumpah Pemuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INDONESIA DULU DAN KINI&lt;br /&gt;Menyitir sebuah anekdot: mengapa gerakan separatisme di Indonesia makin marak, bukan saja di Aceh, Maluku, tetapi juga di Papua? Jawaban Arswendo, PDI-P-lah yang harus bertanggung jawab, jelas-jelas Indonesia sudah lama merdeka, mengapa partai itu selalu meneriakkan yel-yel, “Merdekaaa...Merdekaaa!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas anekdot yang dilontarkan Arswendo tersebut memang hanya sebuah guyonan untuk membuat tertawa. Akan tetapi, kita bisa melihat kenyataannya. Setelah 63 tahun Indonesia merdeka, benih-benih keretakan yang ada malah menampakkan diri secara jelas di depan mata. Nampaknya pernyataan SATU, seperti diikrarkan bersama pada kongres sumpah pemuda pun mulai meluntur. Penyebabnya? Banyak faktor. St Sunadi, mengatakan dalam Kompas edisi 27 Oktober 2008, saat ini dimensi nasionalisme menjadi lebih rumit daripada sekedar kesamaan sejarah, suku, bangsa, atau budaya. Dahulu musuh bangsa kita itu sama, yaitu penjajah atau Belanda. Sekarang pasca kemerdekaan, persoalannya jelas terletak pada jaminan keamanan, kesejahteraan dan masa depan. Berbicara mengenai nasionalisme tanpa bicara kesejahteraan adalah omong kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut secara tidak langsung justru didukung oleh pemerintah sendiri. Kebijakan yang dibuat tampaknya kerap bertolak belakang dengan kondisi real di lapangan. Sebut saja, investasi asing yang berlebihan, dan tidak diseimbangkannya kebijakan yang memihak perekonomian rakyat. Selain itu, praktek otonomi daerah juga mencerminkan kemunduran nasionalisme karena dilakukan dengan semangat kesukuan “hanya putera daerah yang boleh jadi pemimpin”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi ini merupakan tanda belum ada kemajuan apapun bagi nasionalisme di Indonesia. Masih dapat kita jumpai borok-borok masa kolonial bercokol di berbagai bidang di negara ini. Macam tingginya tingkat kriminalitas, korupsi, pungli, kemiskinan, banjir dan lain sebagainya. Lalu apa bedanya Indonesia sekarang dan dulu? Sepertinya sejarah Indonesia mengulangi pola yang masih sama, ketika masih berbentuk Hindia Belanda. Jelas bertentangan dengan cita-cita para founding father negara ini. Nasionalisme Indonesia benar-benar diuji dalam arus global. Hal ini harus segera diatasi secepatnya, agar terbuka jalan ke arah yang lebih baik. Apabila kita sebagai bangsa tidak mau beradaptasi cepat di tengah arus perubahan yang penuh kompetitif, siap-siap saja negara Indonesia mandek dan gulung tikar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR RUJUKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. BUKU&lt;br /&gt;Nalenan, Arnold Mononutu; Potret Seorang Patriot, Jakarta: Gunung Agung, 1981.&lt;br /&gt;Darminto M. Sudarmo, Anatomi Lelucon Indonesia, Jakarta: Kompas, 2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. KORAN&lt;br /&gt;, Tantangan Berat Nasionalisme; Kemiskinan, Korupsi, dan Kepentingan Golongan Ancaman bagi Nasionalisme, Kompas, 27 Oktober 2008.&lt;br /&gt;Rikard Bangun, Butuh Banyak Sumpah Pemuda, Kompas, 27 Oktober 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. WEBSITE&lt;br /&gt;Irfan Anshory, Asal Usul Indonesia, www.fahroe.wordpress.com, tanggal akses 25 Oktober 2008.&lt;br /&gt;Batara R. Hutagalung, Asal Usul Kata Indonesia, www.batarahutagalung.blogspot.com, tanggal akses 25 Oktober 2008.&lt;br /&gt;Doeljoni, Asal Usul Nama Indonesia, www.doeljoni.blogsome.com, tanggal akses 25 Oktober 2008.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;(Lilih Prilian Ari Pranowo)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8111941679166693594-4393683647075432745?l=lilihprilianaripranowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/feeds/4393683647075432745/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2008/10/nasionalisme-indonesia-di-tengah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/4393683647075432745'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/4393683647075432745'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2008/10/nasionalisme-indonesia-di-tengah.html' title='Nasionalisme Indonesia di Tengah Globalisasi'/><author><name>Noel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8111941679166693594.post-4234784838129735312</id><published>2008-10-27T18:26:00.000-07:00</published><updated>2009-02-19T04:14:56.201-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><title type='text'>WOLTER SANG PEMIMPIN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/SZ1NJzIKvsI/AAAAAAAAASs/knpBfup__dY/s1600-h/WM.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 171px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/SZ1NJzIKvsI/AAAAAAAAASs/knpBfup__dY/s200/WM.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304480766850940610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Monginsidi ditangkap. Ia memimpin massa pemuda dalam sebuah serangan merebut Makassar yang dikuasai NICA (Nederlands Indies Civil Administration) tanggal 28 Oktober 1945. Padahal umurnya baru setingkat anak SMP waktu itu. SMP Nasional bentukan Dr. Ratulangie dan Lanto Daeng Pasewang. Itulah awal petualangan Wolter memberontak penjajah Belanda.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Seusai dibebaskan tanggal 1 Januari 1946, hati Wolter Monginsidi tetap bergolak. Ia meninggalkan buku dan bangku sekolahan mengikuti arah kehendak hatinya. Benih-benih yang tersemai ditambah cerita-cerita pemberontakan yang pernah dibacanya meyakinkannya untuk (harus!) melakukan perjuangan. Ia telah sampai pada kesimpulan, mempertahankan dan membela kemerdekaan Indonesia merupakan prioritas utama. Apalagi, anak seumuran dia pada waktu itu sudah melek politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya piawai menggunakan bahasa lain selain bahasa ibunya, Monginsidi ciamik juga berorganisasi. Sekurun 17 Juli 1946, ia membentuk organisasi perjuangan bernama LAPRIS (Laskar Pemberontak Rakjat Indonesia Sulawesi), sebuah badan yang mengkoordinir barisan-barisan bersenjata di Sulawesi Selatan. Dalam organisasi yang memiliki anggota sekurang-kurangnya 26 organisasi bersenjata ini, Wolter menjadi Sekretaris Jenderalnya, usianya masuk 21 tahun. Daerah operasi mereka ada di sekitar Makassar, Gowa, Djaneponto, Malino, Tjamba dan lain-lain. Sejak saat itu, bersama kawan-kawannya, ia mulai bergentayangan memburu NICA. Ia liat dan sukar ditangkap. Terbukti, NICA musti mengeluarkan pengumuman: “bagi siapa pun yang berhasil menangkap Wolter Monginsidi akan diberi hadiah”. Akan tetapi, Wolter tetaplah Wolter, ia seorang militan yang ulung. Ancaman tersebut tak membuatnya gundah apalagi menyerah kalah. Ia membuktikan pada Belanda bisa berbuat semaunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pun sepintar-pintarnya Wolter, ia seperti tupai melompat yang akhirnya terjatuh. Ketika, pada 3 November 1946, Monginsidi memimpin pertempuran di dekat Barombang, ia mendapat luka parah. Kedatangan Kapten Raymond Westerling—seorang militer Belanda yang terkenal dengan operasi pembersihan melawan para gerilyawan sekitar akhir 1946, membuat keadaan bertambah parah. Para gerilyawan berada dalam posisi tidak menguntungkan. Mereka terus-menerus digiring pada suatu keadaan yang menjepit. Hingga akhirnya, pada 28 Februari 1947, Monginsidi bersama beberapa orang kawannya tertangkap dan dijebloskan ke dalam penjara Hogepad, Makassar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Monginsidi adalah putra Mamalayang, Manado. Dia dilahirkan tanggal 14 Februari 1925. Mencecap pendidikan yang jauh dari jalur militer. Tapi cinta betul pada buku-buku bacaan yang mengisahkan pemberontakan-pemberontakan. Macam pemberontakan rakyat Austria melawan Prancis. Apalagi, banyak para pemuda Indonesia waktu itu sadar dengan keadaan dan situasi yang dialami bangsanya. Dia dikenal sebagai orang yang tenang dalam setiap kondisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai ditangkap pada 28 Februari 1947, Wolter sempat melarikan diri pada 17 Oktober 1948. Akan tetapi, berhasil ditangkap kembali pada 26 Oktober 1928. Penangkapan ini merupakan penangkapan terakhirnya. Karena ketakutan pihak Belanda terhadap dirinya, ia cepat-cepat diadili di bulan Maret 1949. Kemudian divonis bersalah atas keikutsertaannya dalam organisasi LAPRIS sejak 17 Juli 1946 hingga tertangkap 28 Februari 1947. Hukumannya yang dijatuhkan pun tak tanggung-tanggung: MATI. Menghadapi vonis tersebut, Monginsidi tak gentar. Malah berseru lantang. Menyatakan, ia yang bertanggung jawab atas semua kejadian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 4 September 1949, saat usianya genap 24 tahun, Wolter dieksekusi di Patjinang, beberapa kilometer dari Makassar. Kematiannya membuat kejut banyak pihak. Setahun kemudian ia diganjar Bintang Gerilya dan Bintang Mahaputra II. Makamnya pun dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan Makassar. (Lilih Prilian Ari Pranowo)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8111941679166693594-4234784838129735312?l=lilihprilianaripranowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/feeds/4234784838129735312/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2008/10/wolter-sang-pemimpin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/4234784838129735312'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/4234784838129735312'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2008/10/wolter-sang-pemimpin.html' title='WOLTER SANG PEMIMPIN'/><author><name>Noel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/SZ1NJzIKvsI/AAAAAAAAASs/knpBfup__dY/s72-c/WM.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8111941679166693594.post-3007862514942481840</id><published>2008-08-13T07:57:00.000-07:00</published><updated>2009-02-19T04:58:13.644-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buku'/><title type='text'>Kedison Si Keledai Jenius</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/SZ1N2fVx0ZI/AAAAAAAAAS0/TGWTRURg4wI/s1600-h/KEDISON+edit+kecil.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 120px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/SZ1N2fVx0ZI/AAAAAAAAAS0/TGWTRURg4wI/s200/KEDISON+edit+kecil.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304481534633431442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Nama Penulis : Le Contesse de Segure&lt;br /&gt;Judul Buku : Si Jenius Kedison&lt;br /&gt;Penerbit : Manyar&lt;br /&gt;Kota Terbit : Yogyakarta&lt;br /&gt;Tahun Terbit : 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini keledai identik dengan sifat-sifat yang dungu dan tolol saja. Ramainya film-film kartun yang memberi sifat buruk kepada makhluk ini memang membentuk opini orang-orang mengenai keledai. Tentu saja hal itu berhasil dengan sukses. Akibatnya, manusia di seluruh dunia telah memberikan cap negatif terhadap hewan yang bersuara lucu ini. Lucu? Yah, karena di dalam buku ini akan kamu temui suara keledai tidak menyeramkan seperti banyak diceritakan, melainkan terdengar seperti berbunyi, “hei heh, hei heh...” Begitulah.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si penulis yang memiliki nama Le Contesse de Segure, memang membuat semacam pledoi Kedison sang keledai. Pinuturnya yang menokohkan Kedison dengan kata ganti “aku” seolah-olah membela kepentingan para keledai dengan pesan, “tidak semua keledai di dunia itu bodoh, tauk! Aku adalah salah satunya.” Pasca kamu membaca buku berjudul “Si Jenius Kedison” ini, diharapkan anggapan yang jelek-jelek tentang keledai, akan bisa berbalik seratus delapan puluh derajat. Yah, minimal sembilan puluh derajatlah atau tak berubah sedikitpun. Pokoknya terserah kamu yang membacanya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah petikan dari beberapa pengalaman hidup Kedison:&lt;br /&gt;Adalah Kedison, nama keledai yang menjadi tokoh utama dalam cerita ini. Kedison, anggapan sang Kedison sendiri, merupakan keledai pintar dan cerdas. Tidak seperti keledai-keledai lainnya yang dungu. Ia berani mengungkapkan pendapatnya untuk memrotes para majikan yang bersikap semena-mena kepadanya. Pendapatnya ini diutarakan dengan pelbagai macam cara, yang jelas dengan cara seekor keledai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita bermula, ketika Kedison dipelihara oleh seorang petani yang suka menjahatinya. Kemudian karena terus-menerus dijahati oleh majikannya dengan menyuruhnya mengangkut barang-barang jualan yang berat setiap hari pasar. Maka, ia membangkang dan melakukan protes kepada majikannya. Ia pun mogok jalan. Tapi alhasil ia malah mendapat cambukan yang sangat keras. Otomatis dengan sangat terpaksa, ia pun berjalan sampai ke pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, sesampainya di pasar itulah, Kedison memulai aksinya. Saat mereka, si petani dan Kedison, semua sampai di pasar, si petani mengikat Kedison setelah barang-barang yang diangkutnya diturunkan. Si petani meninggalkan Kedison sebentar untuk berbincang-bincang kepada para pembelinya. Tepat pada saat itulah, Kedison merasa lapar, ia pun memakan barang-barang, yang terdiri dari kubis-kubis dan sayuran-sayuran, yang telah diturunkan ke tanah. Ketika si petani kembali, betapa terkejutnya dia mendapati kubis-kubisnya telah habis dimakan Kedison. Kedison pun dimarahi habis-habisan. Tapi itulah Kedison, pemberontakan semacam itu yang dilakukannya. Demikian sepenggal cerita mengenai kejeniusan Kedison. Sebenarnya masih banyak pengalaman-pengalaman Kedison dalam menjalani hidupnya. Nah, untuk tauk lebih, baca saja buku ini. Hehehe... Kamsia (thanks a lot).&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;(Lilih Prilian Ari Pranowo)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8111941679166693594-3007862514942481840?l=lilihprilianaripranowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/feeds/3007862514942481840/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2008/08/kedison-si-keledai-jenius.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/3007862514942481840'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/3007862514942481840'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2008/08/kedison-si-keledai-jenius.html' title='Kedison Si Keledai Jenius'/><author><name>Noel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/SZ1N2fVx0ZI/AAAAAAAAAS0/TGWTRURg4wI/s72-c/KEDISON+edit+kecil.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8111941679166693594.post-2072417949120330787</id><published>2008-08-04T05:57:00.000-07:00</published><updated>2009-02-19T04:19:16.513-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>Bangkai</title><content type='html'>Aku tak tahu kapan tepatnya terjadi ribut-ribut di ujung jalanan itu. “Bangkai kucing! Bangkai kucing!” begitu teriak mereka, iya mereka—orang-orang itu—para tetanggaku. ‘Bangkai kucing?! Hanya bangkai kucing?! Kenapa heboh sekali?!’ tanyaku bergumam, ‘penting?’ Aku tak tahu atau mungkin lebih tepatnya aku tak peduli. Toh, hanya bangkai kucing saja, kan? Bukannya bangkai manusia. Atau memang sudah lebih berharga bangkai kucing daripada bangkai manusia? &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mbak, nggak mau liat?” Tanya Obet yang kebetulan lewat di depan rumahku, saat aku ingak-inguk di depan rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sepertinya Obet mau ke sana, aku jadi bertanya saja padanya. Konfirmasi. “Mau kemana kamu Bet?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mau kesana!” Katanya sambil menunjuk arah kerumunan-kerumunan orang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kesana?! Mau liat bangkai kucing itu?” Tanyaku lucu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya, mbak.” Dibarengi dengan anggukannya yang mantraps.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bangkai kucing aja kenapa heboh sekali sih?” Tanyaku lagi kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bukan masalah bangkainya mbak, tapi orang yang nabrak kucing itu nangis sejadi-jadinya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lha ini lagi... terus kenapa?” duh tambah bingung aku. Namun kebingunganku sekaligus memantik rasa penasaranku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah, udahlah mbak! Kalau mau tahu lebih, ke sana saja! Aku mau ke sana nih, nanti ketinggalan berita lagi,” Obet ngeloyor pergi dengan cepat menghampiri orang-orang yang berkerumun itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Obet pergi dadaku dipenuhi dengan rasa penasaran yang hebat. Mendesak-desak ingin keluar. Keingintahuanku pada apa yang terjadi semakin menguat. Pandanganku masih kutujukan ke arah kerumunan orang-orang itu, sambil sesekali kujawab sapaan orang-orang yang lewat di depan rumahku, yang ingin kesana juga tentunya. Kukepalkan jemari tanganku. Aku harus mengambil keputusan, akan melihatnya atau tetap tinggal di rumah saja. Kuputuskan saja, aku akan melihatnya. Walaupun dalam pikiranku masih tersimpan penilaian bahwa ini suatu kekonyolan dan kesia-siaan belaka. Tak apalah, aku tak boleh ketinggalan informasi sedikitpun dari orang lain. Percuma aku belajar menjadi wartawan kampus, jika aku sampai ketinggalan informasi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**&lt;br /&gt;Sesampainya di sana, aku melihat banyak tetanggaku ikutan berjejer membulat membentuk lingkaran kerumunan. Aku mencoba menanyai mereka satu persatu. Tapi semua jawaban itu mengesalkan, ‘liat saja sendiri, kan udah sampai sini.’ Aku geram betul sama jawaban itu. Tapi segera kutepis, bukankah aku kesini untuk tahu. Bukan untuk geram-menggeram tanpa alasan jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mencoba menerobos kerumunan orang yang sudah memadat. Sesak. Sesak. Nafasku tersengal. Namun tak kuurungkan niatku. Aku harus tahu, ada apa dengan bangkai kucing itu dan orang yang menabraknya. Sampai pada jejeran orang paling depan, aku melihat seorang laki-laki tertunduk dengan lesunya. Matanya lebam akibat mengeluarkan banyak airmata. Di dekatnya, sebuah motor tergeletak begitu saja, seolah tak ada pemiliknya. Mungkin motor itu miliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencoba menerka-nerka apa yang dirasakan dan dipikirkan oleh laki-laki itu. Aku diam saja, mengamati polanya dan segala bentuk gerakan yang dibuatnya. Kosong. Tak kudapatkan sesuatu apapun. Lalu tanpa sengaja, aku mendengar percakapan dua orang yang berdiri agak di belakangku. Aku memang diam saja, tak menengok ke arah mereka, namun sudah kupasang gendang telinga tajam-tajam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku rasa wajar, jika dia sampai menangis seperti itu. Soalnya dia baru saja menabrak seekor kucing. Kau tahu apa itu artinya? Malapetaka! Sebab sudah pasti si penabrak takkan hidup lebih lama lagi. Lha kucing itu binatang kutukan yang mempunyai sembilan nyawa, mati satu, nyawa yang lain aku akan menuntut balas. Apalagi sampai mati begitu, alamat sial baginya deh,” kata seorang lelaki bersuara berat, tapi bukan tetanggaku. Aku tidak mengenalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nggak ada yang bakalan bisa nolongin dia. Habis salahnya sendiri, kucing mau nyebrang kok ditabrak. Padahal kucingnya nggak salah apa-apa. Coba kalau dia membanting setirnya supaya nggak nabrak kucing itu,” kata seorang yang suaranya wanita, “mungkin sekarang, kucing itu masih hidup dan dia nggak bakalan terkena kutukan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Benar,” sahut lelaki yang bersuara berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah, aku jadi semakin tidak mengerti dengan apa yang terjadi. Apa hubungannya kucing dengan sebuah kutukan? Menggelikan, zaman begini kok masih bicara tentang kutukan, apalagi hanya gara-gara nabrak kucing. Apa kronologisnya ayo? Orang-orang desa yang aneh, percaya kok sama takhayul. Aku tersenyum geli, memikirkan pikiran orang-orang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jangan tertawa kamu!!!” ujar laki-laki yang menangis, orang yang nabrak kucing tersebut, padaku. Aku tersentak dengan teriakannya. Kasar sekali orang ini terhadap wanita. Kemudian aku menatapnya. Dan dia membalas tatapanku dengan tatapan mata elangnya, yang sudah pasti basah dengan airmatanya. Ketakutanku menyeruak, hatiku kecut oleh kemarahannya, kepalaku tertunduk. Aku merasa bersalah. “Jangan tertawa kamu!!!” ulangnya lagi, “kau pikir ini sebuah panggung lelucon?! Saat komedian mulai beraksi hah?!” Aku menggeleng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sudahlah pak istigfar,” seru seorang wanita, yang kuperkirakan adalah istrinya, mengelus-elus punggung lelaki yang menabrak kucing yang sudah jadi bangkai itu. “Sekarang banyak-banyaklah mohon ampun kepada Yang Kuasa, semoga kutukan itu segera dicabut.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki itu kini mereda marahnya. Dan wanita yang berada di sebelahnya, memintakan maafnya padaku. Aku mengangguk-angguk. Lalu lelaki itu tertunduk lesu di dekat bangkai kucing itu. Gila … !!! Hal tergila yang pernah kujumpai. Kemudian orang-orang yang berkerumun mulai meninggalkan tempat itu satu persatu. Hingga tinggal beberapa orang saja yang ada. Mulai menyingkirkan motor lelaki itu, darah yang tercecer dari bangkai kucing itu segera di disiram dengan air. Dan bangkai kucing itu dikubur. Lalu semuanya pulang, keadaan kembali senyap. Aku pun pulang berbarengan sama Obet. Dan kutengok lagi ke arah lelaki itu ia masih saja menangis, dan istrinya mencoba menarik-nariknya untuk pulang dan melupakan saja kejadian itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**&lt;br /&gt;“Aku masih nggak begitu mengerti apa yang dikerjakan orang itu sampai sebegitunya. Menangis karena menabrak kucing. Menyesal kenapa dia nggak lewat jalan lain atau jalan lainnya lagi. Kalau masalahnya ketakutan karena kutukan, salah sendiri kenapa percaya! Aku nggak percaya. Mati?! Kupikir nggak bakalan mungkin, memangnya siapa yang menentukan kematian? Manusia? Kucing? Kan nggak. Mati itu urusan Tuhan,” aku berceloteh panjang lebar pada Obet yang sore ini mampir ke rumahku. Entah, ada urusan apa. Sepertinya ingin berdiskusi denganku perihal bangkai kucing yang terlindas itu. Aku pun juga sedang ingin berdiskusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Itu namanya kutukan mbak. Barang siapa yang tidak percaya …” belum lagi Obet selesai bicara, tiba-tiba seseorang dengan agak sedikit terengah-engah datang ke tempatku. Belum lagi nafasnya reda, ia berbicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalian sudah tahu sudah mendengar beritanya belum?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa?!” Geleng kami berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang yang nabrak kucing itu sekarang mati. Dia dan sepeda motornya terjungkal di ujung jalan tempat di menabrak kucing itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Obet segera bersiap. “Ok, Bet kamu duluan aja. Aku matiin air dulu.” Aku lagi masak air. Aku enggak percaya kematian itu dikarenakan kutukan dari si kucing. Obet dan orang tadi sudah berlalu. Aku segera ke dapur mematikan kompor gasku. Tetapi, betapa terkejutnya aku. Ada seekor kucing hitam didekat kompor. Karena buru-buru, aku segera mengusirnya. Tapi kucing itu enggak mau pergi. Dia tetap berdiri disitu, menatapku. Kuambil sapu saja, langsung kugebukkan pada kucing itu supaya enyah dari hadapanku. Tapi, tak ayal kucing itu diam saja kemudian terkena pukulanku dan terjatuh, sebentar aku memeriksa kucing itu, ternyata sudah enggak bernafas lagi. Tapi enggak ada waktu untuk mengurusnya. Kompor kumatikan, langsung saja kedua orang tadi kususul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**&lt;br /&gt;Setelah selesai semua aku pulang, dan kemudian aku mencium aroma yang lain dari biasanya. Entah apa. Sepertinya menguap memenuhi ruangan di rumahku. Tak kupikirkan. Aku segera kedapur, ingin melanjutkan masak airku. Masih sama seperti tadoi kucium lagi aroma itu. Seperti gas. Dan kugesekkan korek apiku. Lalu tiba-tiba semuanya menjadi merah. (end)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yogyakarta, 2004&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga dimuat di situs kolomkita.com, sebuah situs khusus cerpen.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8111941679166693594-2072417949120330787?l=lilihprilianaripranowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/feeds/2072417949120330787/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2008/08/bangkai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/2072417949120330787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/2072417949120330787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2008/08/bangkai.html' title='Bangkai'/><author><name>Noel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8111941679166693594.post-6792894634572588529</id><published>2008-07-31T08:34:00.000-07:00</published><updated>2009-02-19T04:21:53.081-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='partai'/><title type='text'>Sampai Mati untuk Indonesia</title><content type='html'>“Menuju Nation Building Indonesia Majemuk”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peranan kaum peranakan Tionghoa di Hindia Belanda, tak bisa dipungkiri, telah membawa warna tersendiri. Warna ini khususnya menyangkut sektor perekonomian. Tetapi, tak bisa dipungkiri pula bahwa sejarah kaum peranakan Tionghoa di Hindia Belanda, lekat dengan warna diskriminasi. Walau derajat kaum Tionghoa ketika masa penjajahan Belanda sedikit lebih tinggi daripada golongan Bumiputera -- termasuk dalam golongan bangsa Timur Jauh bersama India dan Arab --, tetapi nasib selalu menjadi second person di berbagai situasi, kerap ditimpakan pada golongan yang satu ini. &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situasi diskriminasi sedikit lebih terkikis kala Sun Yat Sen mendeklarasikan Negara Republik Tiongkok. Aura nasionalisme ternyata mengimbas pula hingga ke Hindia Belanda. Orang peranakan kini lebih bisa membusungkan dada dengan jiwa nasionalisme yang kini telah resmi mereka punyai. Untuk mewadahi semangat nasionalisme yang mulai berkembang inilah, kaum peranakan Tionghoa di Hindia Belanda membentuk sebuah perkumpulan yang dinamakan Tiong Hoa Hwee Koan (THHK) pada 1900. Tetapi sekira medio 1930-1945, THHK mulai hilang pengaruh dan tak terdengar lagi pasca kemerdekaan 17 Agustus 1945. Walau telah menghilang, satu hal yang masih tersisa dengan kehadiran THHK adalah warisan sejarah, yaitu Ke-Tionghoa-an Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasca kemerdekaan, muncul lagi sebuah perkumpulan dari peranakan Tionghoa. Kali ini bernama Badan Permusjawaratan Kewarganegaraan Indonesia (Baperki). Baperki berdiri pada 13 Maret 1954 yang dipelopori beberapa tokoh peranakan Tionghoa dengan Siauw Giok Tjhan sebagai ketua umumnya. Bertolak dari semboyan Bhineka Tunggal Ika (berbeda-beda tetapi tetap satu jua), Baperki mendorong diterimanya golongan Tionghoa yang terwujud dan berkembang di Indonesia ini sebagai bagian yang tak terpisah dari nasion Indonesia. Tujuannya menghadapi diskriminasi rasial di berbagai bidang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Baperki, para tokohnya menganjurkan kalangan Tionghoa Indonesia untuk mengintegrasikan diri ke dalam lapisan kegiatan Indonesia. Pun demikian mereka tak perlu menanggalkan gaya Tionghoanya, baik secara biologis maupun kebudayaan. Bagi orang-orang Tionghoa yang tergabung ke dalam Baperki, persatuan bukan berarti melumerkan jati diri mereka ke dalam pihak mayoritas. Mereka beranggapan bahwa kewarganegaraan Indonesia tak mengenal asal-usul keturunan, agama dan status sosialnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baperki bergerak dalam bidang yang lebih luas daripada THHK, yaitu meliputi bidang ekonomi, sosial, kebudayaan dan pendidikan. Untuk mewujudkannya, di akhir 1950-an didirikan dan dikelola ratusan sekolah di berbagai kota besar. Dilanjutkan dengan mendirikan universitas di Jakarta, Jogjakarta, Surabaya, Semarang, Malang, Solo dan Medan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Corak pendidikan yang dikembangkan dalam sekolah yang didirikan Baperki, mengikuti kurikulum nasional yang dicanangkan pemerintah. Bahkan para siswanya didorong aktif berpartisipasi dalam kegiatan politik nasional untuk mempercepat proses Nation Building. Corak ini berbeda dengan kebijakan yang diambil THHK yang menerapkan pendidikan yang berorientasi pada pola pendidikan ala Tiongkok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyala api perjuangan Baperki untuk mencapai Nation Building, turut pula disponsori oleh Presiden Soekarno, yang kerap menyatakan bahwa Baperki adalah salah satu organisasi massa yang patut dijadikan teladan. Pemberian support ini dibuktikan presiden ketika berpidato pada pembukaan Kongres Nasional kedelapan Baperki di Istana Olahraga Gelora Bung Karno pada 14 Maret 1963. Dalam pidatonya, presiden menyatakan bahwa Baperki menjadi sumbangan besar dalam revolusi Indonesia. Tercatat dalam tinta sejarah, bahwa Baperki adalah partai politik Tionghoa yang paling berhasil memobilisasi massa Tionghoa untuk menerima Indonesia sebagai tanah airnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pemilu 29 September 1955, Baperki mendapat 0,47 % suara atau sama dengan 1 kursi anggota untuk pemilihan parlemen. Sedangkan untuk memilih dewan konstituante, mendapat 0,42 % suara atau sama dengan 2 kursi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Baperki mulai pupus ketika terjadi pergantian pemerintahan pada 1966. Proses panjang memperjuangkan Nation Building secara sistematis dihentikan, digantikan dengan slogan persatuan dan kesatuan bangsa model pemerintah Orde Baru. Bahkan kata Nation Building dilenyapkan dari perbendaharaan kata politik.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8111941679166693594-6792894634572588529?l=lilihprilianaripranowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/feeds/6792894634572588529/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2008/07/sampai-mati-untuk-indonesia.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/6792894634572588529'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/6792894634572588529'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2008/07/sampai-mati-untuk-indonesia.html' title='Sampai Mati untuk Indonesia'/><author><name>Noel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8111941679166693594.post-6248910590069156608</id><published>2008-07-16T06:10:00.000-07:00</published><updated>2009-02-19T05:00:48.838-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='partai'/><title type='text'>Alimin: the Great Oldman</title><content type='html'>Sejarah memang belum memberi lelaki yang lahir pada 1889 ruang besar bagi namanya untuk menjulang seperti Semaun, Darsono, Muso, Aidit. Padahal ia merupakan tokoh lama yang telah bergeliat dalam tahun-tahun awal Partai Komunis Indonesia (PKI) terbentuk. Ia merupakan sosok pejuang rakyat yang aktif dan konsisten sejak masa pergerakan nasional. Ia banyak memberi dukungan kepada generasi muda untuk meneruskan perjuangan. Khususnya masa-masa setelah pemberontakan PKI tahun 1948.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pernyataan mengejutkan dikeluarkan oleh Kementerian Kehakiman Mr. Soesanto Tirtoprodjo mengenai nasib PKI setelah pemberontakan PKI 1948 di Madiun. Kepastian itu mengenai pemerintah tidak akan melarang PKI dan tidak akan menangkap tokoh-tokohnya, kecuali yang melanggar hukum. Kebijakan pemerintah tersebut kemudian disambut positif, terbukti diikuti banyaknya tokoh PKI yang muncul dari tempat persembunyiannya. Salah satunya adalah Alimin—tokoh tua PKI, yang muncul di Yogyakarta. Pada waktu itu kekosongan di kursi kepemimpinan partai karena tewasnya Muso membuatnya mampu mengisi jabatan itu. Apalagi ditambah dia memiliki sikap besar seorang pemimpin, praktis membuat namanya menonjol, ia pun dihormati oleh generasi muda komunis Indonesia. Hal ini memberikan Alimin peluang untuk memimpin PKI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu ia menjabat, hal pertama yang dihadapinya di dalam partai adalah hancurnya struktur partai akibat pemberontakan Madiun. Konsekuensi lainnya adalah mengenai citra buruk partai. Begitu berada di bawah kendalinya, langkah awal yang diambil adalah menghimpun kembali para anggota dari awal dan mengkadernya dengan selektif. Di samping itu Alimin juga menyusun kembali Sekretariat Central Comite (CC) dan menandai kemunculan PKI dengan susunan Sekretariat CC tersebut yang disiarkan pada 10 Juni 1950. Susunan tersebut terdiri dari Sukisman (mantan Sekjen Pesindo), Djaetun (mantan Digulis), dan Ngadiman. Akan tetapi secara praktis kegiatan partai belum ada kecuali pekerjaan di parlemen yang dilakukan oleh Tan Ling Djie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi partai yang belum memiliki kegiatan inilah, Alimin mulai mengupayakan langkah kongkret guna menghapus citra buruk partai. Demi mengembalikan kekuatan partai, ia menerapkan kebijakan yang lebih ketat dengan memperhitungkan kualitas para anggotanya. Ia membangun partai kecil dengan membangun pondasi yang kuat disertai dukungan kader yang cakap. Alimin membentuk PKI sebagai partai kader.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggunakan strategi seperti yang diterapkan Sneeveliet untuk menginfiltrasi SI, Alimin menggunakan metode yang sama. Strategi infiltrasi yang diterapkan Alimin terbukti cukup jitu. Ia memerintahkan kader partainya masuk ke berbagai organisasi kepemudaan, buruh, petani, dan wanita. Namun dalam upayanya membangun kembali kekuatan PKI, justru datang halangan dari kelompok muda. Ada perbedaan visi antara kelompok tua yang diawaki Alimin dengan kelompok muda yang dimotori DN. Aidit. Perbedaan ini semakin menguat dengan munculnya friksi di kedua kubu, yang menjelma menjadi perebutan pengaruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 7 Januari 1951 terjadi suksesi DN. Aidit terhadap kepemimpinan tua. Alimin dijungkal. Habis sudah perannya sebagai tokoh utama. Posisinya di politbiro pun digusur dengan alasan Alimin terganggu kesehatannya pada Oktober 1953. Setelah itu PKI menjalankan garis politik dengan cara memobilisasi kekuatan massa dan pengorganisasian.&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;(Lilih Prilian Ari Pranowo)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8111941679166693594-6248910590069156608?l=lilihprilianaripranowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/feeds/6248910590069156608/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2008/07/alimin-great-old-man.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/6248910590069156608'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/6248910590069156608'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2008/07/alimin-great-old-man.html' title='Alimin: the Great Oldman'/><author><name>Noel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8111941679166693594.post-8375463613939570944</id><published>2008-07-14T22:13:00.000-07:00</published><updated>2009-02-19T04:26:56.158-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='partai'/><title type='text'>Wadah Prajurit di Kancah Politik</title><content type='html'>Pasca kemerdekaan Indonesia usai dikumandangkan pada 17 Agustus 1945, kondisi negara yang baru terbentuk ini labil. Indonesia yang baru terbentuk belum diakui kedaulatannya oleh lain-lain negara, terutama oleh sang penjajah, Belanda. Medio 1945-1950 Indonesia harus menghadapi serangkaian peristiwa yang harus dihadapi dengan perjuangan fisik melawan Nederlandsche Indies Civil Administration (NICA) yang membonceng tentara sekutu.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi menghadapi NICA itulah maka pemerintah Indonesia membentuk organisasi kelaskaran dengan beragam bentuk, corak dan susunannya. Seperti: Tentara Republik Indonesia (TRI), Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI), Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI), Angkatan Darat Republik Indonesia (ADRI). Selain organisasi kelaskaran yang dibentuk pemerintah ada pula organisasi kelaskaran yang dibentuk secara mandiri. Salah satunya adalah Barisan Pembrontakan Rakjat Indonesia (BPRI) yang dipimpin oleh Sutomo atau yang lebih akrab dipanggil Bung Tomo. Tujuan utamanya adalah untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sudah dicapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kedaulatan negara Indonesia diakui oleh Belanda pada 1949, praktis organisasi-organisasi kelaskaran mulai menyatu dengan organisasi-organisasi kelaskaran milik pemerintah. Apalagi Tentara Nasional Indonesia (TNI) sendiri sudah terbentuk dan organisasi bersenjata di luarnya otomatis tidak diperbolehkan. Dengan demikian orang-orang yang bernaung di dalam organisasi bersenjata itu mengubah cara dan bentuk perjuangan mereka ke arah politik praktis yang memperjuangkan aspirasi politik mereka. Pemerintah pun telah membuat kebijakan tertanggal 3 November 1945 yang memaklumkan izin tentang pendirian partai politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu BPRI yang merasa cita-citanya belum tercapai segera mengarahkan organisasinya ke bentuk partai politik. Tiga faktor yang membuat BPRI merasa perlu terjun ke arena politik. Faktor-faktor tersebut adalah soal proklamasi 7 Agustus 1945, soal nasib yang hanya jadi bola permainan orang lain dan mempertahankan diri bersama-sama rakyat yang senasib. Berdasarkan tiga faktor itulah, atas prakarsa pucuk pemimpin BPRI yaitu Bung Tomo, Partai Rakjat Indonesia (PRI) didirikan pada 20 Mei 1950 sewaktu berlangsung musyawarah kaum pejuang (Barisan Djaja Kesuma Kalimantan, Pemberontakan Rakjat Banten, dan lain-lain) di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini rakyat buta terhadap politik, mereka hanya ikut para petinggi negara menyangkut kebijakan-kebijakan politik. Oleh sebab itu partai yang memiliki basis massa kaum pejuang militan ini memandang perlu adanya sinergi antara rakyat yang buta politik dengan kaum intelek, dalam hal ini para pejuang. Hal ini untuk menumbuhkan kesadaran politik pada rakyat dan untuk mempercepat terlaksananya pembangunan negara. Dengan demikian PRI mendasarkan basis perjuangannya pada kekuatan massa rakyat yang memiliki kesadaran tentang politik dan mampu diorganisir secara massal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Pemilihan Umum (Pemilu) 1955 untuk merebutkan kursi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), PRI hanya memperoleh suara sebanyak 206.161 atau sebesar 0,55% untuk 2 kursi di DPR. Sedangkan pada Pemilu 1955 untuk memperebutkan kursi anggota konsituante, PRI hanya mendapatkan suara sebesar 134.011 atau sebesar 0,35% untuk 2 kursi sebagai anggota konstituante. (Lilih Prilian Ari Pranowo)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8111941679166693594-8375463613939570944?l=lilihprilianaripranowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/feeds/8375463613939570944/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2008/07/wadah-prajurit-di-kancah-politik.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/8375463613939570944'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/8375463613939570944'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2008/07/wadah-prajurit-di-kancah-politik.html' title='Wadah Prajurit di Kancah Politik'/><author><name>Noel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8111941679166693594.post-3237090810123345095</id><published>2008-07-14T05:04:00.000-07:00</published><updated>2009-02-19T04:40:20.729-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='partai'/><title type='text'>Partai Merah di Bumi Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/SZ1QsK5AwzI/AAAAAAAAAS8/q53P8G5V3pk/s1600-h/BUAT%2BTULISAN%2BPKI.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 145px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/SZ1QsK5AwzI/AAAAAAAAAS8/q53P8G5V3pk/s200/BUAT%2BTULISAN%2BPKI.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304484655880258354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Darah itu merah jenderal! Demikian ungkapan yang diucapkan salah seorang anggota PKI dalam film G/30/S/PKI. The Bloody Tragedy terakhir yang membentuk citra partai ini menjadi buram hingga kini. Sejarah telah mencatatnya, setidaknya ada tiga peristiwa yang terjadi atas nama partai ini, adalah pemberontakan PKI 1926/1927, pemberontakan PKI 1948 di Madiun, dan terakhir pemberontakan PKI 1965 yang terkenal dengan sebutan G-30/S/PKI. Nampaknya citra The Bloody Tragedy memang sudah lekat meresap pada partai yang berdasarkan paham komunis ini.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cikal bakal partai ini bermula dari saat kedatangan Sneevliet—seorang anggota SDAP (Partai Sosialis di Belanda) ke bumi Hindia Belanda medio 1913-1914. Di mana ia kemudian mendirikan Indische Sociaal Democratische Vereniging (ISDV), menyusupkannya ke dalam tubuh Sarekat Islam (SI) dan membuatnya pecah menjadi SI putih dan SI merah. Perpecahan ini berbuntut dengan dihelatnya kongres ISDV di Semarang pada Mei 1920, yang mengumumkan penggantian nama partai menjadi Partai Komunis Hindia (PKH). Kongres menetapkan pula Semaun menjadi Ketuanya. Selang empat tahun berikutnya, pada 1924 nama PKH berubah menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PKI merupakan partai yang berjiwa radikal dan revolusioner. Jiwa keradikalan dan revolusioner partai ini dibuktikan dengan melakukan serangkaian pemberontakan melawan pemerintah kolonial di daerah Jawa Barat dan Sumatera Barat. Di samping sekaligus mengumumkan terbentuknya sebuah republik. Sayangnya pemberontakan ini berhasil ditumpas pemerintah. Ribuan kadernya dibunuh lainnya dibuang ke Boven Digul. Pada 1927 pemerintah kolonial melarang partai ini bersama ideologinya. Sisa anggota yang selamat hanya bisa bergerak underground hingga kemerdekaan Indonesia berkumandang. Setelah itu PKI muncul kembali pada 1945, setelah dikeluarkannya maklumat mengenai pendirian partai tanggal 3 November 1945. Muso yang naik jadi ketua berhasil menggalang kekuatan massa PKI kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga tahun kemudian, yaitu pada 18 September 1948, terjadi kongkalikong antara Indonesia-Amerika. Indonesia takkan bisa berdaulat jika parlemen masih diisi oleh orang-orang kiri. Maka terjadilah upaya penekanan terhadap orang-orang di partai ini. PKI pun melakukan perlawanan. Upaya ini dianggap sebagai upaya pemberontakan. Banyak anggota PKI ditangkap dan Muso mati tertembus peluru aparat. Sisanya kocar-kacir bersembunyi di berbagai daerah. Selama beberapa saat gerak langkah PKI berhenti, namun setelah keluar pernyataan yang diumumkan oleh Mr. Soesanto Tirtoprodjo selaku Menteri Kehakiman (4 September 1949), para anggota PKI baru berani keluar dari tempat persembunyiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu orang yang keluar adalah Alimin—seorang tokoh tua, yang kemudian diangkat menjadi ketua PKI pengganti Muso. Ia kemudian yang mengumpulkan anggota-anggotanya yang cerai berai. Menggalang persatuan dan membentuk kader-kader yang berkualitas. Ia merupakan tokoh penting pasca pemberontakan Madiun itu. Di tangannya citra buruk PKI berangsur-angsur dihilangkan. Namun langkahnya diganjal oleh D.N. Aidit dari kelompok muda, yang menganggapnya bekerja terlalu lamban. PKI terkenal revolusioner dan Aidit ingin mempertahankan hal tersebut. Pada 7 Januari 1951 Alimin digusur oleh D.N. Aidit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika PKI berada di dalam genggamannya, jiwa partai kembali berubah. PKI berjalan dengan demikian revolusioner cepatnya. Pertengahan 1951 PKI memprakarsai sejumlah pemogokan buruh. PKI diganjal kembali oleh pemerintah. Namun hal tersebut bersifat sementara, renggangnya hubungan Masyumi dengan PNI, membuat PKI mendekati PNI untuk memperoleh dukungan pemerintah. Sejak saat itu basis massa PKI berkembang dengan sangat cepat. Jumlah 3.000-5.000 anggota (1950) membengkak menjadi 165.000 dalam waktu empat tahun (1954). Pada 1959 naik lagi menjadi 1,5 juta jiwa. Pada pemilu 1955, PKI berhasil memperoleh 16 persen suara dan masuk dalam daftar empat besar partai besar pada waktu pemilu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama rentang waktu 1955-1964 PKI mendapat banyak kemajuan. Pada 1965 jumlah massa PKI meningkat menjadi 3 juta jiwa. Partai ini kemudian ditahbiskan sebagai partai komunis terkuat di luar Uni Soviet dan Tiongkok. Pada 1962 PKI menggabungkan dirinya sebagai bagian dari pemerintah. Beberapa orangnya sempat menjabat di pemerintahan. Namun usaha ini terjegal, menjelang berakhirnya &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;masa kekuasaan Soekarno, PKI kembali terlibat tragedi berdarah yang dikenal dengan pemberontaka&lt;/span&gt;n G/30/S/PKI. Setelah jatuhnya kekuasaan Soekarno dan naiknya Soeharto, partai ini dilarang muncul kembali berdasarkan keputusan TAP MPRS/1966. Hingga kini perdebatan mengenai kontroversi partai ini masih be&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;rlangsung&lt;/span&gt; seru. &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;(Lilih Prilian Ari Pranowo)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8111941679166693594-3237090810123345095?l=lilihprilianaripranowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/feeds/3237090810123345095/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2008/07/partai-merah-di-bumi-indonesia.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/3237090810123345095'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/3237090810123345095'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2008/07/partai-merah-di-bumi-indonesia.html' title='Partai Merah di Bumi Indonesia'/><author><name>Noel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/SZ1QsK5AwzI/AAAAAAAAAS8/q53P8G5V3pk/s72-c/BUAT%2BTULISAN%2BPKI.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8111941679166693594.post-4310360910074328378</id><published>2008-03-07T16:38:00.000-08:00</published><updated>2009-02-19T04:38:33.002-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><title type='text'>Perang Dunia II: Jepang Kalah</title><content type='html'>Perombakan yang terjadi pada era restorasi Meiji, membuahkan hasil teramat penting dalam sejarah Jepang. Pasca restorasi, Jepang seolah memiliki suatu kekuatan nihil melewati batas kekuatan Asia. Muncul invasi ke kawasan benua Asia yang jargonnya membentuk Asia Timur Raya. Satu cita-cita Jepang membentuk kawasan persemakmuran bersama terhadap negeri-negeri Asia yang ditindas sekutu melalui fasisnya. Pada akhirnya invasi ini memuncul konflik, yang kemudian lebih sering terdengar oleh telinga kita yang lazim disebut perang Pasifik. &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini telah dipicu dari banyak pengaruh, khususnya pengaruh western (Amerika Serikat) terhadap Jepang sekitar tahun 1850-1890. Tahun 1890, para pemimpin Meiji berhasil mengubah kekuasaan untuk merundingkan kembali perjanjian yang berbeda dengan Barat, mengembalikan persamaan penuh secara diplomatik ke Jepang. Hak ekstrateritorial berakhir di tahun 1899, dan perjanjian tahun 1910. Para pemimpin Meiji yang mencari penopang-penopang (struktur) dari dunia internasional, kemudian mereka mensinkronkan dengan membangun suatu kerajaan kolonial. Alasan mereka menggabungkan dua bentuk pemerintahan ini: Pertama, di dalam iklim yang kompetitif dari kekaisaran global, mereka ingin meningkatkan keamanan nasional Jepang dengan membangun suatu wilayah koloni bertahan. Sebagai tambahan saja, “dibudayakan” negara-negara, seperti dan Inggris Perancis, memiliki kerajaan kolonial, sehingga pengadaan jajahan.&lt;br /&gt;Bidang pendidikan dan teknologi berubah pada masa tersebut, yang merupakan bidang-bidang penting dalam tahap perkembangan Jepang selanjutnya. Pemerintah era restorasi Meiji banyak mengirimkan orang-orang Jepang untuk belajar kepada dunia Barat. Setelah mereka berhasil mendapatkan keilmuan yang diinginkan, mereka kemudian kembali ke Jepang dan mengembangkan ilmu pengetahuan yang didapatkan sewaktu merantau di Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Invansi Jepang terhadap dunia terjadi sekitar abad ke-19. setelah sebelumnya berhasil mengalahkan Russia di tahun 1905, Jepang lantas membuat gebrakan baru untuk membuat suatu dunia baru di Asia, yaitu Kawasan Persemakmuran bersama Asia Timur. Hal ini dimaksudkan demi satu rangkaian peperangan yang memperluas kendalinya atas tanah daratan Asia. Dengan permulaan Perang dunia II di tahun 1939, Jepang mempunyai suatu cukup besar kerajaan di Asia Timur. Pada 7 Desember 1941, Jepang membuat suatu militer utama mendorong ke dalam Bagian tenggara Asia dan Pasifik, yang secara serempak meluncurkan suatu serangan melawan terhadap Amerika Serikat. Kerajaan Jepang mencapai klimaks tertingginya di tahun 1942. Setelah itu, Sekutu kekuatan militer mulai untuk mendorong Jepang Punggung ke arah pulau rumah mereka. Jepang hilang semua dari wilayah koloninya setelah kekalahannya dalam Perang dunia II. Akhirnya, merasakan penuh kekayaan negara dan kekuatan mereka sendiri, banyak Jepang merasa bahwa mereka mempunyai suatu misi modernisasi tersebar antar tetangga Asia mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir Juli 1945, Jepang menolak Potsdam Deklarasi, suatu permintaan dipadukan bahwa Jepang menyerah tanpa syarat atau muka mengucapkan pembinasaan, Amerika Serikat memutuskan untuk menggunakan senjata atomis barunya. Pada 6 Agustus, Amerika Serikat menjatuhkan bom atom yang pertama atas Jepang di kota besar Hiroshima. Dua hari yang kemudiannya, perserikatan Soviet mengumumkan peperangan kepada Jepang, dan pada 9 Agustus, Amerika Serikat menjatuhkan bom atom II pada kota besar Nagasaki, yang berhadapan dengan situasi sia-sia seperti itu, Kepemimpinan Jepang Kepemimpinan akhirnya disetujui menyerah pada 14-15 Agustus terhadap Jepang. Jepang Kaisar Hirohito, berbicara atas nama pertama kali di radio, menyiarkan kabar kepada bangsanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pengeboman yang terjadi di tahun 1945 di Hiroshima dan Nagasaki, Jepang bertekuk lutut di tangan sekutu dan berakhirlah perang dunia II. Amerika Serikat, salah satu lawan Jepang dalam perang Pasifik, menduduki Jepang dari segi kemiliteran dan ekonomi dengan mengendalikan pelbagai kebijakan dari 1945 ke 1952. Pada mulanya, otoritas jabatan pendudukan memeluk demokratisasi ekonomi sebagai prioritas pertama mereka. Mereka memperkenalkan land reform dan mengijinkan para pekerja untuk membentuk serikat pekerja. Mereka juga menghancurkan zaibatsu, dimana 40 persen dari semua hak kekayaan perusahaan Jepang. Di tahun 1950, bagaimanapun, zaibatsu sedang memperbaiki diri. Kelompok perusahaan afiliasi ini kini disebut Keiretsu, dan bank berdiri di belakang mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara de facto Jepang menyerah kepada sekutu tanggal 2 September 1945, Musuh Jerman di dalam Perang Dunia I menempatkan negeri ini di bawah kendali angkatan perang Amerika Serikat. Dunia internasional bersekutu membentuk suatu Dewan untuk Jepang, duduk di Tokyo, diciptakan untuk membantu Orang Amerika, mengetuai pemutusan dari kolonial Jepang Kerajaan dan pembubaran dari semua Jepang angkatan laut dan Militer. Di 1946, kesatuan 11 negara pengadilan dikumpulkan di Tokyo untuk mencoba sejumlah Jepang para pemimpin masa perang, mencakup Tojo, karena kejahatan peperangan. Pendudukan dikarenakan kebijaka Amerika sangat ingin menguasai lebih dari suatu demilitarisasi Jepang. Itu diarahkan pada membinasakan yang sosial, politis, dan kondisi-kondisi ekonomi yang telah buat Jepang suatu bangsa agresor, dan Jepang menjelmakan diri ke dalam suatu bangsa demokratis tenang yang tidak pernah akan lagi mengancam damai dunia atau tetangganya. Di bawah Amerika Serikat, Douglas Macarthur, pemimpin yang tertinggi untuk kuasa-kuasa yang dipadukan, Jepang diperlakukan kepada paling menyapu program perubahan mereka telah mengalami sejak restorasi Meiji.&lt;br /&gt;Demokratisasi politis memusat pada suatu konstitusi ditinjau kembali, diumumkan secara resmi tahun 1947. Konstitusi yang baru melepaskan kaisar dari kuasa-kuasa mahabesar mewariskan kepadanya konstitusi Meiji, pembuatan dia sebagai ganti lambang dari Jepang pembatasan dan Bangsa pejabat nya berfungsi ke sebagian besar peraturan adat tugas-tugas. Menempatkan Nasional Diet, yang tadinya Diet kerajaan, di pusat dari proses politik. Konstitusi memperlengkapi suatu British-Style sistem parlementer, dengan suatu lemari yang dipilih oleh dan bertanggung jawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat. Orang yang mempunyai hak pilih diperluas untuk meliputi semua orang dewasa, mencakup wanita-wanita. Konstitusi juga menjamin sipil dasar dan hak politis, mencakup sejumlah hak bukan tercakup di konstitusi Amerika Serika, seperti hak tenaga kerja untuk menawar secara bersama. Hanyalah artikel yang paling radikal konstitusi yang baru adalah Artikel 9, di bawah Jepang yang mana meninggalkan peperangan dan penggunaan kekuatan untuk mengatasi perselisihan internasional, dan dijanjikan tidak untuk memelihara daratan, laut, atau angkatan udara untuk akhir itu. Walaupun ini “konstitusi damai” mula-mula membuat garis besar di dalam Bahasa Inggris oleh pejabat jabatan;pendudukan Amerika, diperdebatkan dan disahkan oleh Jepang Diet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membangun suatu dasar pedesaan untuk demokrasi, pejabat jabatan;pendudukan mempromosikan suatu land reform program yang mengijinkan petani penyewa untuk membeli daratan yang mereka bertani. Di dalam kota besar, jabatan;pendudukan mendukung pertumbuhan dari suatu serikat buruh pergerakan aktip. Pada akhir 1946 sekitar 40 persen angkatan kerja industri Jepang dibentuk kelompok. Untuk memperlemah kuasa sumber usaha besar, jpendudukan mengadopsi suatu program dari dekonsentrasi ekonomi, menghancurkan yang besar menimbun zaibatsu dikenal sebagai. Otoritas pendudukan juga membersihkan masyarakat bisnis para pemimpin dipikirkan itu semua untuk mempunyai dibantu dengan kepercayaan kuat organisasi tentara masa perang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada keseluruhannya, Jepang menyambut perubahan ini. Orang Amerika mendukung suatu atmospir dari diskusi dan debat publik cuma-cuma pada hampir segala macam isu, dari politik ke perkawinan ke hak-hak wanita. Setelah tahun tentang pemeriksaan masa perang dan kendali dipikirkan, kebanyakan orang Jepang menghargai kebebasan baru mereka. Pada mulanya Orang Amerika juga mendukung kemunculan suatu hal penting dan sayap kiri aktip, mencakup suatu Jepang sah tentang undang-undang pihak komunis, di dalam harapan bahwa itu akan main peran suatu oposisi demokratis kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian, pesta konservatif, dengan agenda yang diarahkan pada pembangunan lagi ekonomi Jepang dan memperkuat posisi internasionalnya, mendominasi politik domestik di dalam Jepang sehabis perang. Setelah pemilihan sehabis perang yang pertama, tahun 1946, politikus konservatif Yoshida Shigeru menjadi perdana menteri. Bersifat memecah belah di dalam yang konservatif tergolong memberi suatu kemenangan pemilihan kepada orang sosialis Jepang di tahun 1947, tetapi di tahun 1948 Yoshida kembali ke menggerakkan, melanjutkan untuk bertindak sebagai perdana menteri sampai 1954.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendudukan sekutu terhadap Jepang mengandung inti: hegemoni Amerika Serikat dalam perang dengan Korea. Jepang dijadikan Amerika untuk meredam kekuatan komunis Korea pasca perang dunia II berakhir, yang dianggap sebagai rival terbesar kekuatan Amerika saat itu. Korea Utara, yang tercantum dalam daftar negara-negara sponsor terorisme, diduga telah menimbun cukup plutonium untuk membuat satu atau dua bom atom serta ribuan ton senjata kimia dan biokimia. AS mempertahankan 37.000 pasukan di Korea Selatan untuk menakuti Korea Utara. Pasukan itu juga dinilai sebagai pembenaran dari Perang Korea 1950-1953, yang berakhir tanpa sesuatu perjanjian perdamaian. Pada masa sekarang ini, kedua Korea itu dipisahkan oleh salah satu perbatasan bersama, yang paling kuat dipersenjatai di atas muka bumi ini. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;(Lilih Prilian Ari Pranowo)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8111941679166693594-4310360910074328378?l=lilihprilianaripranowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/feeds/4310360910074328378/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2008/03/menangnya-sekutu-jatuhnya-jepang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/4310360910074328378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/4310360910074328378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2008/03/menangnya-sekutu-jatuhnya-jepang.html' title='Perang Dunia II: Jepang Kalah'/><author><name>Noel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8111941679166693594.post-2742880202830882159</id><published>2008-03-02T20:55:00.000-08:00</published><updated>2008-03-02T21:11:29.546-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><title type='text'>Mempertahankan Bendera</title><content type='html'>Bersama Djandji kemerdekaan kita,&lt;br /&gt;Si Merah Poetih megah Melambai,&lt;br /&gt;Lambang perdjoeangan kesatria bangsa,&lt;br /&gt;Mentjipta kemerdekaan Indonesia permai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Arif kami poetera tanah aor,&lt;br /&gt;Arti lambaian si Merah Poetih,&lt;br /&gt;Meminta semangat panas mendidih,&lt;br /&gt;Timboenan toelang, darah mengalir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pada bendera kebangsaan wathan,&lt;br /&gt;Dipidjak moesoeh, rebah kembali, Kami rela mendjadi koerban,&lt;br /&gt;Darah perwira mentjeloep boemi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarlah kami pemoeda kini,&lt;br /&gt;Ta' melihat wadjah 'ndonesia merdeka,&lt;br /&gt;Asalkan tiang bendera bangsa,&lt;br /&gt;Tertantjap diatas majat kami.&lt;br /&gt;                                  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;S. Ranggasela&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Perak-Melajoe 12-2604&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8111941679166693594-2742880202830882159?l=lilihprilianaripranowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/feeds/2742880202830882159/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2008/03/mempertahankan-bendera.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/2742880202830882159'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/2742880202830882159'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2008/03/mempertahankan-bendera.html' title='Mempertahankan Bendera'/><author><name>Noel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8111941679166693594.post-915646257591057051</id><published>2008-01-23T12:01:00.000-08:00</published><updated>2009-02-19T04:43:17.115-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><title type='text'>Ekspansi Jepang dan Wilayah Taklukkan di Asia</title><content type='html'>Jepang memang negeri yang makmur sekarang. Sebuah negara industri maju yang dalam persaingan global mampu merangkak naik, berusaha mengimbangi eksistensi global Amerika. Namun, fakta sejarah selalu saja masih membayangi negara ini. Catatan sejarah kejahatannya dalam perang dunia II, tak mampu dihapuskan begitu saja, khususnya bagi negara-negara kawasan Asia Tenggara yang pernah dijajah Jepang. Ingatan kolektif manusia--yang hidup pada masa penjajahan Jepang, masih selalu mengingat sejarah ini. &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisi kelam Jepang yang tak dapat diabaikan. Sebut saja Cina, Indonesia, merupakan salah satu dari beberapa negara yang pernah merasakan pahitnya terkungkung dalam masa penjajahan Jepang. Bukan saja meninggalkan kekerasan politik-ekonomi, rambahan Jepang telah mencapai eksploitasi budak-budak wanita. Jepang pernah mengorganisir perdagangan wanita untuk memuaskan nafsu para tentara yang berada di garis depan. Atau yang lebih dikenal dengan Iugun Ganfu (“pekerja seks komersial”).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum mengorganisir perdagangan budak wanita di Indonesia, Jepang pernah melakukan hal serupa di Cina. Namun karena kurangnya koordinasi, banyak tentara Jepang yang terkena penyakit kelamin. Ketika Jepang mendirikan kekuatan militer di Indonesia, maka kesalahan masa lalu mereka diperbaiki. Pemerintah pusat yang berada di Jepang memberikan mandat kepada para pemerintah militer setempat untuk mengorganisir massa wanita untuk dijadikan budak seks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Nanking&lt;br /&gt;Musim dingin, 9 Desember 1937, secara besar-besaran pasukan Jepang menyerang kota Nanking, Cina. Pada 12 Desember 1937, tentara Cina berhasil dipukul mundur. Mereka memutuskan untuk mundur ke sisi lain di sungai Yang Tse. Pada 13 Desember 1937, pasukan 6 dan 116 divisi pertama angkatan bersenjata Jepang berhasil memasuki kota besar. Di waktu yang sama, Divisi 9 angkatan bersenjata Jepang menjebol pertahanan di Gerbang Guanghua. Sementara itu, Divisi 16 masuk lewat Gerbang Zhongshan dan Gerbang Pasifik. Kemudian sore harinya, armada laut Jepang telah tiba dan menjatuhkan sauh di sisi-sisi Sungai Yangtse. Hari itu juga, Nanking tumbang ke tangan Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejatuhan Nanking hanyalah awal. Enam minggu berikutnya, terjadi pembunuhan besar-besar di Nanking. Tak hanya itu para tentara memperkosa wanita-wanita di sana. Fakta menyebutkan, selama masa pendudukan itu kurang lebih 300.000 tentara Cina dan orang-orang sipil tewas, dan jumlah minimum yang berhasil didokumentasikan: kurang lebih 20.000 wanita diperkosa tentara Jepang. Masa ini Jepang melakukan litani atrocities orang sipil tidak bersalah melawan, pelaksanaan shock psikis seperti memerkosa, merampas dan membakar. Sangat mustahil untuk mendokumentasikan secara terperinci mengenai kejadian tersebut, yang jelas fakta-fakta mengerikan ini tak dapat dibantah.&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;(Lilih Prilian Ari Pranowo)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8111941679166693594-915646257591057051?l=lilihprilianaripranowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/feeds/915646257591057051/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2008/01/kisah-ekspansi-jepang-dan-taklukkannya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/915646257591057051'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/915646257591057051'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2008/01/kisah-ekspansi-jepang-dan-taklukkannya.html' title='Ekspansi Jepang dan Wilayah Taklukkan di Asia'/><author><name>Noel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8111941679166693594.post-8984698260920128218</id><published>2008-01-09T09:40:00.000-08:00</published><updated>2009-02-19T04:47:21.714-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Musik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><title type='text'>Freddie Mercury, Si “Melambai” Bersuara Emas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/SZ1UtDEpWMI/AAAAAAAAATE/LyKUpLrkkGA/s1600-h/FM.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 152px; height: 207px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/SZ1UtDEpWMI/AAAAAAAAATE/LyKUpLrkkGA/s200/FM.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304489069007952066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Siapa tak kenal lagu-lagu semacam We Are The Champions, Bicycle, Bohemian Rhapsody, dan banyak hits Queen lainnya yang masih terkenal hingga kini. Ya, dialah Freddie Mercury, sang maestro pencipta lagu-lagu legendaris tersebut sekaligus dedengkot band Queen. Dengan nama asli Farrokh Bulsara, Mercury lahir pada 5 September 1946 di Stone Town, Zanzibar, dari pasangan Bomi dan Jer Bulsara.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Is this the real life&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Is this just fantasy&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Caught in a landslide&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;No escape from realit&lt;/span&gt;y&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;(Bohemian Rhapsody/Queen/Freddie Mercury)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Pada usia 8 tahun, Freddie dikirim ke India untuk masuk di Sekolah St. Peter’s, sekolah khusus anak lelaki di dekat Bombai. Di negeri Bolywood, Freddie yang mempunyai adik perempuan bernama Kashmira, tinggal bersama nenek dan bibinya. Kala sekolah di India itulah bakat musiknya sudah mulai kentara dan terasah. Bersama teman-teman sejawatnya, Freddie membentuk band sekolah bernama Hectics. Freddie sendiri memainkan piano dalam formasi band ini. Saat usianya 17 tahun, Freddie dan keluarganya hijrah ke Feltham, London. Di Inggris, ia seperti menemukan dunia baru. Freddie jadi kerap bergonta-ganti band, itulah yang memberikan banyak perubahan berarti dalam naluri bermusiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 1969, Freddie mendirikan sebuah band bernama Ibex, yang beberapa saat kemudian berganti nama menjadi Wreckage. Tak bertahan lama, band ini lantas membubarkan formasinya. Setelah Wreckage tutup buku, Freddie bergabung dengan band Milk Sea, kendati juga tak bertahan lama. Awal 1970-an, band ini bubar. Baru pada April 1970, ketika bertemu seorang gitaris bernama Brian May dan Roger Taylor sang penabuh drum, Freddie seolah menemukan soulmate-nya dalam bermusik. Bersama kedua orang itu terbentuklah band bernama Smile, inilah cikal-bakal dari Queen. Belakangan baru terkuak rahasia nama Queen diambil lantaran Freddie adalah seorang gay. “I was certainly aware of the gay connotations, but that was just one facet of it,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musikalitas Freddie terpengaruh dari pelbagai macam musik yang pernah didengarnya waktu kecil. Sebut saja, ia pernah mengidolakan Lata Mangeshkar, seorang penyanyi Bollywood yang amat terkenal waktu itu. Juga John Lennon dari The Beatles, Led Zeppelin, serta Jimi Hendrix,.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai Jimi Hendrix, ia berpendapat, “Jimi Hendrix is very important. He's my idol. He sort of epitomizes, from his presentation on stage, the whole works of a rock star. There's no way you can compare him. You either have the magic or you don't. There's no way you can work up to it. There's nobody who can take his place.”&lt;br /&gt;Freddie juga sangat mengagumi Liza Minnelli. “One of my early inspirations came from Cabaret. I absolutely adore Liza Minnelli, she's a total wow. The way she delivers her songs-the sheer energy, “ katanya tentang sang biduan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salahsatu ciri khas Freddie –ini sangat memengaruhi lagu-lagu Queen– adalah nada-nada yang digunakannya. Dalam menciptakan tembang, Freddie termasuk seorang musisi ciamik, mampu menempatkan unsur-unsur teater dalam lagu-lagu ciptaannya yang kemudian menjadi hits Queen. Simak saja Bohemian Rhapsody, tak ada band rock yang melodinya naik-turun, dari tinggi menuju rendah, dari rendah menuju tinggi secara “brutal” seperti yang dimainkan Queen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sangat disayangkan, Freddie meninggal dalam usia muda. Pada 24 November 1991, tepat saat umurnya mencapai 45 tahun, Freddie Mercury hembuskan nafas terakhir akibat penyakit AIDS menggerogoti tubuhnya. Padahal, usianya bisa dikatakan masih cukup mumpuni untuk berkarya lebih. Toh begitu, tetap saja Freddie meninggalkan sesuatu yang hebat yang bisa dikenang umat manusia, khususnya para pecinta musisi rock, yang masih memainkan musiknya hingga kini.&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;(Lilih Prilian Ari Pranowo)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8111941679166693594-8984698260920128218?l=lilihprilianaripranowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/feeds/8984698260920128218/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2008/01/freddie-mercury-si-melambai-bersuara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/8984698260920128218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/8984698260920128218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2008/01/freddie-mercury-si-melambai-bersuara.html' title='Freddie Mercury, Si “Melambai” Bersuara Emas'/><author><name>Noel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/SZ1UtDEpWMI/AAAAAAAAATE/LyKUpLrkkGA/s72-c/FM.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8111941679166693594.post-2049523678222022282</id><published>2008-01-06T08:05:00.000-08:00</published><updated>2009-02-19T04:34:05.094-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buku'/><title type='text'>Kudeta Gagal Westerling</title><content type='html'>Pada 31 Agustus 1919, Westerling dilahirkan di Istambul, Turki. Laki-laki yang memiliki kemampuan poliglot (banyak bahasa) ini memiliki nama asli Raymond Paul Pierre Westerling. Dilahirkan dari seorang ayah bernama Paul Westerling, dan ibu bernama Sophia Moutzou. Sebagai anak terakhir dari dua bersaudara, kakak perempuannya bernama Palmyra, ia merupakan seorang yang memunyai darah pemberontak dan jiwa petualang besar. Sejak kecil menyukai hal-hal cerita-cerita petualangan, macam cerita bajak laut, koboi, pun roman sejarah. Saat umurnya menginjak tujuh tahun, pernah ia bermain-main dengan revolver milik ayahnya.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya, ia bersekolah di Sekolah berbahasa Inggris. Selepasnya dari sana melanjutkan ke Sekolah Jesuit Santo Michael, dimana ia mampu menguasai bahasa Latin di sekolah ini. Pilihan yang dijatuhkan atas dirinya, pasca kelulusan, adalah sekolah asrama Santo Joseph. Pendidikan yang diterimanya tak lantas membuatnya menjadi anak pendiam. Umur 22 tahun, sekitar 1941, tanpa memberitakan keluarganya, ia mendaftarkan diri sebagai tentara Belanda lewat konsulat Belanda di Turki. Pendaftaran itu memberinya tiket ke Kairo, Mesir, bergabung dengan sepasukan tentara gurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepulangnya dari Mesir, ia mencoba membicarakan cita-citanya menjadi tentara dengan keluarganya, terutama pada ayahnya. Ayahnya tak memberi ijin, sebab Paul tak menginginkan Westerling jadi tentara. “My son, you are not made for the army,” tukas Paul keras. Toh demikian tetap saja, Westerling bersikeras masuk dinas ketentaraan. (Petrik Matanasi, Westerling: Kudeta yang Gagal, Media Pressindo, Yogyakarta, 2007)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(Lilih Prilian Ari Pranowo)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8111941679166693594-2049523678222022282?l=lilihprilianaripranowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/feeds/2049523678222022282/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2008/01/westerling.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/2049523678222022282'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/2049523678222022282'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2008/01/westerling.html' title='Kudeta Gagal Westerling'/><author><name>Noel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8111941679166693594.post-1744200287664608535</id><published>2007-10-24T09:22:00.000-07:00</published><updated>2009-02-19T04:51:24.148-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><title type='text'>Abdurrachman Baswedan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/SZ1VtK9EDLI/AAAAAAAAATM/TDr1oXVT7-o/s1600-h/Bas.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 134px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/SZ1VtK9EDLI/AAAAAAAAATM/TDr1oXVT7-o/s200/Bas.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304490170635259058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Khazanah pers sejarah Indonesia telah mencatatnya sebagai salah seorang yang memiliki peran di kancah percaturan pers Indonesia dalam zaman pergerakan dan masa setelah Indonesia merdeka. Orang tersebut adalah Adurrahman Baswedan. Seorang pria kelahiran Bangil, Jawa Timur, 18 September 1908. Baswedan mempunyai darah keturunan Arab. Karakternya khas; sebagai manusia yang dilahirkan zaman pergerakan, dia cepat panas dan penuh vitalitas. Pendidikan formalnya ditempuh di Madrasah, Ampel, Surabaya dan IAIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta namun tidak rampung, tahun 1971.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baswedan merupakan seorang jurnalis terkemuka dalam memainkan peranannya dalam mengusung tema persamaan antara orang-orang peranakan Arab dan orang-orang pribumi dalam masyarakat Indonesia yang luas. Pandangannya luas sebagai seorang jurnalis maupun politikus yang memainkan peranan di zaman pergerakan. Baswedan merupakan sosok unik yang pernah ada dalam sejarah Indonesia yang muncul diantara masalah masyarakat keturunan Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g...Baswedan's life and career form a unique entry in the history of the problems that the Hadhrami community has experienced, both in the Dutch East Indies and in Indonesia.”&lt;br /&gt;Sejak berusia 17 tahun, pada tahun 1925, Baswedan masuk Islam sebagai mubaligh Muhammdiyah, menyebarkan luaskan ajaran ke-Muhammadiyah-an serta ke-Islam-an Pula mencatatkan dirinya sebagai anggota Jong Islamieten Bond, sebuah organisasi pemuda Islam Indonesia terpelajar. Salah satu peran yang diakui memiliki pengaruh dalam arah perubahan sejarah bangsa Indonesia adalah ketika A.R Baswedan ini mendirikan PAI (Partai Arab Indonesia) di tahun 1934. Partai PAI ini secara tegas memberikan ajaran bagi para anggotanya bahwa Indonesia adalah tanah tumpah darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang pendobrak pada masanya, Baswedan menyadari penyebaran gagasan yang efektif dapat dilakukan melalui surat kabar, baik majalah maupun koran. Intinya melalui tulisan. Karena itu pulalah, pada tahun 1932, Baswedan masuk salah satu jajaran anggota redaksi harian Tionghoa-Melayu di Surabaya, yaitu Sin Tit Po. Pimpinan Sin Tit Po bernama Liem Koen Hian, seorang peranakan Tionghoa yang sepaham dengan jalan pikirnya. Yaitu bahwa tempat kaum peranakan bukanlah di negeri leluhur sana, melainkan di Indonesia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara rentang waktu 1932-1934, Baswedan beberapa kali keluar-masuk dunia redaktur surat kabar. Setelah keluar dari Sin Tit Po karena sudah tidak ada lagi kecocokan paham. Bersama Tjoe Tjie Liang dan Sjahranmual, Baswedan masuk ke harian Soeara Oemoem milik PBI (Persatuan Bangsa Indonesia, yang didirikan dr. Soetoemo) di Bubutan Surabaya. Para anggota yang baru bergabung di Soeara Oemoem tersebut dimanfaatkan untuk menulis mengenai nasionalisme yang dicita-citakan PBI. Cita-cita nasionalisme PBI itu sama dengan jalan pikiran Baswedan dan Liem Koen Hian; yakni kerjasama antar sesama bangsa Indonesia tanpa mempedulikan keturunan dan agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas dari Soeara Oemoem, karena masalah kesehatan Baswedan hijrah ke Kudus, kemudian setelah sembuh pergi kembali ke Semarang. Sesampainya di sana, dia terjun kembali dalam dunia jurnalistik di surat kabar Matahari, sebuah harian yang isinya mendukung pergerakan nasionalisme dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Harian Matahari ini juga dipimpin oleh seorang peranakan Tionghoa bernama Kwee Hien Tjiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semenjak muda Baswedan sudah memiliki keyakinan dan pendirian, bahwa tempatnya bukan dimana-mana kecuali di bumi Indonesia ini. Dan dia merasa Indonesia tempat dia dilahirkan; tempat dia hidup, dan Indonesia pula tempatnya berpulang. Oleh sebab itu, semangat hidupnya selalu diarahkan kepada perjuangan nasionalisme Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 1 Agustus 1934, harian Matahari Semarang memuat tulisan Baswedan tentang nasionalisme orang-orang peranakan Arab. Ia mengimbau orang-orang keturunan Arab agar bersatu membantu perjuangan Indonesia. Ia mengajak keturunan Arab, seperti dirinya sendiri, menganut asas kewarganegaraan ius soli. ''Di mana saya lahir, di situlah tanah airku,'' kata lelaki itu. Abdur Rachman Baswedan memang peranakan Arab, walau lidahnya pekat Jawa, bila berbicara. Dalam artikel itu terpampang foto Baswedan mengenakan blangkon. Karena ulahnya itu, orang-orang Arab─ketika itu terjadi pertikaian antara kelompok Al Irsyad dan Rabitah Alawiyah─berang padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Oktober 1934, setelah pemuatan artikel yang menghebohkan itu, ia mengumpulkan para peranakan Arab di Semarang. Lalu berdirilah Partai Arab Indonesia (PAI), dan Baswedan diangkat sebagai ketua. Sejak itu ia tampil sebagai tokoh politik. Harian Matahari pun ditinggalkannya. Padahal, ia mendapat gaji 120 gulden di sana, setara dengan 24 kuintal beras waktu itu. ''Demi perjuangan,'' katanya. Sebagai ketua PAI, Baswedan pindah ke Jakarta dan menerbitkan majalah Sadar. Majalah Sadar menanamkan pemahaman rasa kebangsaan di kalangan kaum peranakan Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadar mampu bertahan hampir satu dekade kemudian ketika Jepang mendirikan pemerintahan militernya di Indonesia. Sama halnya dengan nasib surat kabar-surat kabar lainnya, Sadar menjadi korban pembredelan pemerintah militer Jepang. Selama masa pendudukan Jepang, pada awalnya Baswedan masih aktif menulis di koran Pemandangan sebelum akhirnya berganti nama menjadi Pembangun, yang pada akhirnya terpaksa bergabung dengan Asia Raya. Pada masa itu organisasi yang ada hanyalah Jawa Hookokai, Himpunan Kebaktian Rakyat seluh Jawa, dan Baswedan diangkat oleh Jepang sebagai anggota. Sesaat sebelum mundurnya Jepang di tanah air akibat serangan sekutu di Hiroshima dan Nagasaki, Baswedan diangkat menjadi anggota Chuoo-Sangi-Kai, semacam dewan penasehat yang anggota-anggotanya diangkat oleh penguasa dan dipilih oleh Syuu-Sangi-Kai, yaitu dewan karesidenan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1945 kemerdekaan Indonesia di kumandangankan, Baswedan mendapat tempat sebagai ketua pusat KNIP (Komite Nasional Indonesia Pusat). Karena masyarakat telah melihat sumbangsih yang diberikannya ketika masih dalam alam penjajahan. Anggota KNIP ini pada mulanya berjumlah 45 orang, sampai akhirnya anggota KNIP Pusat tadi menjadi Parlemen. Baru setahun Indonesia merdeka, pada tahun 1946, Baswedan ditunjuk sebagai sebagai Menteri Muda Penerangan. Jabatan tersebut masuk dalam jajaran kabinet Syahrir ke-3 dari partai Masyumi. Namun belum sempat melakukan apa-apa, kabinet Syahrir telah bubar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekalipun demikian, Baswedan kembali diangkat sebagai anggota misi diplomatik RI ke Timur Tengah tahun 1947. Misi ini untuk menggalang konsolidasi dan mengadakan hubungan diplomatik dengan negara-negara Timur Tengah. Sebagai anggota misi ini di bawah pimpinan Haji Agus Salim, dia berhasil menerobos blokkade pertahanan udara Belanda. Dengan hubungan yang berhasil terjalin, maka negara-negara di Timur Tengah mengakui kedaulatan Republik Indonesia. Sebelum turun dari kancah perpolitikan di tahun 1955, Baswedan pernah menyandang dua jabatan yaitu sebagai anggota Parlemen dan anggota Konstituante.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seusai tahun 1950, dia aktif mengemudikan majalah Nusaputra. Dan bersama seorang kawannya, Natsir, aktif mengelola mingguan Hikmah di Jakarta sekaligus juga menjadi kontributor tulisan di pelbagai mass media. Meskipun telah turun dari arena perpolitikan tetapi jiwanya sebagai seorang jurnalistik tidaklah surut. Seterusnya oleh redaksi Mertju Suar di Yogyakarta, dia diminta menjadi penasehat dan pembantu redaksi. Di samping tetap menjabat sebagai Ketua Dewan Dakwah Islamyah Indonesia Wilayah Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sempat merampungkan autobiografinya, Abdur Rahman Baswedan meninggal dunia, dalam usia 78 tahun, pada Maret 1986. Di rumahnya di Jalan Taman Yuwono 19, Yogyakarta.&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;(Lilih Prilian Ari Pranowo)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8111941679166693594-1744200287664608535?l=lilihprilianaripranowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/feeds/1744200287664608535/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2007/10/abdurrachman-baswedan-dalam-pergerakan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/1744200287664608535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/1744200287664608535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2007/10/abdurrachman-baswedan-dalam-pergerakan.html' title='Abdurrachman Baswedan'/><author><name>Noel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/SZ1VtK9EDLI/AAAAAAAAATM/TDr1oXVT7-o/s72-c/Bas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8111941679166693594.post-5491398315430800642</id><published>2007-10-24T09:12:00.000-07:00</published><updated>2009-02-19T04:55:15.022-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><title type='text'>Si Kancil Kecil, Adam Malik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/SZ1We6iLGrI/AAAAAAAAATU/Dw-m3FB9cvo/s1600-h/AM.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 145px; height: 185px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/SZ1We6iLGrI/AAAAAAAAATU/Dw-m3FB9cvo/s200/AM.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304491025220967090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Adalah Adam Malik, seorang laki-laki dari Pemantang Siantar, Medan, Sumatra Utara yang lahir 22 Juli 1917. Sekitar tahun 1910-an merupakan dekade pertama pergerakan kebangsaan dalam arti yang sesungguhnya. Pada dekade ini muncul beberapa organisasi pergerakan yang memberikan dasar-dasar bagi pola-pola dan arus aliran pergerakan dua dekade berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbentuknya Sarekat Dagang Islam yang kemudian berubah menjadi Sarekat Islam, pendirian Boedi Oetoemo tahun 1908, serta IP (Indsische Partij) menguatkan indikasi tersebut. Di tengah-tengah suasana masa pergerakan inilah Adam Malik lahir ke dunia ini. Dan secara tidak langsung, mempengaruhi terbentuknya karakter Adam Malik yang memiliki watak keras dan cita-cita yang tinggi untuk menggapai impian.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adam Malik memiliki ibu bernama Salamah Lubis dan ayah bernama Abdul Malik Batubara. Pada waktu itu, sebagai kaum pedagang orang tuanya tergolong orang kaya, sehingga dapat menyekolahkan Adam Malik di HIS (Hollandsch Inlandsche School). HIS merupakan sekolah rendahan Belanda Bumiputera di zaman Belanda, di mana diajarkan bahasa Belanda sejak kelas satu sampai kelas terakhir, kelas tujuh. Namun hanya sampai kelas lima saja, Adam Malik bersekolah HIS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun Adam Malik tidak bersekolah lagi, setiap hari ia membantu ayahnya di toko. Selain pendidikan formal yang hanya sampai kelas lima, Adam Malik pernah masuk pesantren di Parabek, Bukittinggi. Masa kecilnya itu dihabiskannya dengan perbenturan langsung atas kehidupan keluarganya yang berkecukupan dengan kenyataan hidup kaum buruh perkebunan karet Pemantang Siantar. Sekitar tahun 1930-an, Sumatra dibanjiri oleh para buruh kontrak perkebunan karet. Saat itu, Abdul Malik memasok barangnya ke daerah perkebunan karet tersebut. Karena ketika gajian para buruh perkebunan tiba, mereka akan menghabiskannya untuk membeli keperluan. Saat itu Adam Malik turut serta bersama ayahnya. Persentuhan inilah yang membawa arti tersendiri dalam hati Adam Malik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adam Malik melihat kenyataan bahwa para buruh tersebut, meskipun menerima gaji, mendapatkan tekanan batin dan menderita fisiknya. Hal tersebut mengingatkannya pada ajarannya Haji Mucthar Lutfi dari PERMI (Pergerakan Muslim Indonesia) dan Rasuna Said (seorang tokoh pers Indonesia), pada waktu mengaji di Parabek dulu. Bahwa penindasan sesama manusia itu tidak dibenarkan oleh Tuhan dan ini mesti ditentang dan dihapuskan. Dalam proses sosialisasi politiknya, realitas kemiskinan ribuan kuli kontrak di Sumatra Timur, menggodanya untuk mempertanyakan mengapa ada hal seperti itu. Hal itu membawanya pada satu kata: penjajahan. Dengan demikian kata “penjajahan” (sebagai suatu konsep politik), segera masuk ke dalam pikirannya mendorongnya untuk lebih memahami maknanya dan akhirnya mendorongnya mengambil keputusan untuk terjun ke dunia politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam jiwa muda Adam Malik, ia sudah terpikat beberapa ajaran dari tokoh favoritnya yaitu Ibrahim Gelar Sutan Malaka atau yang lebih dikenal dengan: Tan Malaka. Filsafat yang terkenal dari Tan Malaka adalah Materialisme-Dialektika. Tahun 1924, Tan Malaka (salah satu tokoh pergerakan yang ternama) membuat sebuah buku yang berjudul “Menuju Republik Indonesia”. Segera buku tersebut menjadi referensi kaum pergerakan di Indonesia. Tan Malaka memiliki arti tersendiri di mata Adam Malik dan kawan-kawan. Hal ini terbukti dengan dilahapnya bahan-bahan yang berasal dari PARI, yang dibentuk oleh Tan Malaka di Bangkok dengan tujuan membentuk Negara Indonesia Merdeka. PARI kemudian menjadi Proletaris Asia Republik Internasionale.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tahun 1927 membentuk PNI, tanggal Desember 1929, Sukarno dan tujuh pemimpin PNI lainnya dipenjarakan; September 1930 mereka diadili karena:&lt;br /&gt;cikut serta dalam organisasi yang tujuannya melakukan kejahatan dan juga…dengan sengaja menyatakan diri mereka dalam kata-kata yang menganjurkan pengacauan ketertiban umum dan menumbangkan kekuasaan Hindia Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukuman yang dijatuhkan kepada mreka antara satu dan tiga tahun; Sukarno dihukum tiga tahun. PNI dinyatakan terlarang. Akan tetapi, ke depannya hukuman Sukarno dikurangi, pada tahun 1931, Sukarno dibebaskan dari penjara dan masuk kancah arena perpolitikan lagi. Partindo didirikan untuk menggantikan PNI yang telah dinyatakan terlarang. Dan pertengahan tahun 1933, Partindo telah mencapai jumlah 50 cabang dan 20.000 anggota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1931, sidang Dewan Rakyat (Volksraad) telah mengancam gerakan kebangsaan secara umum, sehingga akan menggunakan tangan besi dalam menghadapinya. Dua tahun kemudian, tanggal 1 Agustus 1933, dikeluarkanlah undang-undang yang kerap kali disebut Vergader Verbod. Pada intinya undang-undang tersebut isinya melarang para anggota masyarakat dalam bentuk apapun mengadakan musyawarah, rapat, diskusi secara terbuka tanpa izin dari pemeritah Hindia Belanda. Atas dasar itulah, tahun 1934, Adam Malik ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara selama dua bulan. Dalam suatu rapat di rumah Soetan Pangoerabaan Pane (ayah Sanusi Pane), yang dihadiri oleh tujuh orang undangan. Karena waktu itu Adam Malik menjabat ketua Partindo cabang Pemantang Siantar. Hal tersebut bisa dikatakan bahwa Adam Malik merupakan salah satu ancaman berbahaya bagi pemerintahan HindiaBelanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekeluarnya Adam Malik dari penjara, pada tahun itu juga, ia ke Jakarta. Di Jakarta, Adam Malik tinggal di bagian kota, yaitu di Buitentijgerstraar, tempat seorang kenalan yang juga pengikut Tan Malaka. Namanya Jahja Nasution yang mempunyai kantor Tata Usaha, yang pada akhirnya dibuang ke Boven Digul. Sekitar tahun 1936-an, pemerintah Hindia Belanda mengadakan penangkapan besar-besaran terhadap orang-orang yang dianggap aktif dalam organisasi PARI dan para pengikut Tan Malaka. Kembali Adam Malik terciduk dan merasakan pengabnya udara penjara, yang berada di Gang Tengah Salemba. Di sini Adam Malik bertemu seorang kawan yang kelak bersama-sama dua orang lainnya mendirikan Antara, bernama Pandoe Kartawigoena. Pandoe merupakan anggota Persatuan Pemuda Rakyat Indonesia (Pepri). Di tengah kegamangan suasana penjara dan persahabatannya dengan Pandoe, Adam Malik merencanakan membangun jaringan komunikasi yang dapat mencakup masyarakat luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas keluarnya dari penjara, Adam Malik dan Pandoe Kartawigoena mulai mewujudkan idenya. Ditemuilah Djohan Sjahruzah, seorang mahasiswa hukum. Pertemuan ini membawa mereka mengadakan rapat di rumah Haji Agus Salim, di sanalah rencana tadi dimatangkan. Tepat tanggal 13 Desember 1937, Adam Malik, Soemanang, A.M Sipahoetar dan Pandoe Kartawigoena memproklamirkan berdirinya Antara. Nama Antara diambil dari salah satu surat kabar di Bogor, yaitu: Perantaraan. Meskipun, waktu pengambilan keputusan tersebut Adam Malik tidak hadir, dia tetap ditunjuk sebagai ketua. Antara berkantor di Buitentijgerstraar (yang kini menjadi jalan Pinangsia) No. 30 Jakarta Kota.&lt;br /&gt;Sebelum kedatangan Jepang, tahun 1940-1941, Adam Malik aktif menjadi anggota dewan Gerindo (Gerakan Rakyat Indonesia). Ketika Jepang datang dan mendirikan pemerintahan militernya di Indonesia, Jepang membredel seluruh kantor radio yang ada di Indonesia. Satu-satunya yang diijinkan kantor radio yang bernama Domei, yang merupakan peleburan Antara. Ditunjuk untuk menjabat pemimpin utamanya adalah Adam Malik. Peran Adam Malik di dalam Domei adalah dalam pencaharian berita tentang situasi dan kondisi arah dari jalannya peperangan di Laut Pasifik dan bahan yang penting untuk diteruskan pejuang bangsa secara sembunyi-sembunyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di zaman Jepang, Adam Malik aktif bergerilya dalam gerakan pemuda memperjuangkan kemerdekaan. Menjelang 17 Agustus 1945, bersama Sukarni, Chaerul Saleh, dan Wikana, pernah melarikan Bung Karno dan Bung Hatta ke Rengasdengklok untuk memaksa mereka memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Demi mendukung kepemimpinan Soekarno-Hatta, ia menggerakkan rakyat berkumpul di lapangan Ikada, Jakarta. Mewakili kelompok pemuda, Adam Malik sebagai pimpinan Komite Van Aksi, terpilih sebagai Ketua III Komite Nasional Indonesia Pusat (1945-1947) yang bertugas menyiapkan susunan pemerintahan. Selain itu, Adam Malik adalah pendiri dan anggota Partai Rakyat, pendiri Partai Murba, dan anggota parlemen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir tahun lima puluhan, atas penunjukan Soekarno, Adam Malik masuk ke pemerintahan menjadi duta besar luar biasa dan berkuasa penuh untuk Uni Soviet dan Polandia. Karena kemampuan diplomasinya, Adam Malik kemudian menjadi ketua Delegasi RI dalam perundingan Indonesia-Belanda, untuk penyerahan Irian Barat di tahun 1962. Selesai perjuangan Irian Barat (Irian Jaya), Adam Malik memegang jabatan Menko Pelaksana Ekonomi Terpimpin (1965). Pada masa semakin menguatnya pengaruh Partai Komunis Indonesia, Adam bersama Roeslan Abdulgani dan Jenderal Nasution dianggap sebagai musuh PKI dan dicap sebagai trio sayap kanan yang kontra-revolusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Mei 1950, Adam Malik dan Mochtar Lubis berangkat ke berbagai negara di Asia Tenggara, antara lain: Singapura, Malaya, Burma, Hongkong dan Philipina selama satu bulan. Perjalanan itu merupakan penjajagan, sebab tidak tiap Negara mempunyai kantor beritanya sendiri. Bulan Agustus 1951, usaha itu diteruskan oleh Adam Malik sediri beberapa waktu kemudian. Tujuan utamanya ialah Eropa. Maksud perjalanan: mengadakan hubungan dengan kantor-kantor berita di luar negeri dan dengan pers umumnya. Sejak tanggal 13 Desember 1962, status Antara sebagai lembaga langsung berada di bawah presiden diatur dengan SK presiden No. 37 tahun 1962; terhitung sejak 15 Oktober 1962 namanya menjadi Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara. Sejak 13 Desember 1962, dengan SK presiden No. 375 tahun 1962, Persbiro Indonesia (PIA) dilebur ke dalam Antara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu Antara dikuasai kaum Komunis, Adam Malik dikucilkan, tetapi sejarah mencatat bahwa akhirnya dia tetap diakui sebgai salah seorang sesepuh Antara. Sewaktu merayakan hari ulang tahunnya yang ke-41, pelbagai upacara peringatan diadakan di ruang pertemuan kantor wakil presiden. Di tahun 1970-an, Adam Malik sempat menjabat sebagai Ketua MPR/DPR 1977-1978 dan Wakil Presiden RI (23 Maret 1978-1983). Setelah mengabdikan diri demi bangsa dan negaranya, H.Adam Malik meninggal di Bandung pada 5 September 1984 karena kanker lever. Kemudian, isteri dan anak-anaknya mengabadikan namanya dengan mendirikan Museum Adam Malik. Pemerintah juga memberikan berbagai tanda kehormatan.&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;(Lilih Prilian Ari Pranowo)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8111941679166693594-5491398315430800642?l=lilihprilianaripranowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/feeds/5491398315430800642/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2007/10/si-kancil-kecil-adam-malik.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/5491398315430800642'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8111941679166693594/posts/default/5491398315430800642'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lilihprilianaripranowo.blogspot.com/2007/10/si-kancil-kecil-adam-malik.html' title='Si Kancil Kecil, Adam Malik'/><author><name>Noel</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_KaXUigExMWQ/SZ1We6iLGrI/AAAAAAAAATU/Dw-m3FB9cvo/s72-c/AM.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
