Biarkan saya bercerita tentang sebuah daerah nan subur nun jauh di sana. Kita sebut saja daerah itu B.
Kota B. Adalah megapolitan yang maha indah. Tepat di kerajaan bernama Bumi. Banyak sekali daya tarik kota ini. Sebagian penduduknya merupakan bagian dari hasrat yang terpendam sewaktu berada di kota--sebut saja kota A. Namun, patut untuk dicatat bahwa kota B, adalah kota yang terdiri dari
tembok-tembok batu yang menjulang tinggi sekali, jalan-jalan raya yang sudah diaspal sampai ke kampungnya, dan pendapatan per kapita yang tinggi--melebihi ongkos yang bisa dibayangkan oleh manusia. Namun, patut untuk dicatat bahwa di balik gemerlang cahaya yang ada di kota B, ada pula sisi gelap yang tak ingin didengar oleh sebagian penduduknya. Meskipun mencapai taraf kemajuan yang sangat berarti melebihi kota-kota lainnya, kota A menyimpan gang-gang sempit nan gelap, anak-anak yang bermain di gang-gang, sungai yang meluap tiap tahunnya, asap-asap yang mengudara setiap harinya, debu, cacian, makian, dan penderitaan yang entah tak pernah ingin didengar. Tak ada belas kasih di kota yang menamakan dirinya B.
Itu pengetahuanku tentang kota B. Meskipun pernah beredar selama beberapa tahun lamanya aku di sana. Tapi, kepindahanku dulu bukan tanpa alasan. Mungkin, ada sejuta alasan rasional yang diciptakan dan diputar oleh Sang Ilahi terhadapku. Dan sekarang aku tinggal di kota A, tentu saja penglihatanku akan kota B menjadi bias tak tentu.
Tapi, sebelum kulanjutkan, ada baiknya kalau kuceritakan kota A.
Kota A, bukanlah kota impian. Sebagian penduduknya terjerat rasa malas yang teramat sangat. Menukar kehidupan sukses mereka dengan segenggam mimpi untuk berleha-leha saja. Karena itu, di kota A terlalu banyak seniman, orang susah--jika dihitung dari sejumput emas yang bisa kita tuai dari perasan keringat kita--, orang santai--yang memandang hidup dari sudut 'untuk apa terburu-buru sementara jatah hidup berhasil adalah seperti ini, seperti keinginan mereka: sederhana--, sementara yang tidak bisa menerima kehidupan di kota ini pergi entah ke kota B--kota sejuta mimpi. Tapi, beberapa orang yang tetap bertahan di kota ini, aku yang melihatnya, cukup sukses juga. Setidaknya mereka telah membeli mimpi mereka dengan kenyataan kebahagiaan yang telah mereka jumput dari sumur kehidupan mereka sendiri. Rumah-rumah yang nyaman, meskipun terbuat dari rumput jerami.
Kota A. Mungkin sebuah kota yang mungkin dianggap sebagian penduduk kota B, begitu kampungan. Ya... ya... mungkin itu benar. Tapi, kau kan belum pernah tinggal di kota ini, sementara aku sudah pernah. Jadi pandanganmu terhadap kota ini pun menjadi bias dan rancu.
B/A sama-sama bias, sama-sama rancu dalam memandang. Tetap harus ada yang mengalah.
Ini sepenggal cerita yang ingin kuceritakan. Tapi bukan untuk mengiming-imingi. Yang ingin kukatakan, aku masih berani mempertaruhkan sepenggal hidupku untuk sekadar mencicip madu itu. Tapi, jika permintaan dari pemberi naungan memintaku untuk tetap berada di jalur itu, apakah harus kupaksakan rel kereta lain?
Rabu, 17 Maret 2010
B/A
Senin, 08 Maret 2010
Mahasiswa ATW Solo Ciptakan Mobil Tenaga Surya Rp 10 Juta
Solo - Sebagai salah satu terobosan penghematan BBM, karya cipta enam mahasiswa Akademi Teknik Warga (ATW) Surakarta ini layak dibicarakan. Mereka membuat mobil mini yang digerakkan dengan sel tenaga panas matahari. Harga seluruh komponen hanya berkisar Rp 10 juta.
Mobil mini dengan panjang 180 cm, lebar 120 cm dan tinggi 150 cm tersebut lebih menyerupai mobil golf.
Namun yang membedakan adalah atapnya berupa dua lempeng solar sel yang digunakan untuk penyerap panas matahari sebagai pengisi energi empat buah accu kering yang dipasang di depan jok tunggal.
Mobil tersebut dirakit dua tahun lalu sebagai tugas akhir enam mahasiswa jurusan elektro ATW Surakarta.
Hasil kreasi mahasiswa itulah salah satu dari karya mahasiswa yang dipamerkan ATW dalam Education Expo di Solo Square, 4 hingga 8 Maret 2010.
Salah seorang dosen ATW yang ikut menjaga stand, Agung Prasetyo, memaparkan bahwa prinsip dan cara kerja mobil tersebut menyerupai cara kerja sepeda listrik.
Mereka memodifikasi sepeda motor listrik menjadi mobil, agar dua keping solar sel penangkap sinar matahari dapat terpasang di bagian atas.
Dua keping solar sel yang masing-masing berdaya 24 watt mengirimkan listrik untuk empat accu kering yang memiliki tegangan listrik 12 volt. Dengan menempatkan lempeng solar sel di bagian atap maka sambil berjalan listrik akan terisi jika cuaca panas.
"Pertimbangan ini karena sejauh ini di Indonesia belum ada medan induksi elektrik di sepanjang jalan. Sebenarnya jika sudah medan induksi elektrik, pengisian energi akan lebih mudah dan hemat. Analoginya seperti HP dengan fasilitas WiFi bisa mengisi daya sendiri tanpa harus melalui charger manual," ujarnya.
Karena mobil tersebut masih sangat sederhana maka hanya bisa dinaiki satu orang saja, untuk menghemat energi. Pada kondisi energi aki penuh dengan satu penumpang, mobil tersebut bisa berjalan 15 kilometer.
"Semua komponen yang dibutuhkan untuk membuat mobil sederhana tersebut hanya dibutuhkan dana sekitar Rp 10 juta. Masih sangat mungkin jika memang akan dikembangkan lebih lanjut," ujar Agung. ( mbr / ddn )
Sumber: htttp://detik.com
Senin, 01 Maret 2010
Tradisi Obor-Oboran
Tegalsambi--Jepara
Di Desa Tegalmbi Kecamatan Kota Jepara ada tradisi yang dilakukan secara turun-temurun dan cukup unik, namanya Tradisi Sedekah Bumi Obor-Oboran. Tentu saja, kalau merujuk namanya, tradisi ini bisa dikategorikan sebagai tradisi yang cukup berbahaya, karena tradisi ini menggunakan alat wajib berupa nyala api dari obor bambu yang diisi minyak tanah kemudian dibakar. Warga Desa Tegalsambi sendiri banyak yang menyebut tradisi ini dengan Perang Obor atau adu kesaktian dengan saling memukulkan obor api yang menyala ke tubuh para pelakunya.
Seperti umumnya Upacara Sedekah Bumi, Tradisi Obor-Oboran ini pun memiliki mitos yang masih dipercaya banyak orang. Konon, Tradisi Obor-Oboran mulai dilakukan akibat ulah Ki Gemblong, salah seorang penggembala ternak di Desa Tegalsambi.
Kisahnya pada zaman dulu di Desa Tegalsambi ada seorang petani kaya raya bernama Mbah Babadan. Petani ini memiliki banyak sekali hewan ternak. Bahkan, saking banyaknya jumlah ternak yang dimiliki, Mbah Babada pun tak mampu memelihara hewan-hewannya itu seorang diri. Akhirnya, seorang warga bernama Ki Gemblong menawarkan diri untuk memelihara hewan-hewan ternak Mbah Babadan. Kesepakatan pun dilakukan dan Ki Gemblong mulai memelihara ternak Mbah Babadan.
Kepandaian Ki Gemblong memelihara ternak ternyata membuahkan hasil. Dalam waktu singkat hewan ternak yang dipeliharanya jumlahnya bertambah banyak, bahkan boleh dikata berlipat-lipat dan badannya gemuk-gemuk.
Melihat keberhasilan memelihara hewan ternak, Mbah Babadan pun sangat gembira. Ia terus-menerus berterimakasih dan memuji-muji Ki Gemblong.
Pada suatu hari, Ki Gemblong menggembalakan hewan-hewan ternaknya di tepi sungai. Ki Gemblong tiba-tiba terkejut karena di sungai itu banyak sekali ikannya. Melihat saking banyaknya ikan di sungai yang jernih itu, perut Ki Gemblong pun tiba-tiba terasa melilit lapar. Ki Gemblong pun memakan ikan tersebut dengan cara dibakar.
Begitu ikan bakar yang diambil dari sungai itu dikunyahnya, Ki Gemblong terkejut bukan kepalang. Sebab ikan yang dimakannya terasa enak sekali. Ki Gemblong pun ketagihan.
Sejak saat itu, tiap hari Ki Gemblng selalu menggiring ternaknya ke tepi sungai dan ia meninggalkan hewan ternaknya begitu saja. Ki Gemblong asyik menangkap, membakar dan memakan daging ikan, sementara hewan ternaknya benar-benar dilupakan. Hingga pada suatu hari, hewan-hewan ternak yang digembala Ki Gemblong menjadi kurus-kurus bahkan banyak sekali yang sakit dan kemudian mati.
Peristiwa ini akhirnya terdengar Mbah Babadan, maka Ki Gemblong pun dipanggilnya untuk menghadap. Rupanya Mbah Babadan marah melihat ulah Ki Gemblong. Mbah Babadan pun segera mengambil seikat daun kelapa kering dan membakarnya menjadi obor. Dengan obor itulah Mbah Babadan berkali-kali memukul kepala Ki Gemblong. Karena merasa sakit, Ki Gemblong segera bangkit dan melawan dengan obor pula.
Ternyata percikan api obor yang dipukul-pukulkan kedua orang itu ada yang membakar jerami yang ada di kandang. Kandang ternak itu pun akhirnya terbakar dan hewan ternak milik Mbah Babadan yang sedang sakit dan kurus-kurus lari tunggang langgang ketakutan.
Sejak itulah, masyarakat Desa Tegalsambi yakin bahwa untuk mengusir penyakit perlu dilakukan Tradisi Obor-Oboran. Prosesi ini masih acap digelar menjadi rangkaian Upacara Sedekat Bumi Desa Tegalsambi.
Salah satu syarat untuk menggelar Tradisi Obor-Oboran sebelum upacara dimulai terlebih dulu harus disembelih seekor kerbau jantan yang belum pernah dipakai untuk membajak sawah. Selain itu, empat pusaka sakti milik Desa Tegalsambi wajib disiapkan di suatu tempat dan diberi sesaji bunga setaman. Bunga setaman bekas dipakai sesaji ini nantinya akan ditumbuk halus dan digunakan untuk menjadi semacam obat olesan bagi pelaku Perang Obor yang terkena luka bakar.
Sumber: Wahyana Giri MC, Sajen & Ritual Orang Jawa (Sajen, Upacara Traadisi, dan Ngalab Berkah Tinggalan Para Leluhur yang Unik), Yogyakarta: Narasi, 2010.
Jumat, 26 Februari 2010
Tradisi Kalang Obong
Yogyakarta--Jawa Tengah
Bagi masyarakat keturunan Kalang, tentu tidak asing dengan Tradisi Kalang Obong. Konon, tradisi ini memang merupakan bagian ritual yang dijalani masyarakat keturunan Kalang. Prosesi Tradisi Kalang Obong berupa upacara membakar boneka mirip manusia disertai berbagai benda-benda tertentu.
Oleh keturunan Kalang sendiri, tradisi ini dimaksudkan untuk selamatan atau kirim doa bagi arwah orang yang sudah meninggal. Makanya, pembakaran boneka selalu disertai dengan membakar benda-benda yang paling disukai milik orang yang sudah meninggal tersebut.
Tradisi Kalang Obong dilakukan bersamaan dengan upacara Nyewu atau selamatan seribu hari orang yang sudah meninggal. Sepintas Tradisi Kalang Obong memang mirip Ritual Ngaben di Balil. Hal ini sangat wajar sebab keberadaan wong Kalang di Jawa Tengah dan Yogyakarta tidak bisa dipisahkan dengan sejarah masyarakat Bali.
Konon, pada bab 17 banyak orang Bali yang dipekerjakan di Keraton Mataram sebagai ahli ukir dan pertukangan kayu. Tukang ukir dan kayu yang dipekerjakan ini kemudian membentuk kelompok sendiri yang kemudian terkenal dengan sebutan wong Kalang (orang Kalang). Dan tempat mereka bermukim pun akirnya disebut Desa Kalangan.
Wong Kalang pada zaman pemerintahan Sultan Agung terkenal sangat ulet dan gigih, hingga ketika Sultan Agung menyerang Batavia banyak wong Kalang yang diikutkan. Selain terkenal sebagai ahli ukir dan pertukangan kayu, di kalangan prajurit atau pasukan perang, wong Kalang biasanya dipilih sebagai pasukan infanteri. Pilihan ini cukup beralasan sebab wong Kalang terkenal sangat tangguh dalam menghadapi medan tersulit sekalipun.
Cikal bakal wong Kalang di Yogyakarta berasal dari seorang tukang ukir kayu bernama Jaka Sana. Lelaki dari kasta Sudra itu pernah mendapat pekerjaan untuk membangun istana baru di Kedaton Pleret, Bantul.
Saat menjalankan tugasnya membuat istana itulah Jaka Sana menjalin hubungan dengan putri Raja Mataram yang bernama Ambarluwung. Percintaan keduanya rupanya terlanjur dalam dan tak bisa dipisahkan. Jaka Sana pun akhirnya menghadap Sultan Agung untuk melamar Ambarluwung.
Dan di luar dugaan, lamaran lelaki Sudra itu ternyata diterima Sultan Agung hanya dengan syarat Jaka Sana harus masuk Islam.
Jaka Sana menerima syarqat itu dan mereka pun akhirnya mjenikah. Tetapi, Jaka Sana tetap menyadari bila dirinya berasal dari Kasta Sudra, maka ia pun enggan tinggal di istana. Mereka memilih menetap di daerah Petanahan Kebumen, Jawa Tengah.
Itulah, kenapa Tradisi Kalang Obong mirip upacara Ngaben di Bali. Bedanya, jasad yang dibakar pada Tradisi Kalang Obong hanya berupa "puspa" atau boneka yang terbuat dari kayu jati dan doa-doa yang diucapkan pun, berupa doa-doa Islam.
Sesaji atau uborampe Tradisi Kalang Obong cukup rumit, sedikitnya ada 16 mjacam sesaji yang harus disediakan. Sesaji itu antara lain jajan pasar, kembang setaman, aneka daun, ingkung ayam, 32 jenis nasi tumpeng ditambah dengan alat tukang kayu dan tenun.
Sesaji penting yang tidak boleh ditinggalkan adalah kerbau dan itik. Hewan ini dimaksudkan sebagai hewan tunggangan bagi roh orang yang sudah meninggal.
Prosesi Tradisi Kalang Obong dimulai dengan doa-doa tahlil, baru kemudian dilanjutkan dengan Upacara Ngendhek-endheki, yakni seluruh cucu dan anggota keluarga berputar mengelilingi kerbau sesaji sebanyak 7 kali dengan membawa aneka sesaji dan "puspa".
Prosesi dilanjutkan Upacara Nasi Kuku, yakni Sang Duku menjual nasi gurih dan harus dibeli oleh keluarga almarhum untuk diikutkan di-obong (dibakar). Prosesi diakhiri dengan Upacara Obong, yakni membakar "puspa" dan pancake. Abu hasil bakaran tersebut kemudian dilabuh ke sungai.
Diambil dari buku Sajen & Ritual Orang Jawa (Sajen, Upacara Tradisi, dan Ngalab Berkah Tinggalan Para Leluhur yang Unik), Yogyakarta: Narasi, 2010, hlm. 65-67)
Kamis, 31 Desember 2009
10 Cuaca Paling Aneh Di Dunia
1. Sea Monster or Spinning Water?
Monster Loch Ness mungkin hanya pusaran air yang terlalu aktif. Angin puyuh kecil, biasanya disebut water devil, bisa terbentuk diatas air hangat, membawa air ke atas dan membentuk semacam saluran di atas permukaan air.Water devil ini bisa berputar-putar tak beraturan, kadang mengeluarkan suara desis dan blekutuk blekutuk (ada yang ngerti blekutuk-blekutuk? Hehehe. Suara semacam buble gitu lah). Suara berisiknya ini ditambah bentuk seperti leher yang panjang bisa memberi kesan orang yang melihat bahwa ada monster laut mulai muncul mau makan
2. Ice Fall / Bomb
Banyak orang yang pernah merasakan berada di tengah badai besar tahu mengenai bongkah atau potongan es , biasanya besarnya tidak lebih dari bola softball, yang berjatuhan dari awan badai. Tapi jarang yang menjumpai ukuran lebih besar dari bola softball (rekor seberat 80 pon) jatuh dari langit, membuat orang terkejut lalu hancur berkeping-keping waktu sampai ke tanah.Yang lebih misterius bongkah raksasa kadang jatuh padahal tidak ada awan di langit. Beberapa kejadian mungkin tercatat jatuh dari pesawat, tapi lebih banyak yang tidak diketahui apa penyebabnya.
3. St. Elmo's fires
Selama terjadai badai petir, banyak orang melaporkan melihat bola-bola api, menari di atas kapal, galah panjang, tanduk sapi. Bola kecil, dan berkilauan ini disebut api St. Elmo. Lecutan listrik statis yang terjadi sepanjang badai petir dan menyambar obyek yang tinggi. Ini bisa terjadi sebelum petir menyambar.4. Sprites, Jets and Elves, Oh My!
Selama bertahu
n-tahun, para pilot telah melaporkan melihat kilatan cahaya berwarna aneh dari puncak awan badai, biasanya banyak yang sangsi, tapi sekarang ilmuwan sudah menemukan bukti bahwa tipe petir aneh ini benar-benar ada. Peri merah (red sprites) adalah kilatan cahaya merah yang naik setinggi 50 mil di atas bumi, biasanya muncul berbarengan 2 atau lebih.Sepupu mereka blu jet, adalah sinar kebiru-biruan berbentuk kerucut yang letaknya di atmosfir lebih rendah dari peri merah. Terjadi pada saat berbarengan dengan peri merah adalah elves, berbentuk kue dadar yang menyala merah terbentuk dari panasnya petir.
5. Whirlwinds of Fire
Meski yang ini tidak seganas tornado, dust evil bisa keliatan serem. Angin beliung ini, adalah versi kecil dari tornado yang berasal dari panas yang ekstrem di tanah, dan menyebabkan udara di atasnya naik dan angin yang menyebabkan udara yang naik berputar.Angin puting beliung ini akan membawa debu-debu di tanah, makanya dinamai dust evil. Sodaranya yang lebih ngeri adalah fire evil, yang terbentuk dari panas yang ekstrim dan membentuk putaran api yang menyala.
6. Once in a Blue Moon
Pikirkan istilahnya, Bulan biru…Hmmm..biasanya sih merujuk pada kejadian dua setengah tahunan waktu purnama terjadi dua kali sebulan, jarang banget terjadi bulan keliatan biru. Kebakaran hutan dan letusan gunung bisa menyemburkan abu dan jelaga ke atmosfir dimana ini akan bercampur dengan tetesan air. Campuran ini bisa terbawa angin ribuan mil berkeliling dunia dan kadang-kadang membiaskan cahaya bulan dan membuatnya tampak kebiru-biruan.7. Seeing Triple
Meski cuaca lagi cerah, mataharinya terang banget, langit bisa memberi kejutan, setidaknya untuk mata. Jika matahari dekat banget dengan horizon dan ada awan cirrus di langit, kadang matahari bisa muncul terpantul di kedua sisinya juga, sehingga memberi kesan tiga matahari muncul berbarengan di langit.Kawai, Matahari ‘hantu’ ini sebenarnya warna cerah dari titik cahaya yang diciptakan oleh matahari yang dibelokkan oleh kristal di awan yang tinggi. Fenomena pandangan mata yang umum tapi nggak selalu muncul.
8. The sky is bleeding
Darah menetes dari langit kedengarannya kok kayak film horor Hollywood yah? Tapi hujan berwarna merah tua dilaporkan sejak jaman ancient Roman. Meski hujan ini membuat ngeri orang-orang, hujan ini sebenarnya bukan darah. Ini disebabkan oleh debu atau pasir yang tertiup ke atmosfir dan terbawa oleh angin dengan jarak yang sangat jauh akhirnya bercampur dengan awan hujan dan memberi warna pada hujan itu sendiri.Di Eropa hujan merah ini biasanya diwarnai oleh debu yang terbawa menyebrangi benua berasal dari badai pasir Sahara. Hujan berwarna yang lain bisa terjadi karena obyek-obyek lain (pollen bisa membuat hujan kuning, debu dari tambang batu bara bisa membuat hujan hitam, bahkan beberapa debu bisa membuat hujan susu putih.
9. Greats Balls is Fire
Selama berabad-abad, orang-orang melaporkan keanehan listrik menyerang rumah mereka, biasanya selama badai petir. Bola api, ukurannya macam-macam bisa sebesar bola golf sampai bola sepak, kadang melayang selama badai , nggak diragukan lagi bakal mengejutkan orang yang mengalami.Disebut ball lightning, nggak berbau, nggak memancarkan panas, dan sedikit berisik. Ini biasanya menghilang dengan suara ‘pop’ kalau berbenturan dengan barang elektronik kayak TV misal, tapi kadang bisa meledak hebat dan menyebabkan kebakaran. Bukan saja membuat orang2 heran, ilmuwan pun juga, soalnya nggak ada penjelasan ilmiah gimana ini terjadi.
10. Raining Fish and Frogs
Dari California ke England ke India, orang-orang secara berkala melaporkan adanya hujan aneh. Hujan binatang-binatang kecil semacem ikan, kodok, ular kadang-kadang terjadi tanpa diduga, bahkan jauh dari area perairan loh. Tornado di atas air bisa berputar dan membawa serta air, dan apapun yang ada didalamnya, ke atas awan. Angin yang kuat bisa membawa muatan ini ke jarak yang jauh sebelum membuangnya diatas orang-orang yang tidak terduga.
(www.apakabardunia.com)
Sabtu, 05 Desember 2009
Saya Pasti Kembali Ke Indonesia
Lahir di Palembang tahun 1987, lelaki ini pernah mengharumkan bangsa Indonesia ketika memenangkan medali emas dalam Olimpiade Fisika Internasional 2005 dan Olimpiade Fisika Asia 2005.
Dalam Olimpiade Fisika Internasional (nama resmi: International Phisics Olympiad atau IPhO) ke-36 di Salamanca, Spanyol pada 3-12 Juli 2005, Ali Sucipto berhasil meraih medali emas dengan nilai 46,80 (nilai sempurna 50). Dalam ajang kompetisi yang diikuti 340 peserta dari 76 negara tersebut, Tim Olimpiade Fisika Indonesia berhasil meraih 2 medali emas dan 3 perunggu. Medali emas diperoleh Ali Sucipto (SMA Xaverius 1 Palembang) dan Andhika Putra (SMA Sutomo 1 Medan), sedangkan medali perunggu diperoleh Purnawirman (SMA Negeri 1 Pekanbaru), Michael Adrian (SMA Regina Pacis Bogor), dan Ario Prabowo (SMU Taruna Nusantara Magelang).
Sebelumnya, Ali Sucipto juga berhasil meraih emas dalam Olimpiade Fisika Asia (nama resmi: Asian Phisics Olympiad atau APhO) ke-6 di Pekanbaru, Riau pada 26 April-1 Mei 2005. Tim Olimpiade Fisika Indonesia berhasil menyabet 4 medali emas, 1 perak, 2 perunggu, dan 1 honorable mention. Ali Sucipto (SMA Xaverius 1 Palembang), Andhika Putra (SMA Sutomo 1 Medan), Purnawirman (SMA Negeri 1 Pekanbaru), dan Michael Adrian (SMA Regina Pacis Bogor) memperoleh medali emas. Yongki Utama (SMA Dian Harapan Tangerang) memperoleh medali perak, serta Ario Prabowo (SMA Taruna Nusantara Magelang) dan Thomas Alfa Edison (SMA Negeri 3 Bandung) memperoleh medali perunggu. Prestasi ini menempatkan Indonesia pada peringkat dua, sedangkan juara umum berhasil direbut China dengan meraih 7 medali emas.
Atas prestasi yang dicapainya, Ali Sucipto memperoleh beasiswa di Universitas Teknologi Nanyang (Nanyang Technologica University), Singapura. Dan ini yang patut untuk dibanggakan. Ketika ia mendapat beasiswa kuliah ke luar negeri, ia berpesan, "Saya pasti kembali ke Indonesia." Yang pasti dari pernyataan itu, ia ingin kembali membangun Indonesia. Lilih Prilian Ari Pranowo
Selasa, 27 Oktober 2009
Biografi Politik Susilo Bambang Yudhoyono
:: oleh Djoko Adi Waluyo ::
Garda Maeswara, penulis buku ini, sengaja membentang biografi SBY dengan citarasa yang dekat dengan politik. Oleh karenanya buku yang dikreasi ini berjudul Biografi Politik. Ketika muda SBY diunggah tuntas oleh buku ini, juga romantika kehidupan politik yang dialami juga tidak luput tercermati. Hubungan yang kurang harmonis dengan Ibu Mega juga terbentang di buku ini. Entah merupakan suplement atau memang dirancang, buku ini juga menyertakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Partai Demokrat. Sebenarnya yang dibahas di buku ini bukan spesial yang terkait dengan politik, namun secara keseluruhan pribadi SBY.
Bab yang dibahas dalam buku ini, antara lain:
*
Masa muda, Masa Pembentukan Karakter
*
Karier Mentereng Sang "Thinking General"
*
SBY Politik
*
Karier Awal SBY di Kancah Politik Indonesia
*
Digandeng Megawati Duduk di Kabinet Gotong Royong
*
Konflik SBY-Megawati
*
Maju dalam Pemiloihan Presiden 2004
*
Bersama Kita Bisa
*
Dan Pesta Rakyat pun Digelar
*
Diserang Balik Menyerang
*
Presiden Pertama Pilihan Rakyat
*
Ujian Bagi Pemerintahan Presiden SBY
*
Mewujudkan Perdamaian di Aceh
*
BBM Melangit
*
Undang-undang Kontroversial
*
Sibuk Menampik Fitnah
*
Saatnya Cerai dengan IMF dan CGI
*
Agenda Pemberantasan Korupsi
*
Keretakan Duet SBY-JK
*
Kontroversi Daftar "100 Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia 2009" Versi Time
*
Pemilu 2009: Pagelaran Pesta Rakyat lagi
*
Kenapa Boediono
*
SBY, Boediono, dan Neo Liberal
*
Melacak Kedekatan SBY ke "kanan": Jejak - Jejak Neoliberal di Indonesia
*
Kebijakan-Kebijakan Neolib SBY
Data buku
JUDUL: Biografi Poltik Susilo Bambang Yudhoyono
PENULIS: Garda Maeswara
PENERBIT: Narasi Jl. Iraian Jaya D-24 Perum Nogotirto II, Yogyakarta 5592. Telp: 0274: 7103084. E-mail: penerbitnarasi@yahoo.com
ISBN: 978-979-168-175-9
TEBAL: 256 halaman; 15 x 23 cm
CETAKAN: Pertama 2009.
[LAMPIRAN]
*
Keluarga SBY
*
Keluarga Besan SBY
*
Orang-orang Terdekat
*
Visi Misi Partai Demokrat
*
Anggaran Dasar Partai Demokrat
*
Anggaran Rumah Tangga Partai Demokrat
*
Surat Pengesahan Partai Demokrat
*
Struktur Organisasi Partai Demokrat.
(Lilih Prilian Ari Pranowo)

